Parasit Mengerikan Yang Hidup Di Tubuh Manusia

Semua pasti setuju kalau menjaga kesehatan tubuh itu sangatlah penting. Tapi tak cuma menjaga tubuh dari serangan bakteri dan virus, menjaga tubuh dari serangan parasit itu juga tak kalah penting. Namun tak selamanya kekebalan tubuh manusia selalu dalam kondisi optimal. Saat tubuh lemah atau sedang sakit pertahanan imun ini akan mudah ditembus. Parasit dapat menyerang manusia dan hewan, seperti menyerang kulit manusia. Parasitoid adalah parasit yang menggunakan jaringan organisme lainnya untuk kebutuhan nutrisi mereka sampai orang yang ditumpangi meninggal karena kehilangan jaringan atau nutrisi yang dibutuhkan.

Anehnya, hewan parasit mengerikan yang hidup bersarang di tubuh manusia ini meski ukuran tubuh mereka dapat dikatakan tidak kecil dan tampak terlihat jelas dengan pandangan mata. Bukankah Ikan, Belut, Laba-laba dan Kecoa begitu besar? Lalu bagaimana cara mereka dapat ‘menumpang’ hidup di tubuh manusia apalagi sampai tumbuh berkembang biak. Tak dapat dibayangkan betapa menyeramkannya bila hewan parasit mengerikan yang bisa hidup bersarang dalam tubuh manusia ini juga terjadi pada kita. Berikut ini adalah jenis-jenis parasit mengerikan yang ada di tubuh manusia.

1. Loa Loa – Cacing Menggeliat-geliut di Mata

Di pagi hari ketika Anda sedang menyiapkan diri Anda di depan cermin, Anda merasa ada sesuatu yang aneh di mata Anda. Anda melihat mata Anda lebih dekat lagi di cermin dan betapa terkejutnya Anda melihat hal yang mengerikan. Ada cacing yang menggeliat-geliut di mata Anda. Jika begini keadaannya maka itu berarti Anda telah menjadi inang bagi parasit Loa Loa. Terkadang disebut juga sebagai cacing mata, parasit ini berasal dari gigitan lalat kuning.

Cacing yang dapat bertahan hidup hingga 17 tahun ini dapat bergerak sepanjang jaringan tubuh Anda, menyebabkan pembengkakkan dan iritasi namun yang paling mengerikan adalah ia dapat bergerak ke jaringan mata Anda. Terlebih lagi, Anda sendiri dapat merasakan cacing tersebut bergerak di sekitar mata Anda. Untungnya adalah cacing ini relatif mudah untuk diatasi baik dengan obat-obatan atau operasi kecil.

2. Botfly – Larva Lalat Hidup Dalam Tubuh dan Dapat Didengar

Spesies lalat satu ini mempunyai pilihan sarang yang berbeda yaitu kulit manusia. Lalat betina dari bot fly akan menangkap seekor nyamuk, menanamkan telurnya di nyamuk tersebut dan membiarkannya pergi. Saat si nyamuk menghisap darah si inang, telur tersebut akan jatuh ke tempat gigitan nyamuk dan larva botfly ini akan merayap masuk ke luka gigitan itu. Larva itu kemudian akan mulai memakan otot-otot di sekitar kulit, membuat sebuah lubang yang mungkin tidak terlihat untuk pernapasan mereka.

Yang mengerikannya adalah orang-orang yang terinfeksi parasit ini melaporkan bahwa mereka dapat merasakan si larva bahkan mendengar si larva merayap. Sesudah parasit ini siap memasuki fase pupa mereka maka larva parasit mengerikan tersebut akan merayap keluar dari bekas gigitan nyamuk dan jatuh ke tanah memasuki tahap pupa. Sebuah operasi diperlukan untuk menghilangkan lalat dalam kulit ini.

3. Belut Hidup bersarang di Anus Pria Maho

Sudah dibilang menonton Film porno tak ada untungnya, selain tak hanya merusak otak karena selalu berpikiran kotor, film porno juga bisa menyebabkan seseorang menjadi nekat melakukan hal-hal yang bisa membahayakan nyawa orang lain termasuk diri sendiri. Seperti yang dilakukan seorang pria maho asal China. Karena terinspirasi film porno, ia memasukkan belut hidup ke anusnya sendiri.

Pria asal Guangdong, China ini harus menghadapi pisau operasi setelah dilaporkan ada belut hidup yang terjebak di dalam rongga tubuhnya. Pria tersebut memasukkan belut rawa Asia sepanjang 20 inci ke dalam anusnya sendiri, terinspirasi dari adegan film porno yang ditontonnya. Belut dilaporkan telah mengunyah sebagian ususnya, melubangi usus besar dan terjebak di rongga tubuhnya. Sebuah grafis sinar-X menunjukkan seberapa jauh belut telah masuk ke tubuh pria tersebut.

4. Ikan Berenang di Paru-paru Bocah 12 Tahun

Aneh tapi nyata, Anil Barela adalah seorang anak laki-laki berusia 12 tahun asal Madya Paresh, India. Di India sendiri, masih ada tradisi aneh yang meminta anak-anak menelan ikan saat mereka menginjak akil balik. Tradisi ini dilakukan sebagai pertanda bahwa mereka sudah bukan anak-anak lagi.

Suatu hari, Anil tengah bermain bersama teman-temannya di sungai. Sepulangnya dari sana, ia kemudian mengeluh mengalami gangguan pernafasan dan kesulitan bernafas. Setelah ditanya, Anil mengaku bermain menelan ikan hidup-hidup dengan teman-temannya di sungai tadi. Apabila teman-temannya menelan ikan tersebut bulat-bulat, Anil justru membiarkan ikan masuk ke dalam paru-paru dengan cara menarik nafas saat ikan masuk ke dalam tenggorokan. Ikan tersebut akhirnya dapat hidup di dalam paru-paru karena ada air di dalamnya.

Setelah diperiksa oleh dokter, Anil disarankan menjalani operasi. Dan memang benar, dokter menemukan ikan dalam kondisi hidup di dalam paru-paru dan berenang seperti umumnya. Untungnya si ikan berhasil dikeluarkan dan akhirnya mati tak lama kemudian.

5. Gemar Makan Sashimi, Tubuh Pria Ini Digerogoti Cacing Pita

Anda pecinta kuliner Jepang, sushi dan sashimi? Ada baiknya Anda lebih berhati-hati saat mengonsumsinya. Pasalnya, seorang pria asal China hampir mati karena kegemarannya mengonsumsi sashimi, menu irisan daging mentah yang terdapat pada sushi. Mulanya, pria yang tak mau disebutkan namanya itu merasakan sakit yang luar biasa di perutnya, juga gatal-gatal diseluruh tubuh. Ia pun pergi ke dokter untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit Rakyat di Provinsi Guandong di China timur.

Dari hasil pemeriksaan dengan pemindaian pada tubuh si pria, dokter menemukan sebuah kondisi yang membuat bulu kuduk berdiri. Hasil pemindaian itu memperlihatkan seluruh tubuh bagian dalam pria itu dipenuhi cacing pita. Kondisi tersebut disinyalir lantaran sang pria kerap mengonsumsi ikan mentah yang telah terkontaminasi. Dalam situs That’smags, Dr Yin dari Rumah Sakit Guangzhou tersebut mengatakan bahwa makanan yang terkontaminasi telur cacing pita bisa menyebabkan cysticercosis — kondisi ketika cacing dewasa masuk ke aliran darah seseorang. Jika cacing pita tersebut sudah mulai menggerogoti otak, maka bisa menyebabkan kematian.

Lebih lanjut Dr. Yin menjelaskan, infeksi cacing pita pada manusia lewat sushi atau sashimi bisa terjadi akibat ikan mentah yang dimakan terinfeksi cacing yang masih dalam tahap larva. Ketika ikan mengonsumsi cacing pita, maka larva yang menetas menempel pada dinding usus ikan dan cacing menginfeksi dagingnya. Karena sushi tidak dimasak, larva bisa berpindah ke daging manusia yang memakan ikan terkontaminasi tersebut. Sekali manusia terinfeksi, cacing pita akan tumbuh di dalam usus bisa mencapai hingga sepanjang 15 meter dalam waktu beberapa minggu.

Cacing itu bisa terus bertahan hidup sampai beberapa tahun. Tak hanya tinggal dalam tubuh manusia, cacing yang bisa tak terdeteksi selama beberapa pekan bahkan beberapa bulan mampu bertelur yang kemudian bakal menginfeksi bagian lain dari tubuh manusia. Gejala-gejala orang terinfeksi cacing pita termasuk mengalami demam, konstipasi atau perut terasa tak nyaman. Awalnya gejala termasuk ringan-sedang, sehingga penderita tak menyadari ada hal serius dalam tubuhnya. Jika larva cacing pita mulai bermigrasi ke bagian lain tubuh, mereka mulai menggerogoti hati, mata, jantung atau otak.

Hasil sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi ikan mentah atau yang tidak matang dapat mengakibatkan berbagai infeksi parasit. Dalam kasus ini, infeksi cacing pita terjadi setelah pasien menelan larva diphyllobothrium, yang ditemukan pada ikan tawar seperti salmon, meski yang sudah diasinkan atau diasap sekalipun. Salmon lahir di perairan air tawar, bermigrasi ke lautan, lalu kembali ke air tawar untuk bereproduksi.

Kasus infeksi cacing pita diketahui meningkat di area-area miskin dengan sanitasi yang buruk. Namun hal serupa juga ditemukan di negara maju. Diduga, peningkatan kasus di negara maju diakibatkan makin meningkatnya popularitas sushi dan sashimi. Demikian hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Canadian Family Physician.

Semoga artikel ini dapat membuat anda untuk lebih waspada dan menjaga kebersihan agar hewan parasit mengerikan yang hidup bersarang di tubuh manusia ini tidak terjadi kepada anda.