Betis Terasa Sakit? Berikut Penyebab Dan Cara Mengatasi

Pernahkah Anda tersentak bangun di tengah malam, karena nyeri yang hebat pada betis, yang lantas menjalar ke telapak kaki. Sakit pada betis dapat disebabkan karena berbagai macam situasi ataupun berbagai macam aktivitas yang kita lakukan. Sakit pada betis bukan merupakan sakit yang mengerikan, namun sakit pada betis dapat mengganggu Aktivitas keseharian kita

Beberapa penyakit serius berawal dari rasa pegal dan linu pada kaki, yang kemudian merembet pada bagian tubuh lainnya dengan cepat. Rasa sakit dan linu bisa bermacam-macam, mulai dari rasa linu gatal, linu pegal, linu terbarkar atau linu seperti berdiri di dalam ember berisi air es. Untuk itu agar kita dapat terhindar dari sakit pada betis kita perlu mengetahui apa saja penyebab penyebab sakit pada betis, apa saja gejala yang ditimbulkan dan bagaimana cara mengatasinya. Simak ulasannya berikut

Penyebab Betis Terasa Sakit

Sampai kini belum diketahui secara pasti penyebab nyeri pada betis tapi setidaknya ada dua faktor penyebabnya yakni cedera atau kesehatan. Dalam hal ini cedera bisa disebabkan trauma otot betis. Sementara itu secara medis penyebab betis sakit adalah berbagai kondisi yang bisa menyebabkan sakit otot sebagai gejala.

Beberapa penelitian mendapatkan bahwa nyeri pada betis berhubungan dengan masalah kendali otot kaki oleh otak saat kita terlelap dalam tidur. Nyeri otot biasanya terkait dengan tingkat ketegangan, terlalu banyak beraktivitas atau cedera dari olahraga dan berkerja. Itulah sebabya mengapa sebagian besar orang yang pernah mengalami kram kaki.

1. Kram Otot

Kram otot merupakan kontraksi atau menegangnya otot secara kuat dan tiba-tiba. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Umumnya kram otot terjadi akibat cedera saat berolahraga, posisi kaki yang tidak nyaman saat tidur, dehidrasi, suhu dingin atau karena kekurangan asupan mineral. Dalam kondisi serius, kram otot terkait dengan gagal ginjal, hipotiroidisme, diabetes, alkoholisme dan penyakit arteri perifer atau peripheral artery disease (PAD) yang menyebabkan aliran darah ke kaki menjadi tersumbat.

2. Posisi Kaki Yang Salah

Posisi kaki yang salah ketika tidur, berjalan, duduk atau jongkok dapat menyebabkan otot tegang, pembuluh darah tersumbat, syaraf terjepit dan akibatnya muncullah kaki teras panas dan pegal pegal sesudahnya. Ketika posisi kaki tidak benar misalnya tidur dalam keadaan melipat yang terlalu lama pada saat itulah terjadi otot dan syaraf tertindih beban tubuh dan darah mengalir tidak lancar yang memicu munculnya kesemutan, mati rasa dan kaki terasa panas dan pegal pada seputar betis.

3. Kurang Asupan Zat Mineral

Macam macam mineral misalnya potassium, Kalsium, Kalium dan lain lain yang sangat dibutuhkan oleh jaringan tubuh termasuk jaringan otot, Tendon, Syaraf syaraf dan pembuluh darah. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat mineral merupakan salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh agar melancarkan kinerja organ tubuh dan melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Jika asupan zat mineral tidak memadai terus menerus dalam tubuh maka dapat menurunkan daya tahan tubuh yang bisa memicu munculnya keluhan kesehatan, Misalnya kaki terasa panas dan pegal pegal.

4. Cedera Tulang

Cedera tulang kaki meliputi tulang kering, Lutut, Mata kaki, Jari jari atau punggung kaki bisa disebabkan banyak faktor, Misalnya terjatuh, terhantam atau terbentur benda keras. Area kaki yang mengalami cedera dapat meninggalkan jejak berupa luka memar, pendarahan, iritasi, pembengkakan atau peradangan pada jaringan yang luka. Kondisi ini dapat menimbulkan reaksi yang cukup meresahkan misalnya kaki terasa panas dan pegal yang nantinya bisa dibarengi dengan rasa nyeri dimalam hari.

5. Strain Otot

Strain adalah cedera yang terjadi pada otot atau tendon secara mendadak, seperti ketika berlari atau melompat. Gejalanya bisa berupa nyeri, spasme otot dan keterbatasan gerak sendi. Dalam derajat ringan, strain otot biasanya dapat segera disembuhkan dengan memperbanyak istirahat dan kompres air es. Namun, bila sudah masuk derajat yang berat maka kemungkinan besar dibutuhkan pembedahan guna mengembalikan fungsinya.

6. Trombosis Vena Dalam

Trombosis vena dalam atau Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah gumpalan darah yang terbentuk pada pembuluh darah vena dalam. Biasanya kondisi ini muncul di pembuluh darah vena besar yang berada di lengan, paha dan kaki bagian bawah, termasuk betis. Beberapa faktor penyebabnya, yakni duduk atau berbaring dalam jangka waktu lama, komplikasi pengobatan dan merokok. Gejalanya berupa varises, pembengkakan, nyeri tekan (tenderness) dan warna kulit kemerahan yang biasanya disertai dengan rasa hangat di bagian betis atau daerah lain yang terkena.

7. Aktivitas Berlebihan

Melakukan aktivitas yang berlebihan memang tidak baik, melakukan aktivitas berlebihan dapat memicu terjadinya berbagai macam penyakit. Salah satu penyakit yang ditimbulkan adalah sakit pada betis. Untuk itu agar dapat terhindar dari sakit pada betis ketika melakukan aktivitas berlebihan maka anda perlu melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas. Namun ketika aktivitas tersebut tidak terlalu penting maka usahakan tubuh anda tidak melakukan aktivitas yang berlebihan dan cukupkanlah istirahat.

Gejala

Nyeri bukan gejala satunya terkait dengan betis sakit. Perubahan fisik lainnya yang mungkin terjadi bersama dengan otot betis sakit meliputi:

  • Demam
  • Perubahan warna kulit
  • Muncul rasa terbakar pada betis
  • Penurunan mobilitas
  • Nyeri sendi terutama di sendi kaki
  • Kejang otot kaki terutama di malam hari dan bisa mengganggu tidur
  • pembengkakan

Faktor

Ada beberapa faktor kemungkinan seseorang terkena sakit otot betis. Ini berhubungan dengan kebiasaan seseorang, kesehatan dan gaya hidup.

  • Olahraga dan Latihan: Jika anda secara teratur berpartisipasi dalam olahraga maka anda lebih berisiko mengalami sakit otot betis. Olahraga berisiko tinggi termasuk sepak bola, basket dan lompat jauh. Olahraga ini mengerahkan banyak stres dan tekanan pada otot betis, yang dapat menyebabkan cedera.
  • Cuaca dingin: Di musim dingin, tekanan udara lebih rendah, dapat menyebabkan jaringan sekitar sendi untuk menyebar. Ekspansi ini menempatkan tekanan pada sendi yang dapat menyebabkan nyeri otot.
  • Otot betis tegang: Ini adalah ketika otot betis yang lebih tegang dari biasanya. Hal ini dapat disebabkan oleh berlebihan, tidak mungkin peregangan, atau dari kondisi medis. Jika otot betis yang tegang maka lebih rentan terhadap cedera dan nyeri.

Hal Yang Harus Di Waspadai

  • Sulit menelan
  • Mengalami sesak nafas
  • Mengalami berat badan yang bertambah cepat
  • Air kencing yang di buang lebih sedikit dari biasanya
  • Merasakan otot yang lemas atau bagian tubuh yang sulit untuk di gerakan.

Pengobatan

Pertolongan pertama pada cedera kaki dan karena penyakit tertentu dapat dilakukan tahap tahap sederhana namun ampuh mengatasi rasa nyeri, Memblokir pendarahan, Mengempiskan pembengkakan dimana semua kondisi tersebut dapat menjadi biang keladi munculnya kaki terasa panas dan pegal.

1. Coba Berjalan Dengan Perlahan

Aktifitas berjalan dengan santai dan perlahan dapat mengeluarkan endorphine, yang dapat mengurangi rasa sakit pada tubuh secara alami. Olahraga berjalan ringan ini juga akan membuat peredaran darah dan syaraf lancar pada bagian betis dan kaki. Peneliti percaya bahwa hanya dengan rutin berjalan kaki, darah yang ada di dalam tubuh akan lebih sehat dan pembuluh darah menjadi lebih besar. Hali ini akan meregenerasi syaraf-syaraf pada kaki agar menjadi sehat kembali.

2. Jahe

Bahan alami yang memiliki khasiat untuk mengatasi gangguan nyeri otot adalah jahe, peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa konsumsi jahe setiap hari dapat membantu mengurangi nyeri otot. Bahan alami jahe ini di dalamnya mengandung anti nyeri alamiah sehingga sering kali di kalangan masyarakat minyak jahe di gunakan sebagai pereda nyeri dan bengkak. Dan juga jahe memiliki manfaat untuk melancarkan peredaran darah sehingga otot tidak mudah kaku tau tegang.

3. Manjakan Kaki

Salah satu cara untuk mengatasi kaki linu ini adalah dengan memanjakan kaki anda sebelum rasa sakit dan pegal menyerang. Dengan memanjakan kaki anda seperti sering dipijat dan dirawat, syaraf dan otot pada kaki akan menjadi kuat dan sulit terkena cedera. Rasa sakit linu pada kaki biasanya disebabkan oleh syaraf yang rusak, yang bisa saja membuat kaki anda infeksi atau cedera. Karena itulah, manjakan kaki anda dengan baik. Cek keadaan kaki setiap hari, gunakan sepatu yang nyaman dan lihat apakah ada cedera-cedera ringan yang harus diobati.

4. Istirahat

Istirahat merupakan salah satu alternatif yang dapat anda lakukan untuk mengatasi sakit pada betis. Dengan melakukan istirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas berat dapat mempercepat penyembuhan sakit pada betis. untuk itu bagi anda yang tidak menginginkan sakit pada betis semakin parah maka segera lakukanlah istirahat yang cukup dan Jangan melakukan aktivitas yang berat terlebih dahulu. anda dapat melakukan aktivitas yang berat setelah sakit pada betis benar-benar sembuh. Hal ini dilakukan untuk menghindari sakit pada betis semakin parah.

5. Melakukan Pengompresan

Selain menggunakan es, melakukan pengompresan dengan cara membungkus perban kompres sekitar betis dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pembengkakan dan juga bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit yang terjadi karena sakit pada betis. Cara mengkompres nya adalah perban tidak boleh dibalutkan pada betis yang sakit terlalu ketat ataupun terlalu longgar. Jadi usahakan saat melakukan pengelasan dengan cara dibalut betis tetap merasa rileks.

6. Urut Dengan Minyak

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa mengurut kaki linu dengan minyak botanical seperti geranium oil, minyak kelapa atau extra virgin olive oil dapat mengurangi rasa sakit jika di aplikasikan dengan benar. Minyak dengan wewangian seperti minyak lavender juga dipercaya dapat menghilangkan rasa sakit, sekaligus membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks.

Menurut Science Translational Medicine Journal tahun 2012, mengurut kaki yang sedang linu atau cedera tidak boleh dilakukan dengan asal. Untuk mengatasi kaki linu dengan cara diurut, perlu diperhatikan beberapa hal. Pertama, perhatikan jenis dan jumlah minyak yang akan dipakai. Tidak semua minyak memiliki manfaat yang sama dan kadang beberapa jenis minyak dapat memicu alergi.

Kedua, cara memijatnya. Jangan terlalu menekan otot langsung dengan keras, namun perlahan dengan lembut dan bertahap menekan dengan keras. Pijat kaki secara satu arah, dan lakukan selama 10 menit agar otot menjadi lemas dan peredaran darah menjadi lancar. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukan pijatan ini 2 hingga 3 kali setiap harinya.

Itulah beberapa penyebab dan gejala serta cara mengatasi ketika seseorang terkena sakit pada betis. Agar kita dapat terhindar dari sakit pada betis maka kita perlu menghindari penyebab-penyebab yang dapat memicu terjadinya rasa sakit pada betis. Namun ketika anda telah menderita sakit pada betis maka anda dapat melakukan cara mengatasi sakit pada betis seperti contoh diatas.