Benarkah Minum Air Kencing Bagus Buat Kesehatan? 

Bagaimana reaksi anda permata kali saat mendengar adanya terapi minum air kencing buat kesehatan? Air kencing atau yang juga dikenal sebagai urine dan juga air seni merupakan salah satu zat sisa yang merupakan hasil dari reaksi biokimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup, termasuk manusia dan juga hewan.

Air kencing berbentuk cairan dengan warna berbeda – beda, sesuai dengan kondisi tubuh kita pada saat itu. Biasanya seseorang yang sehat akan memiliki air kencing yang berwarna putih dan bagi mereka yang sedang mengalami gangguan kesehatan, bisa saja memiliki air kencing yang berwarna lebih pekat.

Terapi urine memang merupakan salah satu metode pengobatan dan perawatan diri yang tidak biasa. Namun sebelum anda langsung berpaling, sebaiknya pelajari dulu beberapa fakta soal air seni yang diyakini sebagai air kehidupan bagi masyarakat tertentu.

Asal-Usul Terapi Urine

Terapi urine atau terapi air seni manusia sudah dikenal sejak beribu-ribu tahun lalu sebagai metode pengobatan dan perawatan diri. Pengobatan ini banyak ditemukan pada Negara-negara di Asia seperti Cina, Mesir dan India. Beberapa penemuan juga menunjukkan bahwa terapi urine banyak dipraktikkan pada Negara-negara di Afrika. Masyarakat pada zaman kuno percaya bahwa air seni mengandung berbagai khasiat yang menyehatkan dan mampu mengobati berbagai penyakit.

Di India kuno, masayarakatnya lazim merawat kesehatan dengan minum satu gelas air seni setiap hari. Bahkan adapula orang penting yang pernah melakukannya demi kesehatan pribadinya. Sebagai contoh, pemimpin india, mantan perdana menteri Morarjibhai Desai, merupakan pelopor terapi urin dengan minum 1 gelas air seni setiap pagi. Morarjibhai melakukannya demi menjaga kesehatan badannya. Ia minum air seni saat usianya 65 tahun dan dia melakukan hal ini  selama 36 tahun sampai dia umur 100 tahun. Ia menuliskan pengalaman pribadinya di majalah Time pada tahun 1979.

Dalam literatur Cina kuno Shang Han Lung ( treatise on febrile disease ) yang ditulis oleh Chang Yi pada Dinasti han (1700 tahun lalu) terdapat sebuah catatan tentang terapi urin yang konon berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah, penenang dan menghilangkan panas dalam, penyakit mata serta luka pukul. Tradisi pengobatan ini pun masih terus dipercaya hingga zaman kini sebagai bentuk pengobatan alternatif.

Biasanya orang-orang yang menjalani terapi urin akan secara rutin mengonsumsi satu cangkir air seni mereka di pagi hari sebelum menyantap sarapan apa pun. Dengan melakukan hal ini, tubuh diharapkan jadi lebih sehat dan tahan terhadap berbagai penyakit. Terapi ini juga umumnya dijalani bila seseorang sedang melawan penyakit tertentu.

Proses Urine Menjadi Sumber Vitamin

Urin terdiri zat-zat kimia dan nutrisi yang terkandung dalam air seni yang akan bertindak sebagai vaksin, antibakteri, antivirus dan antikanker alami. Selain itu, juga berfungsi sebagai penyeimbang hormon dan penyembuh alergi. Pembentuk cairan dan materi urin berasal dari darah atau cairan interstisial. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi sebagai racun akan dibuang keluar tubuh.

Zat-zat beracun dari dalam tubuh akan dikeluarkan melalui hati dan usus halus, serta melalui kulit. Fungsi utama ginjal adalah menjaga agar komposisi darah tetap seimbang. Saat terlalu banyak air, ginjal akan membuangnya. Tetapi, tidak berarti air tersebut mengandung racun. Urine merupakan hasil dari filtrasi darah dan bukannya filtrasi sampah. Secara medis, urine dinyatakan sebagai plasma ultrafilter dab berasal dari pemurnian darah itu sendiri, yang dilakukan oleh ginjal.

Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. Urea yang dikandung oleh urin dapat menjadi sumber nitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan kompos. Nutrisi-nutrisi yang terdapat di dalam darah bergerak melalui hati. Di sini, racun-racun akan diekskresikan dalam bentuk sampah padat. Selanjutnya, darah yang telah bersih dimurnikan kembali melalui proses penyaringan di ginjal.

Di sini, semua kelebihan air urin, garam, vitamin-vitamin, mineral, enzim-enzim, antibodi, usea, uric acid serta elemen-elemen lainnya yang tidak digunakan tubuh pada saat itu akan dikumpulkan dalam bentuk cairan yang telah dimurnikan dan disterilkan.

Berbagai Manfaat Terapi Urin

Metode pengobatan dan perawatan diri dengan air seni manusia ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan meminum langsung atau mengoleskannya pada bagian tubuh tertentu. Mereka yang percaya dengan manfaat terapi urine menganggap air seni dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan. Mekipun memang belum teruji secara medis, air kencing ternyata memiliki banyak manfaat, bagi manusia dan juga lingkungannya. Apa saja manfaat dari air kencing?

1. Pengobatan Kanker

Untuk mengobati kanker, air seni dianggap ampuh sebagai agen untuk melawan sel-sel kanker yang berkembang dalam tubuh. Air seni penderita kanker dipercaya mengandung antigen tumor, yaitu sejenis protein yang ditemukan pada darah penderita kanker. Antigen ini berisiko memicu kanker. Dengan minum air seni yang mengandung antigen tumor, tubuh diharapkan akan semakin banyak memproduksi antibodi alami yang akan melawan pertumbuhan sel kanker.

2. Merawat Kulit

Terapi urine juga populer digunakan dalam perawatan kulit kaum hawa. Terapi ini ternyata sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Selain dioleskan ke kulit, beberapa pihak juga mempromosikan meminum urine secara langsung. Karena urine dianggap mengandung komponen-komponen penting yang berguna bagi tubuh. Salah satunya dianggap berguna untuk mengatasi jerawat vulgaris. Salah satu komponen yang dianggap penting adalah urea. Bahan ini mampu mengikat air di lapisan atas epidermis dan bisa berguna sebagai antimikroba. Urea juga dinilai mampu memperbaiki psoriasis, iktiosis dan dermatofitosis.

3. Sebagai Indikator Dehidrasi Seseorang

Manfaat lainnya dari air kencing adalah sebagai indikator diri kita sendiri, yaitu sebagai indikator kondisi dehidrasi. Beberapa penelitian mengatakan bahwa ketika anda melakukan buang air kecil, anda dihimbau untuk melihat kondisi dari air kencing anda sendiri. Apabila anda memiliki kondisi air kencing yang berwarna bening dan putih, maka itu artinya anda memilki metabolisme tubuh yang baik dan tidak mengalami dehidrasi. Namun demikian, apabila anda memiliki warna air kencing yang pekat, maka itu merupakan indikator bahwa anda mengalami dehidrasi dan juga kekurangan cairan.

4. Meredakan Infeksi Bakteri

Sebagian orang percaya bahwa air seni manusia memiliki sifat antibakteri. Karena air seni diduga mengandung zat-zat antibodi dan berbagai sel yang berperan untuk membentuk kekebalan tubuh. Maka jika diminum, air seni berfungsi untuk meredakan infeksi dalam tubuh yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi bakteri yang terjadi di kulit juga dipercaya bisa disembuhkan dengan cara mengoleskan langsung air seni pada bagian yang mengalami infeksi.

5. Mencegah Penyakit

Sebagian masyarakat di Asia, terutama Cina dan India, mereka masih rutin menjalani terapi urin dengan cara minum air kencing yang diproduksi setelah bangun tidur pada pagi hari (air seni pertama). Terapi ini dianggap ampuh untuk mencegah berbagai jenis penyakit dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus dan bakteri berbahaya. Jutaan orang di dunia telah menjalani terapi urin dan mengakui khasiatnya bagi kesehatan mereka.

Bagaimanakah Rasa Urine?

  • Semakin banyak anda makan daging, telur dan susu atau makanan yang banyak mengandung protein hewani, maka rasa air seni cenderung asam dan getir, agak kepahitan dan lebih asin.
  • Semakin banyak anda minum air putih, maka rasa asin, getir serta aroma pesing semakin berkurang.
  • Semakin banyak anda bekerja keras, berkeringat dan kelelahan, maka air seni anda semakin sedikit dan rasa asin, asam, getir atau pahitnya semakin terasa.
  • Semakin badan anda cukup rilek, tidak terlalu lelah, minum banyak air putih, serta banyak makan buah dan sayuran, maka air seni anda cenderung berwarna lebih muda, bening, tidak terlalu asin, asam dan getir.

Apakah Minum Air Kencing Berbahaya?

Sejauh ini belum ada kasus di mana pasien mengalami penyakit serius saat melakukan terapi urine atau bahkan minum air kencing yang mengalami efek samping yang sifatnya serius. Namun, studi-studi klinis telah membuktian bahwa ribuan zat kimia dan nutrisi tubuh yang terdapat di dalam urine mencerminkan fungsi tubuh setiap orang. Kandungan yang terdapat di dalam urine tidak bisa digandakan serta tidak bisa diperoleh dari sumber lain. Seperti dua orang yang secara alami tidak pernah diciptakan sama persis, tidak ada dua sampel urine yang mengandung komponen yang benar-benar sama.

Hanya urea yang bisa menjadi racun jika jumlahnya terlalu banyak di darah. Tetapi, hal ini tidak akan terjadi hanya karena anda minum urine. Urine yang anda minum, tidak akan langsung kembali ke aliran darah di dalam tubuh. Dalam jumlah kecil, urine akan kembali ke dalam tubuh. Urine ini akan memurnikan, membersihkan kelebihan mukus, serta mempunyai fungsi spesifik bermanfaat lainnya.

Bahkan, para pakar berpendapat pada dalam situasi tertentu, pemanfaatan air seni justru akan memperburuk masalah. Misalnya ketika anda disengat ubur-ubur, air seni yang bersentuhan dengan luka justru akan bereaksi dan menghasilkan racun yang akan menambah rasa sakit.

Selain itu, British Dietetic Association menambahkan bahwa jika anda menjalani terapi urin, semakin hari air seni yang anda konsumsi akan menjadi semakin pekat dan hal ini akan membahayakan usus.

Komunitas ilmiah dan medis kebanyakan menentang terapi urin atau pemanfaatan urin secara umum. Majalah ilmiah Scientific American dan organisasi American Cancer Society telah menyerukan agar masyakarat menghindari terapi urine sebagai bentuk pengobatan, pertolongan pertama, atau perawatan diri.

Uji laboratorium yang dilakukan oleh beberapa peneliti seperti di Loyola University of Chicago ternyata membuktikan bahwa berbagai bakteri hidup di dalam air seni anda. Ini berarti air seni tidak bersifat steril seperti yang dipercaya orang-orang pada zaman dahulu. Para ahli, dokter dan tenaga medis umumnya menyarankan agar anda lebih fokus pada pola makan yang seimbang, gaya hidup sehat, serta pengobatan yang sudah terjamin. Pada akhirnya, keputusan untuk menjalani terapi ini ada di tangan anda sendiri.

Efek Samping Terapi Urin

Sebelum kita melakukan pengobatan auto urotherapy atau terapi urin, kita harus siap mental dan harus betul betul mempersiapkan diri. Jika tidak mempersiapkan diri lebih dengan baik mungkin kita dapat mengalami masalah. Misalnya, orang-orang yang mungkin belum siap untuk melakukan terapi ini, akan mencium bau urin menjijikkan dan mungkin akan menyebabkan mereka muntah. Diare, mual, sakit kepala, demam, ruam dan morning sickness adalah beberapa efek samping terapi urin yang bisa dialami.

Ada beberapa hal yang perlu kita lihat lebih jauh. Jika urine seseorang memiliki sifat sangat asam, auto urotherapy sebenarnya menyebabkan efek samping tertentu. Mereka yang menderita penyakit kelamin atau infeksi saluran kemih patogen juga harus menghindari terapi ini. Kualitas urine tergantung pada makanan karena dapat mempengaruhi kualitas urine, terutama dalam bagi mereka yang sedang mengonsumsi beberapa jenis obat-obatan. Selain itu, orang yang merokok atau mengambil obat terapi disarankan untuk tidak melakukan terapi ini. Karena ada kurangnya bukti tentang manfaat terapi ini, wanita hamil disarankan untuk tidak melakukan urotherapy. Kita juga harus menghindari minum urin dalam jumlah besar dalam jangka waktu yang lama.

Semua informasi yang tercantum pada halaman ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter dan selalu cari informasinya yah. Salam sehat 🙂