Mata Terbuka Saat Tidur, Berikut Ini Bahaya Yang Ditimbulkan

Pernahkah kalian menemukan sahabat atau saudara Anda sendiri saat tidur matanya nggak tertutup atau kelopak matanya terbuka setengah. Nah, didalam dunia medis hal ini justru dapat menimbulkan problem bagi kesehatan orang yang mengalami hal tersebut. Kondisi ini disebut dengan Nocturnal Lagophtalmos yang berarti (Nocturnal = malam) dan (Lagophtalmos = mata tidak dapat menutup sempurna).

Penyebab masalah ini karena adanya anomali atau kelainan pada mata khususnya pada bagian kelopak mata dimana tidak dapat menutup dengan sempurna, dikarenakan adanya kelemahan saraf mata yang fungsinya untuk menutup kelopak mata saat dalam keadaan tertidur lelap. Nah, ketidakmampuan untuk sepenuhnya menutup kelopak mata dapat menyebabkan iritasi mata.

Kelainan ini ada yang ringan hingga berat sehingga sedikit banyak dapat mempengaruhi kesehatan mata. Kemungkinan besar Keadaan ini dapat memicu timbulnya kelainan pada bola mata karena lebih lama terekspos dengan dunia luar sehingga air mata juga tidak dapat terdistribusi dengan merata dan ada dua alasan yang menyebabkan kondisi ini, antara lain adalah.

  • Faktor Keturunan

Menurut beberapa peneliti, tidur dengan mata terbuka pada anak dapat dikarenakan masalah keturunan. Jika Anda atau pasangan Anda memiliki kebiasaan tidur dengan mata terbuka, ada kemungkinan bahwa anak Anda akan mewarisi perilaku yang sama.

  • Kerusakan Saraf

Beberapa dokter telah menyatakan bahwa tidur dengan mata terbuka bisa menjadi tanda dari kerusakan saraf wajah, berbagai jenis tumor atau bahkan masalah tiroid. Jika Anda melihat anak Anda tidur dengan mata terbuka untuk waktu yang lama maka berkonsultasi dengan dokter.

Bahaya dari kebiasaan tidur dengan mata terbuka adalah mata bisa menjadi kering karena mata tidak tertutup dan senantiasa terpapar udara lingkungan. Padahal cairan di mata penting untuk melindungi mata dari serangan debu atau bakteri. Mata yang kering akan mengakibatkan gangguan penglihatan hingga infeksi mata.

Bahaya Yang Ditimbulkan

Nocturnal Lagophthalmos juga bisa terjadi pada anak kecil atau orang lanjut usia. Namun anak kecil akan membaik kondisinya dan tidak lagi tidur dengan mata terbuka seiring bertambahnya usia mereka. Sementara orang lanjut usia mengalami hal ini karena perubahan pada jaringan kelopak mata.

Beberapa orang melakukan treatment dengan menutup mata menggunakan eye mask saat tidur. Ada juga yang memaksa menutup mata dengan plester. Ada juga yang menggunakan tetes mata buatan di malam hari agar di pagi harinya mata tidak terlalu kering.

Menurut sebuah studi American Academy of Ophthalmology EyeNet Magazine, fungsi mata menutup dan berkedip diperlukan agar lapisan air mata dan kornea tetap sehat. Sementara itu orang-orang yang mengidap lagophthalmos akan mengalami peningkatan rasa pedih di mata, serta nyeri di pagi hari karena kondisi mata yang kering dan kondisi seperti ini dapat meningkatkan resiko infeksi pada kornea seperti keratitis (radang selaput kornea) dan hal yang lebih buruk adalah Ulkus Kornea karna dapat membentuk lubang pada kornea dan hal ini terjadi pada manusia kurang lebih sekitar 10 % pada populasi manusia di dunia.

Menurut dari hasil penelitian US Vision Center of Excellence, sensasi adanya benda asing juga mungkin dialami oleh orang-orang dengan kerusakan kornea. Rabun jauh, stroke atau Bell palsy , kelemahan otot dan kondisi ini menyebabkan jaringan parut pada kornea rusak yang mengakibatkan gangguan penglihatan sementara maupun permanen (kebutaan) dan resiko ini mungkin muncul pada mereka yang mengalami Nocturnal Lagophthalmos.

Menurut dr Sawitri Boengas SpM, jika ada saudara, teman, suami, istri atau anak yang mengalaminya, upayakan membantu memejamkan kelopak mata. Karna  tindakan tersebut untuk menghindari kekeringan pada kornea mata.  Kelopak mata yang tidak tertutup penuh memungkinkan indra penglihatan terekpos dunia luar dalam waktu lama. Padahal refleks mengedip saat tidur tidak sekuat dan sesering saat seseorang terjaga dan  Lama-kelamaan mata bisa kering.

Refleks berkedip merupakan respon tubuh untukk melindungi mata. Bentuk perlindungannya adalah memompa air mata keluar agar organ penglihatan tetap terlindung. Air mata akan dibuang melalui saluran air mata. Lokasinya disudut kelopak mata dekat pangkal hidung.

Saluran tersebut masuk ke hidung dan berakhir ditenggorokan, karna sebab itu, saat menangis kita selalu keluar ingus bening dari hidung. Efek mata kering sangat cepat terjadi pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran. Misalnya, pasien yang dianestesi saat menjalani operasi. Atau pasien yang mengalami koma (tak sadar). Jika kelopak matanya tak segera ditutup, dalam satu-dua hari mata pasien akan mengering.

Cara Mengatasinya

Beberapa ahli mata menyebutkan tindakan operasi atau pembedahan terkadang diperlukan untuk memperbaiki kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna. Selain itu penggunaan tetes mata juga diperlukan sebagai pelumas mata untuk mencegah kekeringan pada kornea mata tergantung pada penyebabnya.

terkadang dokter juga merekomendasikan menggunakan air mata buatan atau salep untuk kornea yang digunakan pada malam hari. Metode pengobatan lain termasuk menanamkan emas yang berbobot ke kelopak mata atas guna memudahkan penutupan mata, serta memakai masker mata yang menggunakan tekanan.

Sekian artikel dari kami tentang mata terbuka saat tidur dan kita wajib menjaganya dengan sebaik-baiknya. Semoga sedikit tulisan saya berikut dapat memberikan informasi mengenai kesehatan mata anda. Sehingga tidak lagi menyepelekan hal-hal yang tampak ringan tapi sebenarnya dapat membahayakan anda.