Rambut Rontok, Penyebab Dan Cara Mengobati

Rambut adalah mahkota bagi setiap manusia, khususnya untuk wanita, rambut dianggap juga sebagai hal yang sangat penting, disamping dapat mempercantik seorang wanita, rambut juga dapat dijadikan ajang untuk bergaya bagi seseorang namun sebelum membahas lebih detail mengenai penyebab rambut rontok, tahukah anda jika rambut yang normal akan tumbuh mengikuti siklus pertumbuhan yang normal pula? Alaminya rambut tumbuh pada fase Anagen yang berlangsung selama 3-4 tahun dan rambut akan beristirahat pada fase Telogen yang berlangsung sekitar tiga bulan. Pada akhir fase Telogen, rambut akan mengalami kerontokan dan digantikan dengan rambut yang baru.

Normalnya, seseorang akan kehilangan sekitar 100 helai rambut setiap harinya dan helai rambut baru bertumbuh pada waktu bersamaan menggantikan rambut yang rontok. Hilangnya rambut secara berlebihan masuk dalam kategori normal saat seseorang semakin tua. Namun, hilangnya rambut juga dapat disebabkan oleh penyakit atau obat tertentu.

Penyebab rambut rontok dari segi medis

Namun jika berlebihan, terkadang ada alasan medis yang menjadi penyebab kerontokan. Tapi kadang-kadang kerontokan rambut disebabkan oleh masalah kesehatan yang tidak terlihat dari luar. Apabila masalah kesehatan tersebut ditemukan dan diatasi, maka masalah rambut rontok biasanya juga akan menghilang dengan sendirinya. Berikut ini adalah penyebab-penyebab rambut rontok bila ditilik dari segi medis.

1. Alopecia Areata

Alopecia areata adalah penyakit gangguan autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut (struktur yang memuat akar rambut). Gangguan autoimun ini merupakan salah satu penyebab rontok rambut yang paling sering dialami orang-orang. Gangguan ini dapat menyerang pria maupun wanita, namun paling sering menyerang pria yang berusia di bawah 20 tahun, meskipun orang-orang dari segala usia juga dapat mengalaminya.

Penyakit ini ditandai dengan kerontokan rambut sehingga membentuk lingkaran pitak di kulit kepala. Meskipun begitu, alopecia areata jarang menimbulkan kebotakan total. Dalam beberapa kasus, kerontokan rambut bisa terjadi di bagian lain dari tubuh juga. Penyebab pasti dari gangguan autoimun ini belum diketahui, tetapi para ahli menduga bahwa ini mungkin dipicu oleh stres atau faktor genetik, misalnya karena memiliki riwayat keluarga pengidap diabetes tipe 1 atau rheumatoid artritis.

Saat ini belum tersedia obat untuk menyembuhkan alopecia areata, tetapi ada banyak pilihan pengobatan yang dapat membantu menumbuhkan kembali rambut yang rontok serta mencegah kerontokan rambut berlanjut. Konsultasikanlah dengan dokter Anda untuk mengetahui apakah Anda mengalami penyakit ini.

2. Stress

Segala macam trauma fisik dari mulai stress berat, pascamelahirkan, kecelakaan, penurunan berat badan signifikan atau penyakit serius, bahkan flu, hingga faktor emosional seperti perceraian, berkabung atau tekanan pekerjaan, bisa menyebabkan rambut rontok dalam jumlah besar walaupun hanya berlangsung sementara. Ini disebut juga telogen effluvium. Wanita yang mengalami telogen effluvium umumnya menyadari kerontokan rambut enam minggu hingga tiga bulan setelah pengalaman stress berat.

Siklus hidup rambut memiliki tiga fase penting yaitu masa pertumbuhan, masa istirahat dan masa rontok. Stress berat bisa mengganggu siklus rambut, sehingga mempercepat rambut mengalami kerontokan. Tandanya bisa dari helai rambut rontok dari akar (memiliki ‘kantung’ lonjong seperti bohlam di ujungnya). ‘Kantung’ ini berarti rambut tersebut telah melalui keseluruhan fase pertumbuhan, mengindikasikan siklusnya telah dipercepat akibat pengaruh stres.

3. Gangguan Kelenjar Tiroid

Hypotiroidisme adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak bekerja dengan optimal untuk memproduksi hormon yang terkait dengan metabolisme, serta pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Sementara hypertiroidisme adalah suatu kondisi medis di mana produksi hormon metabolisme justru berlebih, sehingga menyebabkan jantung berdebar, diare, mudah marah, gugup, kulit terasa lembap, lemah otot dan ekspresi mata yang selalu terlihat kaget. Hypotiroidisme mungkin menyebabkan beberapa gejala, termasuk kenaikan berat badan tanpa sebab, kelelahan, sembelit, depresi dan sulit berkonsentrasi. Rambut, kulit dan kuku mudah rapuh dan patah. Gangguan tiroid lebih umum ditemukan pada wanita, khususnya di umur 50-an.

4. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme atau tiroid kurang aktif adalah penyebab rambut rontok yang lainnya. Kelenjar tiroid bertanggung jawab untuk mengeluarkan hormon tiroid yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh, termasuk rambut Anda. Jika tiroid menjadi kurang aktif maka ia tidak menghasilkan cukup hormon tiroid sehingga memengaruhi pertumbuhan serta tekstur rambut pada kulit kepala, juga alis dan rambut di seluruh tubuh.

Sebuah penelitian tahun 2008 yang diterbitkan dalam Journal of Endocrinology Clinical and Metabolism melaporkan bahwa hormon tiroid secara langsung memengaruhi beberapa aspek anatomi rambut, mulai dari siklus pertumbuhannya hingga proses pigmentasi rambut. Penelitian lain yang dipublikasikan oleh Indian Journal of Dermatology pada tahun 2008 mencatat bahwa hipotiroidisme berkaitan dengan penyakit alopecia areata.

Penelitian ini juga menekankan perlunya pemeriksaan skrining oleh pasien pengidap gangguan autoimun alopecia areata yang sudah kronis. Selain kerontokan rambut, gejala lain dari hipotiroidisme ialah kenaikan berat badan, kelelahan, sembelit, depresi serta sulit berkonsentrasi. Diagnosis serta pengobatan hormon tiroid yang tepat dapat menormalkan kembali kadar hormon sehingga dapat menghentikan kerontokan rambut.

5. Rambut Rontok Akibat Penyakit Kulit Kepala

Kondisi kulit kepala yang tidak sehat dapat menimbulkan radang sehingga membuat rambut sulit tumbuh. Umumnya gangguan kulit yang menjadi penyebab rambut rontok parah antara lain ketombe, psoriasis dan kudis atau kurap. Bila penyakit sampai menimbulkan luka, maka itu juga dapat memicu kerontokan rambut permanen. Umumnya hal ini terjadi pada pasien lupus dan sarkoidosis (radang yang ditengarai dengan tumbuhnya granuloma pada paru-paru, kelenjar getah bening, hati, kulit, mata, hingga jaringan lain).

6. Penggunaan Bahan Kimia

Perawatan rambut yang terlalu berlebih dan disertakan dengan penggunaan bahan kimia menjadi salah satu penyebab rambut rontok yang sering terjadi dan biasanya berakibat fatal. Penggunaan pewarnaan rambut yang terlalu sering apalagi dalam dosis yang berlebihan dapat memicu kerusakan rambut. Oleh sebab itu, telitilah sebelum melakukan pewarnaan pada rambut. Selain itu zat kimia yang digunakan pada proses pelurusan rambut (rebounding) juga tidak baik untuk pertumbuhan rambut dalam jangka panjang. Terlebih proses pendiaman rambut selama 30 menit saat pelurusan rambut ini memperparah kerontokan yang akan dialami oleh rambut.

7. Jarang Keramas

Rambut rontok juga bisa disebabkan karena jarang keramas. Rambut akan menjadi berminyak dan juga lembab. Hal yang membuat rambut menjadi rontok, ketika adanya paparan sinar matahari yang membuat rambut bercampur dengan keringat. Kemudian rambut yang terdapat pada kulit kepala dapat terserap oleh folikel rambut dan menyebabkan rambut menjadi lepek. Selain itu, pada saat keramas usahakan jangan terlalu kencang menggosok kepala. Hal tersebut dapat merusak folikel rambut, karena hal tersebut juga dapat menyebabkan rambut menjadi rontok. Selain itu memilih shampo untuk rambut rontok juga harus diperhatikan.

Jenis Kerontokan Rambut

Istilah alopesia androgenik (Androgenic Alopecia), yang juga disebut kebotakan berpola, yang digunakan untuk menggambarkan rambut rontok yang disebabkan oleh faktor genetik. Kondisi ini dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan dan dapat mulai terjadi pada usia remaja atau awal dua puluhan.

  • Alopecia Areata adalah istilah yang mengacu pada kondisi dimana seseorang tiba-tiba mengalami kehilangan gumpalan rambut di satu lokasi tertentu tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini biasanya terjadi pada remaja dan orang dewasa muda. Sekitar 90% dari orang-orang dengan kondisi ini akan mendapatkan kembali rambutnya dalam beberapa tahun. Sayangnya, bagi mereka yang tidak rambut tidak tumbuh kembali, mereka akan mengalami kebotakan total.
  • Alopecia Involusional (Involutional Alopecia) mengacu pada hilangnya rambut secara normal akibat penuaan.
  • Alopecia Universalis adalah suatu kondisi di mana semua rambut pada tubuh, termasuk rambut wajah seperti alis dan bulu mata, rontok.
  • Trikotilomania adalah kondisi psikologis ketika seseorang sering menarik-narik rambutnya sendiri.
    Penyebab Rambut Rontok

Pengobatan

 

 

Untuk beberapa jenis kerontokan rambut, rambut tumbuh kembali tanpa pengobatan apapun, namun kadang juga diperlukan pengobatan tertentu seperti pengonsumsia obat ataupun prosedur pembedahan. Kadang dengan mengobati penyakit yang mendasari terjadinya kerontokan rambut, maka kerontokan rambut akan berkurang dan perlahan – lahan akan kembali normal. Dikenal beberapa jenis obat yang dapat dipakai untuk mengatasi rambut rontok, yaitu

  • Minoxidil, yang dioleskan dua kali perhari untuk menumbuhkan rambut dan mencegah kerontokan rambut lebih lanjut. Efek samping yang umum timbul pada penggunaan minoxidil berupa iritasi kulit.
  • Finasteride, umumnya digunakan dalam pengobatan alopesia androgenik. Dengan mengonsumsi satu pil perhari, banyak pengguna obat ini yang mengalami perlambatankerontokan rambut, dan beberapa bahkan mengalami pertumbuhan rambut baru. Efek samping dari finasteride meliputi disfungsi seksual, dan mempercepat pertumbuhan kanker prostat (jarang terjadi). Obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi wanita usia subur.

Cara Mengatasi Rambut Rontok Secara Alami

1. Sarapan

Selain untuk mengisi tenaga kita sebelum seharian memulai aktifitas, manfaat sarapan lainnya adalah untuk kesehatan rambut kita. Saat sarapan sebaiknya konsumsi makanan yang kaya akan protein, gizi dan vitamin yang baik untuk tubuh dan rambut. Kekurangan protein seperti (daging merah, telur, ayam dan lain sebagainya) dapat menghambat pertumbuhan keratin rambut. Maka dari itu kalau diantara kalian yang suka malas sarapan, ada baiknya mulai sekarang dicoba untuk tidak melewatkan waktu makan pagi ini.

2. Menggunakan Lidah Buaya

Kandungan dalam lidah buaya ternyata tak hanya mampu membuat rambut menjadi lebih sehat, tetapi juga lebih kuat dan mampu merangsang pertumbuhan rambut pada kulit kepala anda. Sebelum menerapkan cara ini basahi dulu rambut anda dan tunggu sampai setengah kering. Setelah itu usapkan lendir yang terdapat pada bagian daging lidah buaya. Usapkan pada rambut dan kulit kepala anda, biarkan 15 hingga 20 menit. Lakukan hal ini 2 hingga 3 kali dalam seminggu.

3. Kemiri

Kandungan minyak kemiri mampu membuat rambut menjadi lebih hitam, sehat dan mampu mengatasi masalah kerontokan rambut. Kandungan minyak kemiri mampu membuat akar rambut menjadi lebih kuat dan mampu merangsang rambut untuk tumbuh pada bagian kulit kepala anda. Cara menggunakannya yakni dengan menyangrai kemiri yang sudah ditumbuk kasar. Setelah disangrai kemudian tumbuk sampai halus dan mengeluarkan minyak. Selanjutnya usapkan minyak kemiri tersebut pada rambut anda. Langkah terakhir yakni kramas dengan shampo agar rambut anda bersih.

4. Buah Mangga, Yoghurt dan Kuning Telur

Cara mengatasi rambut rontok lainnya dengan buah mangga, yoghurt dan kuning telur. Pertama-tama siapkan beberapa potongan buah mangga dan 1 sendok makan yoghurt serta 2 butir kuning telur. Blender sampai halus dan kental setelah itu saring serat-serat kasar yang masih ada. Anda hanya membutuhkan serat yang halus untuk dioleskan kerambut rontok anda. Jika sudah terpisah, oleskan masker mangga, yoghurt dan kuning telur ke kepala anda secara merata. Beri sedikit pijatan di kepala. Diamka selama 10-15 menit, lalu bilas hingga bersih.

5. Bawang Putih

Selain untuk mencegah rambut rontok, bawang putih juga mampu untuk mengatasi rambut yang sudah terlanjur rontok karena bawang putih dipercaya dapat menghentikan kerontokan pada rambut baik yang parah sekalipun. Kandungan antibakteri yang terkandung pada bawang putih inilah yang berfungsi untuk memusnakan parasit serta dapat mengobati infeksi pada kepala. Cara penggunaanya ambil beberapa potong siung bawang putih lalu haluskan, anda juga bisa menambahkan minyak zaitun beberapa tetes lalu usapkan kepada rambut hingga merata. Diamkan sekitar 30 menit lalu bilas hingga bersih. Selain itu kandungan sulfur pada bawang putih juga mampu memperlancar sirkulasi darah pada folikel rambut. Untuk hasil yang maksimal lakukan kebiasaan ini setiap hari sebelum keramas.

Rambut rontok yang terjadi pada batas normal jumlah kerontokan memang sangat berbahaya. Demikian beberapa penyakit dengan gejala kerontokan rambut yang serius dan dalam jumlah yang banyak. Kesehatan rambut memang berhubungan dengan kesehatan beberapa anggota tubuh penting lainnya. Jika terjadi kerontokan rambut yang parah pada anda jangan anggap sebagai kasus yang sepele karena hal tersebut dapat menjadi salah satu gejala penyakit yang ada dalam tubuh anda. Semoga informasi berikut menambah wawasan anda.