Gigi Berlubang, Penyebab Dan Gejalanya

Rendahnya tingkat kesadaran dalam menjaga kebersihan dan pemeriksaan gigi secara rutin membuat banyak orang rentan terkena gangguan gigi berlubang. Terlebih letak gigi yang tersembunyi menjadikan banyak orang tidak peduli pada bagian tubuh satu ini. Jika dibiarkan terus menerus, gigi berlubang akan berpengaruh pada kesehatan, bahkan akan menimbulkan penyakit kronis yang berakibat pada kematian.

Padahal gigi merupakan organ yang penting bagi manusia. Gigi berfungsi untuk mengunyah dan menghaluskan makanan yang masuk ke dalam mulut sehingga mudah untuk ditelan dan dicerna oleh organ pecernaan. Selain itu gigi juga dapat dijadikan sebagi tolak ukur perawatan diri dan kesehatan seseorang, dimana gigi yang bersih dan terawat dengan baik mencerminkan seseorang yang perduli terhadap diri dan kesehatan tubuhnya.

Gigi berlubang merupakan salah satu masalah mulut yang cukup serius, Anda harus mengetahui secara pasti penyebab gigi berlubang dan cara mengatasinya. Ini wajib untuk Anda ketahui, tidak hanya untuk Anda sendiri tetapi juga untuk keluarga atau orang yang Anda sayangi. Tentu saja Anda tidak akan tega jika keluarga Anda mengalami rasa sakit gigi yang menyiksa. Oleh sebab itu, simak dengan baik ulasan penyebab gigi berlubang berikut untuk menambah wawasan Anda. Gigi berlubang dapat terjadi pada semua orang tanpa melihat usianya.

Penyebab Gigi Berlubang

Penyakit gigi berlubang dalam bahasa medis disebut dengan Caries Dental merupakan penyakit yang banyak terjadi di masyarakat, penyakit ini dapat mengenai anak – anak hingga orang tua. Kebanyakan orang beranggapan penyakit ini merupakan penyakit yang sepele, namun rasa sakit yang ditimbulkan oleh penyakit ini cukup dapat mengganggu aktivitas sehari – hari. Berikut ini penyebab gigi berlubang

1. Adanya Bakteri

Bakteri merupakan penyebab gigi berlubang yang cukup serius, dimana bakteri ini dapat membuat kesehatan gigi semakin buruk. Bakteri yang terdapat dalam mulut dapat menjadi penyebab adanya pengikisan email yang dapat meretakkan gigi bahkan membuat gigi berlubang. Gula adalah zat yang sering membuat gigi cepat retak dan berlubang. Dimana bakteri yang ada dalam mulut akan mengubah sisa gula yang terdapat di mulut menjadi asam. Asam inilah yang menjadi penyebab gigi berlubang sakit.

2. Faktor Genetik Atau Keturunan

Pengaruh genetik pada perkembangan fisiologis manusia sangatlah besar. Sama seperti warna rambut dan tinggi badan yang secara garis besar dipengaruhi oleh faktor keturunan atau genetik, hal inipun berlaku pada kesehatan gigi. Jadi, jangan berpikir bahwa seberapa baik gigi kita itu ‘hanya’ bergantung pada kebiasaan kita merawatnya. Gen dapat menentukan seberapa keras enamel gigi Anda. Inilah fenomena mengapa Anda yang rajin memperdulikan giginya saja masih terkena gigi berlubang sementara mereka yang hobi makan permen karet dan manisan justru terhindar dari masalah ini. Terdengar tidak adil memang.

3. Timbulnya Plak Pada Gigi

Secara alami mulut kita mengandung berbagai jenis bakteri yang biasanya berkembang melalui makanan dan minuman yang mengandung beberapa zat tertentu seperti gula. Ketika kandungan zat gula tersebut tidak segera dibersihkan dari gigi, maka bakteri akan cepat menyerang gula tersebut dan memproduksi asam.

Bakteri- bakteri tersebut akan membentuk plak bakteri. Plak adalah lapisan tipis (biofilm) lengket yang melapisi gigi yang mengandung mikroorganisme yang baik maupun jahat yang bergabung dengan sisa-sisa makanan. Plak terbentuk dengan tekstur agak kasar yang terlihat pada gigi belakang terutama di dekat dengan gusi. Jika plak terus menumpuk, maka hal tersebut dapat menyebabkan karang gigi.

Kandungan zat asam dalam plak dapat menghilangkan mineral gigi atau enamel gigi. Erosi ini dapat menyebabkan lubang kecil atau lubang pada enamel. Setelah enamel gigi menjadi aus, bakteri dan asam dapat mencapai lapisan gigi yang lebih dalam atau yang disebut dentin. Dentin gigi merupakan lapisan yang lebih lembut dari enamel dan memiliki sifat yang kurang tahan terhadap asam. Pada saat kerusakan gigi terus berkembang, bakteri dan asam akan bergerak ke bagian yang lebih dalam dari gigi (pulp) yang berisi saraf dan pembuluh darah yang pada akhirnya akan membuat bagian pulp menjadi bengkak. Hal ini akan mengakibatkan sakit gigi yang parah.

4. Sikat Gigi Yang Salah

Sikat gigi juga merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan gigi Anda. Dengan menggunakan sikat gigi yang tepat, maka gigi Anda tidak akan mudah terkikis dan tetap sehat. Sikat gigi yang benar yaitu yang memiliki bulu lembut, tidak kasar. Jika bulu sikat gigi kasar, maka dapat membuat lapisan email cepat mengikis dan membuka lapisan tengah gigi Anda terbuka. Jika sudah terbuka, akan lebih berpotensi untuk berlubang karena sangat sensitif dan mudah sakit. Selain itu, perhatikan juga kebersihan sikat gigi Anda. Ini juga merupakan penyebab gigi berlubang. Jangan digunakan terlalu lama, setidaknya dalam waktu 3 bulan Anda sudah harus menggantinya.

5. Mulut Kering

Kondisi mulut kering tentu tidak baik untuk gigi. Air liur yang rendah bisa mengurangi kinerjanya dalam membersihkan permukaaan gigi serta menetralisir asam di dalam mulut. Mulut yang kering bukan berarti Anda jarang minum, tetapi faktor terbesarnya bisa datang dari beberapa jenis obat-obatan seperti antihistamin, antipsikotik, antiepilepsi, antidepresan trisklik atau TCA dan penyakit sindrom sjogren yang mana efeknya membuat mulut kering. Bila Anda memang menderita suatu gangguan penyakit yang diwajibkan dokter konsumsi obat yang salah satunya tercantum sebelumnya, maka selalu ingat untuk menjaga mulut tetap terhidrasi dengan baik. Jangan sampai kering.

6. Makanan Manis

Penyebab gigi berlubang selanjutnya adalah gula. Kita pasti sudah sering mendengar opini yang mengatakan bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan manis bisa merusak gigi. Hal ini memang ada benarnya karena gula atau makanan manis bisa memperparah kerusakan pada gigi. Bakteri yang tadinya berkumpul menjadi plak biasanya membutuhkan gula sebagai sumber energi. Gula menyebabkan koloni bakteri tersebut berkembangbiak dengan cepat sehingga plak yang terbentuk semakin tebal dan banyak. Beberapa jenis bakteri dalam mulut malah mengubah gula menjadi semacam lem yang mereka gunakan untuk menempelkan diri ke permukaan gigi. Inilah yang menyebabkan bakteri tak mudah dibersihkan oleh air liur atau sikat gigi.

7. Cara Menyikat Gigi Yang Tidak Benar

Penyebab gigi berlubang yang paling sering terjadi yaitu karena cara menyikat gigi yang tidak benar. Dalam hal ini, cara menyikat gigi yang benar yaitu dengan menyikat gigi dari atas ke bawah ataupun sebaliknya. Bukan dari kanan ke kiri ataupun sebaliknya. Selain itu, sebaiknya dilakukan selama 1 sampai 2 menit. Akan lebih baik jika menyikat gigi dilakukan didepan cermin, maka kotoran akan mudah terlihat. Anda harus memastikan bahwa bakteri penyebab gigi berlubang tidak ada lagi.

Awal Mulai Kerusakan Gigi

Penyakit gigi berlubang disebabkan oleh kerusakan gigi, sebuah proses yang terjadi dari waktu ke waktu. Ini terjadi karena bakteri merusak permukaan yang keras (enamel) gigi Anda, sebuah proses yang dapat terjadi tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman yang nyata. Kerusakan gigi kemudian dapat berkembang pada lapisan lebih dalam dari gigi Anda dalam langkah-langkah berikut:

  • Bentuk Plak

Mulut Anda, seperti pada bagian lain dari tubuh Anda, secara alami terdapat berbagai jenis bakteri. Beberapa bakteri ini berkembang pada makanan dan minuman yang mengandung beberapa bentuk gula, juga dikenal sebagai fermentasi karbohidrat. Ketika gula ini tidak dibersihkan dari gigi akan dimakan oleh bakteri dan memproduksi asam

. Bakteri, asam, partikel makanan dan air liur kemudian membentuk menjadi plak gigi, seperti selaput lengket yang melapisi gigi. Jika Anda menggerakan lidah pada gigi, Anda mungkin dapat merasakan plak ini terbentuk dalam beberapa jam setelah gigi Anda disikat. Plak ini terasa sedikit kasar dan lebih terlihat pada gigi belakang atau gigi geraham Anda, terutama dekat dengan gusi Anda.

  • Serangan Plak

Asam dalam plak menghapus mineral pada gigi Anda yang keras, enamel luar. Pengikisan ini menyebabkan bukaan yang kecil atau luba

ng dalam enamel, tahap pertama efek gigi berlubang. Setelah enamel menghilang, bakteri dan asam dapat mencapai lapisan berikutnya dalam gigi Anda, disebut dentin gigi. Lapisan ini lebih lembut dan kurang tahan terhadap asam daripada enamel.

  • Kerusakan Berlanjut

Bakteri dan asam melanjutkan perjalanan mereka melalui gigi Anda, bergerak di gigi bagian dalam (pulpa) yang berisi saraf dan pembuluh darah. Pulpa menjadi bengkak dan menyakitkan. Tulang pendukung gigi Anda juga mungkin akan terpengaruh. Ketika pembusukan sampai sejauh ini, Anda dapat mengalami sakit gigi berlubang yang parah, gigi sensitif, nyeri saat menggigit atau gejala lainnya. Tubuh Anda juga dapat menanggapi serangan bakteri gigi ini dengan mengirim sel-sel darah putih untuk melawan infeksi. Hal ini dapat mengakibatkan abses gigi.

Gejala Dan Ciri-Cirinya

Gigi berlubang berdarah dapat menimbulkan beberapa gejala dan ciri-ciri yang dapat berdampak pada aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Sakit dari gigi yang berlubang dapat menyebabkan pembengkakan dan radang pada gusi sehingga akan terasa nyeri dan sakit ketika gigi bersentuhan dengan makanan

1. Bau Mulut

Gejala gigi berlubang atau karies gigi yang paling mudah dikenali, tetapi banyak diabaikan oleh banyak orang adalah bau mulut. Bau mulut diakibatkan oleh perkembangan bakteri pada rongga mulut. Bakteri ini berkembang biak dengan cara mendekomposisikan sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi. Sisa makanan ini tertinggal di sana karena umumnya orang malas untuk berkumur atau menggosok gigi usai makan, terutama setelah makan malam. pembusukan dari hasil dekomposisi bakteri inilah yang menyebabkan adanya bau mulut.

2. Nyeri Gigi Yang Tajam, Berdenyut Dan Konstan

Berbeda dengan rasa ngilu yang tajam dan sesaat ketika kita menggigit makanan, rasa nyeri yang satu ini terjadi seperti berdenyut. Selain itu rasa nyeri yang tajam ini terjadi secara konstan dan frekuensinya sangat sering. Pada tahap ini saraf-saraf pada gigi telah terekspos sehingga memungkinkan kontak dengan apapun yang ada di dalam rongga mulut. Di dalam rongga mulut selalu ada air liur. Kontak saraf yang terekspos dengan air liur ini bisa menyebabkan rasa nyeri yang tajam dan konstan ini, yang sering terasa seperti berdenyut.

3. Gusi Bengkak

Gusi bengkak merupakan salah satu gejala yang mendahului gigi berlubang. Gigi yang mulai akan berlubang telah menampung banyak bakteri. jika bakteri ini telah berkembang biak secara lanjut dan telah meluas, maka gusi akan terpengaruh kondisi kotor di sekitar sarang bakteri. ketika tubuh kekuarang vitamin dan dikombinasikan dengan keadaan kotor yang diakibatkan oleh bakteri tersebut, maka gusi bisa mengalami peradangan atau bengkak. Jika hal ini terjadi maka kita perlu mewaspadai karena hal ini merupakan salah satu gejala gigi berlubang.

Cara Pencegahan

Gigi berlubang dapat menimbulkan banyak bahaya oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk dapat mencegah gigi berlubang. Berikut ini beberapa cara mencegah gigi berlubang yang dapat kita lakukan

1. Mengkonsumsi Gizi Yang Tepat

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya gigi berlubang adalah dengan mengkonsumsi gula yang lebih sederhana (sukrosa atau gula meja), karena hal itu akan dapat mengurangi jumlah bakteri yang memproduksi asam dalam mulut. Dengan mengkonsumsi kalsium, fosfor, vitamin A, D dan C yang cukup, dapat membantu pembentukan enamel gigi yang sehat dan kuat.

2. Melakukan Pembersihan Sela Gigi

Sela gigi merupakan tempat rutin sisa sisa makanan sering tersimpan di dalamnya dalam jangka waktu lama. Jika tidak dibersihkan, maka sisa makanan ini akan menjadi penyebab gigi berlubang. Anda dapat membersihkan sela gigi dengan menggunakan benang gigi atau dental floss. Jadi tidak ada lagi sisa makanan penyebab gigi berlubang pada gigi anda.

3. Berkumur Dengan Air Hangat

Selanjutnya anda juga dapat mengobati sakit kepala akibat gigi berlubang menggunakan air hangat. Jika anda menggunakan air hangat untuk berkumur, maka kotoran pada gigi berlubang yang menyebabkan sakit kepala dapat segera diatasi.

4. Mencabut Gigi Berlubang

Beberapa gigi dapat menjadi busuk begitu parah dan tidak dapat dikembalikan dengan pengobatan apapun, gigi ini harus dihilangkan. Anda bisa pasang gigi palsu jika Anda mau.

5. Mengurangi Kebiasaan Ngemil Diantara Waktu Makan 

Setiap kali mengkonsumsi makanan ringan, hal tersebut akan diikuti oleh serangan asam pada gigi. Kebiasaan ngemil sepanjang hari dapat menyebabkan gigi dihujani zat asam secara terus menerus. Untuk itu, sebaiknya Anda mengurangi kebiasaan ngemil agar terhindar dari resiko kerusakan gigi.

Demikian artikel mengenai penyebab gigi berlubang dan juga cara tepat untuk mengatasinya, semoga apa yang telah disampaikan dapat bermanfaat untuk anda