Efek Dan Bahaya Akibat Terlalu Lama Menonton Televisi

Hampir sebagian besar masyarakat di dunia pasti mempunyai kebiasaan menonton TV, terkadang menonton TV atau Televisi bisa menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat. Saat kita menonton acara di televisi, kita bisa mendapatkan hiburan dan berbagai informasi dari acara yang disiarkan oleh setiap stasiun televisi. Kelebihan lainnya adalah kita bisa menontonnya secara gratis, walaupun ada beberapa stasiun televisi yang mewajibkan penonton membayar (TV berlangganan).

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari menonton televisi karena ada banyak informasi dan pengetahuan yang bisa kita dapatkan darisana dan sebagian masyarakat beranggapan bahwa dengan menonton televisi di rumah maka mereka bisa meningkatkan kualitas hidup.

Namun, berdasarkan faktanya, menonton tv terlalu lama tidak baik untuk kesehatan tubuh. Berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk menonton acara di televisi? Banyak orang tidak menyadari bahwa kebanyakan nonton tv merupakan cara hidup yang tidak sehat. Duduk terlalu lama di depan kaca televisi dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental.

Efek Terlalu Lama Menonton Televisi

Ilmuwan di Skotlandia menemukan bahwa seseorang yang menghabiskan waktu di depan televisi dua jam sampai empat jam sehari, akan meningkatkan risiko serangan penyakit jantung dan kematian dini, Berdasarkan sebuah studi baru yang dipublikasikan di Medicine and Science in Sports and Exercise.

Bahwa menonton televisi terlalu lama bisa membahayakan kesehatan fisik. Penelitian yang dilakukan terhadap orang di Australia itu menemukan orang yang menonton televisi tingkat tinggi, memiliki kekuatan otot tubuh yang jauh lebih rendah daripada kawan mereka yang tidak menonton  atau hidup secara aktif.

Peneliti Natasha Reid dari Universitas Queensland mengatakan, jumlah waktu yang dihabiskan orang di sofa setiap minggu bisa mempengaruhi fungsi fisik di tahun-tahun berikutnya. Reid mengungkapkan hasil penelitiannya Australian Diabetes, Obesity and Lifestyle Study. Data tersebut memeriksa kebiasaan menonton, hampir 2000 orang dewasa berusia 47 sampai 85 tahun selama 12 tahun mengidap Miopia (Rabun Jauh)

Menurut laporan New Scientist, gaya hidup yang terlalu banyak menghabiskan waktu didepan televisi, bisa menjadi penyebab utama meningkatnya angka kebutaan. Hasil penemuan ini mungkin akan menjadi penjelasan semakin menurunnya daya lihat di sejumlah negara di dunia. Wilayah yang paling tinggi memiliki pengurangan penglihatan adalah Asia Timur dibandingkan dengan belahan dunia lainnya.

Di Singapura 80% pria berusia 18 tahun yang direkrut masuk tentara merupakan mereka yang memiliki pandagan yang sangat terbatas. Padahal 25 tahun silam kondisi ini hanyalah 25%. Penelitian di seluruh dunia yang telah memeriksa bagaimana tampilan televisi bisa mempengaruhi fungsi fisik dari waktu ke waktu.

Salah satu dampak akibat menonton televisi yaitu Miopia dimana kondisi mengalami peningkatan yang sangat tajam yang bisa memicu kebutaan, hasil riset ini dimuat dalam the American Journal of Human Genetics yang mengatakan bahwa gaya hidup lebih berpengruh ketimbang faktor genetika dalam masalah menurunya daya penglihatan ini.

Bahaya Menonton Televisi Terlalu Lama

  • Obesitas

Kebiasaan menonton TV dengan mengemil sembarangan membuat gaya hidup makin tidak sehat. Kegiatan nonton TV membuat tubuh menjadi malas bergerak dan cenderung pasif. Kebanyakan nonton TV yang dibarengi dengan mengemil memang kurang baik untuk kesehatan karena bisa mengakibatkan berat badan meningkat hingga menimbulkan obesitas. Alangkah baiknya bila Anda mengurangi waktu nonton TV dan melakukan kegiatan yang aktif seperti berolahraga sehingga metabolisme tubuh tidak terganggu.

  • Mempercepat Pubertas

Menonton TV juga akan mempercepat pubertas. Penelitian yang dilakukan Dr Roberto Salti dari Florence University menunjukkan produksi hormon pada anak dengan semakin seringnya menonton TV. Tidak dipungkiri tayangan TV seperti ‘Sex and the City’ atau sejumlah talk show yang menyerempet sex telah membuat seorang remaja lebih cepat memproduksi hormon testosterone. Khusus dalam penelitiannya Salti memberikan obyek berupa TV, Komputer dan Video untuk melihat dampak pengaruh tontonan pada percepat pubertas.

Dalam studi kali ini Roberto Salti memusatkan perhatian pada 74 anak-anak yang berusia 6 hingga 12 tahun dan selama 3 jam sehari rata-rata menonton TV. Di 7 hari lainnya mereka akan dibandingkan dengan tontonan TV, Komputer dan video games. Tidak lupa para anggota keluarga lainya juga diikutsertakan.

Di akhir studi tingkat hormon melatonin pada anak-anak mengalami kenaikan rata-rata 30% dan itu merupakan sebuah kenaikan yang biasa terjadi pada seorang remaja. Melatonin dikenal sebagai hormon untuk pemicu tidur. Namun kini hormon itu juga menjadi salah satu obyek penelitian pemicu pubertas dan masih menjadi debat.

  • Sakit Mata

Layar kaca TV yang menyilaukan membuat mata cepat lelah. Anda perlu memposisikan tubuh dengan tepat agar mata Anda bisa tetap aman saat menonton TV. Mata akan cepat lelah karena fokus melihat satu objek yang terlalu lama. Banyak anak-anak yang sudah memakai kaca mata minus akibat terlalu dekat menonton TV. Nah, atur posisi dan waktu untuk menonton TV sehingga Anda terhindar dari sakit mata.

  • Risiko Sakit Jantung

Berdasarkan analisis data yang dikumpulkan selama enam tahun dengan melibatkan 8.800 laki-laki dan perempuan di Australia (Usia 25 yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung), penelitian menemukan bahwa setiap satu jam menonton TV dapat meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung sebesar 18% dan risiko kematian akibat kanker sebesar 9%.

Hal ini berarti bahwa orang yang menonton TV lebih dari 4 jam memiliki 80% peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler selama periode waktu 6 tahun dibandingkan orang yang menonton kurang dari 2 jam setiap harinya.

  • Pemicu Pembekuan Darah

Penelitian dari Jepang yang menyimpulkan bahwa kebiasaan menonton TV melebihi 5 jam akan memicu terjadinya pembekuan darah. Hal tersebut tentu akan berpengaruh dengan kesehatan paru-paru. Pembekuan darah bisa mengakibatkan emboli paru atau gumpalan darah yang menyumbat arteri pulmonalis. Salah satu pencegahan penyakit emboli paru tersebut ialah dengan banyak melakukan kegiatan fisik sehingga aktifitas pasif seperti menonton TV terlalu lama perlu dihindari.

  • Kualitas Tidur Berkurang

Hormon Melatonin bekerja pada tubuh untuk mengatur ritme alami tubuh. Memaksakan mata untuk melihat monitor kaca televisi dapat menurunkan kadar hormon tersebut. Kualitas tidur berkurang jika Anda terjaga dalam waktu lama. Level hormon melatonin yang menurun juga ada kaitannya dengan pubertas dini pada anak wanita.

Kesimpulan

Televisi dapat memberikan dampak positif dan negatif dan jika dianalisa lebih jauh lagi dampak negatif  dari televisi lebih banyak daripada dampakpositif. Dilihat segi banyak dampak negatif televisi orangtua harus lebih tanggungjawab untuk mengawasi, mendampingi dan menseleksi acara televisi yang menjadi tontonan.

Sekian pembahasan mengenai efek bahaya terlalu lama menonton TV bagi kesehatan, seharusnya kita mulai mengantisipasi berbagai masalah kesehatan yang disebabkan karena kita terlalu lama menonton televisi setiap hari.

Masalah saat menonton televisi adalah pada durasi dan acara yang ditonton. Anda harus bersikap proporsional dalam hal ini. Mengisi waktu luang dengan olahraga adalah lebih baik karna menambah kualitas kesehatan pada tubuh kita. Demikian, semoga bermanfaat dan nantikan artikel lainnya.