Sakit Pinggang, Penyebab Dan Gejala Serta Cara Mengatasinya

Tak jarang sakit pinggang menjadi penyebab utama terganggunya pekerjaan. Meski terbilang banyak dialami, anda sebaiknya tetap waspada pada penyebab gangguan ini. Nyatanya, sakit pinggang bukan hanya disebabkan oleh salah postur. Sakit pinggang banyak penyebabnya, mulai dari yang ringan sampai pada penyebab yang berat, berikut ini beberapa penyebabnya

Penyebab Sakit Pinggang

Sakit pinggang merupakan sebuah kondisi rasa nyeri atau sakit yang muncul di daerah pinggang, diantara bagian panggul dan perut bawah pusar. Rasa sakit yang muncul dapat di satu titik atau menyebar, berlangsung sebentar maupun berkelanjutan, serta dengan tingkat rasa sakit yang ringan, sedang ataupun parah. Nyeri pada bagian pinggang menjadi masalah semua orang baik untuk usia muda maupun lanjut usia. Bahkan sekarang banyak anak-anak yang mulai mengeluhkan sakit pinggang saat sedang beraktifitas. Sakit pinggang berhubungan dengan sebuah kondisi jaringan antara otot, tulang, sendi, syaraf dan otot tendon pada bagian tulang belakang.

1. Pergeseran Cakram Tulang Belakang

Penyebab sakit pinggang belakang yang lebih serius adalah bergesernya cakram tulang belakang, hal ini bisa saja terjadi karena trauma yang sangat hebat ataupun trauma ringan pada tulang belakang yang sudah memiliki kelainan (mudah rapuh). Cakram tulang belakang (Discus Intervertebralis) merupakan sebuah bantalan yang berada diantara setiap tulang belakang manusia guna mempermudah pergeseran antar tulang.

Gejala yang diberikan penderitanya berupa sakit pinggang belakang yang menjalar ke bokong dan kaki, gejala khas ini disebut dengan istilah Skiatika dimana pergeseran cakram tulang belakang ini menekan salah satu cabang saraf yang mengurus persarafan kaki yakni saraf Ischiadicus. Gejala lain yang mungkin timbul adalah rasa kesemutan dan mati rasa yang terjadi hanya pada satu sisi kaki saja. Terapi untuk penyakit ini harus dilakukan oleh dokter karena membutuhkan pemberian obat-obatan anti nyeri hingga teknik operasi tergantung seberapa berat kondisi pergeseran yang terjadi.

2. Kasur Terlalu Keras Atau Lembut

Tak hanya kondisi penyakit saja yang berkemungkinan menjadi faktor penyebab dari sebuah kondisi penyakit pinggang di sebelah belakang. Tempat tidur yang kurang nyaman pun dapat menjadi pemicu, khususnya kalau anda tidak nyaman dengan kasur yang terlalu keras. Tapi terkadang kasur yang terlalu lembut dan empuk pun juga tak begitu enak dipakai.

Sakit pinggang bisa saja terjadi saking tidak nyamannya anda sewaktu tidur di atas kasur seperti itu. Sakit pinggang karena masalah kasur biasanya akan sangat dirasakan ketika bangun di pagi hari. Itulah yang menjadi alasan mengapa sangat penting memilih kasur yang tepat, baik dan nyaman. Dengan kasur yang tepat, sakit pinggang pun dapat dicegah.

3. Berat Badan

Orang dengan berat badan berlebih memiliki resiko tinggi untuk sakit pinggang. Khususnya bagi orang dengan berat berlebih pada bagian tengah, yang membuat panggul terdorong ke depan, menciptakan tekanan pada pinggang. Orang yang membawa beban ekstra juga dapat mengalami Sciatica (nyeri menjalar) dan sakit pinggang akibat bantalan tulang belakang yang menonjol atau penekanan pada syaraf dikarenakan kompensasi terhadap berat badan tersebut.

Menjaga berat badan yang sehat dengan pola makan dan olahraga tidak hanya mengurangi sakit pinggang yang ada, tapi juga dapat mencegah masalah punggung lainnya di masa yang akan datang. Contohnya, orang dengan berat badan berlebih dan obesitas memiliki peningkatan resiko untuk mengalami Osteoarthritis dengan bertambahnya usia.

4. Salah Bantal

Disampaikan oleh American Physical Therapy Association bahwa bantal tidur menentukan postur tidur yang tepat. Bantal yang benar adalah bantal yang mendukung bagian kurva tulang belakang hingga leher. Jadi saat sakit pinggang terjadi, kemungkinan bukan hanya kasur saja yang perlu dicurigai, melainkan bantal anda berpotensi menjadi masalah utama juga.

Ada baiknya untuk memilih bantal yang berbahan khusus sehingga posisi tidur jauh lebih nyaman dan esok paginya nyeri pinggang tidak dialami. Bila bantal anda yang sekarang kurang nyaman, gantilah dengan yang terbuat dari viskoelastik atau bantal isi ulang air. Posisi tidur yang baik didukung dengan sempurna oleh bantal-bantal tersebut.

5. adanya Cedera Pada Sendi

Terjadinya cidera sendi yaitu pada sendi bagian tulang belakang mendapat tekanan dari tulang rawan hingga merubah posisi syaraf tulang belakang tersebut. Hal ini terjadi karena seringnya mengangkat beban yang terlalu berat dan adanya salah gerak saat menjalani aktifitas, cedera pada sendi biasanya hanya terjadi pada orang dewasa khususnya para orang lanjut usia

6. Penyakit Osteoporosis

Penyakit osteoporosis merupakan suatu penyakit yang menyerang tulang, yang menyebabkan tulang rapuh dan lemah, sehingga tulang tidak dapat menjalani fungsinya secara normal. Pada kasus tertentu, penyakit osteoporosis lebih banya menyerang kaum perempuan terutama yang telah mengalami menopause.

Perubahan hormon tubuh akibat menoupose ini dapat melemahkan fungsi kalsium pada tubuh akibatnya memicu sakit pinggang yang berkepanjangan. Pada sebagian penderita sakit pinggang akibat penyakit osteoporosis sebenarnya dapat dicegah sejak awal dengan selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat kalsium sejak masih masa pertumbuhan sampai beranjak dewasa

7. Patah Tulang

Nyeri atau sakit pada pinggang bagian belakang juga dapat disebabkan oleh patah tulang, di mana hal ini biasanya memicu rasa sakit pinggang belakang sebelah kiri. Patah tulang ini juga kerap diistilahkan dengan sebutan cedera lumbar karena tulang belakang lumbarlah yang kerap terpengaruh oleh fraktur.

Tak hanya lumbar, scrum tulang pun juga tergolong umum mendapatkan pengaruh ketika tulang patah. Rasa sakit pinggang yang dirasakan bakal terlokalisasi oleh cedera lumbar ini. Nyerinya pun bakal terpancar hingga ke area sekelilingnya sehingga akan semakin parah rasanya. Penderita akan kesakitan begitu mereka menggerakkan tubuh.

Gejala

Ciri ciri penyakit sakit pinggang sendiri pada umumnya seperti orang yang mengalami pegal linu di seluruh badannya. Jika orang yang pegal linu akan merasakan sakit dan pegal-pegal di seluruh badannya, sedangkan orang yang terkena sakit pinggang, sudah pasti hanya bagian pinggang dan belakang tubuhnya saja yang terasa sakit dan pegal.

  • Sakit terjadi secara tiba-tiba, biasanya datang ketika penderitanya selesai melakukan aktivitas yang bisa membuat pinggangnya sakit.
  • Sakit pada pinggang yang tidak tertahan kan, terkadang hal ini membuat tidak nyaman saat berbaring, otomatis tidur terlentang pun akan sangat menyiksa, jadi sebaiknya tidur menyamping ke kanan saja.
  • Rasa sakit bisa menyebar ke seluruh belakang tubuh seperti pundak, bahu, selangkangan, bahkan daerah kemaluan.
  • Rasa sakit bisa datang secara mendadak saat buang air kecil.
  • Sakit pinggang ketika buang air kecil lebih sering terjadi dan warna urine berubah menjadi warna merah muda, kecokelatan atau merah.
  • Sakit saat buang air kecil, hal ini bisa diakibatkan oleh sakit pinggang yang disebabkan adanya gangguan pada ginjal.
  • Sakit yang disertai rasa mual dan muntah.
  • Sakit pinggang berlangsung lama, menandakan penyakit sakit pinggang yang disebabkan oleh penyakit batu ginjal yang sudah parah.
  • Sakit pinggang tidak tertahan kan dan disertai gejala demam dan menggigil.

Pada umumnya, sebagai gejala utama dari sakit pinggang, tentunya akan ada rasa sakit atau nyeri di bagian tersebut. Jenis sakit pinggang sendiri ada beberapa dan gejalanya pun tergantung dari penyebabnya. Penting untuk diketahui bahwa sakit pinggang yang disebabkan oleh saraf tidaklah sama dengan sakit pinggang dikarenakan gangguan ginjal. Di bawah ini sedikit penjelasan jenis rasa nyeri atau sakit yang cukup umum dialami oleh banyak orang.

  • Nyeri Aksial

Pada tipe nyeri satu ini, istilah lain yang kerap digunakan adalah nyeri mekanis. Tanda ini cukup sering dialami oleh seseorang yang mengalami rasa sakit pinggang belakang. Rasa nyeri dengan definisi rasa tumpul atau tajam, terjadi secara konstan, muncul dan hilang adalah yang dinamakan juga dengan nyeri aksial ini. Penyebab dari jenis nyeri ini pada umumnya adalah ketegangan pada otot.

  • Referred Pain atau Nyeri Kiriman

Dikarakteristikan dengan nyeri tumpul dan dan tidak enak yang berpindah dan intensitasnya berbeda-beda. Arti dari berpindah tersebut adalah rasa nyeri yang tidak menetap, dapat menyerang pinggang belakang, punggung, hingga ke pelvis, selangkangan, bokong, serta paha bagian atas. Biasanya rasa nyeri ini ditimbulkan oleh adanya gangguan saraf sensoris, seperti halnya efek dari diskus degeneratif.

  • Radicular Pain atau Nyeri Menjalar

Jenis rasa nyeri ini lebih kepada nyeri yang begitu dalam dan mampu menyebar alias menjalan lewat kaki atau tangan. Nyeri ini biasanya disertai dengan sensasi kebas dan kesemutan atau kelemahan alat gerak. Tipe nyeri ini bisa disebabkan oleh penekanan, peradangan dan atau cedera saraf di tulang belakang atau sciatica dan bisa juga disebabkan oleh diskus hernia.

Cara Mengatasi Dan Mencegah Terjadinya Sakit Pinggang

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam rangka mengatasi dan mencegah terjadinya sakit pinggang. Apa saja itu?

1. Rutin Memeriksakan Kesehatan

Hal ini perlu dilakukan minimal 6 bulan sekali, hal diperuntukkan agar seseorang dapat selalu mengetahui kondisi kesehatannya sehingga bisa sedini mungkin menjaga atau mencegah bahkan mengobati suatu penyakit tak terkecuali sakit pinggang yang tentunya dapat menyerang dikemudian hari. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang telah mengalami sakit pinggang, memeriksakan kepada tim medis adalah cara terbaik yang harus dilakukan agar mendapatkan penanganan medis untuk mengatasi sakit pinggang yang sudah terlanjur diderita.

2. Kompres Es

Ketika anda merasakan sakit pinggang sebelah kanan, ada baiknya untuk menghentikan dulu aktivitas yang sedang dilakukan. Anda juga bisa membuat kompresan dengan es untuk meringankan pinggang yang terasa nyeri dan tegang. Tempelkan kompresan dingin hingga 20 menit di bagian pinggang yang terasa sakit guna meredakan pembengkakan. Setelah itu anda bisa merendam tubuh atau mandi dengan air hangat yang berguna melepas ketegangan urat di pinggang.

3. Tidak Merokok

Mengapa demikian? Zat-zat racun pada rokok dapat menyebabkan melemahnya syaraf dan jaringan pada tubuh. Ketika syaraf dan jaringan tubuh tersebut tidak berfungsi dengan baik maka akan berpotensi melemahnya organ-organ tubuh pula terutama tulang belakang yang dapat menyebabkan sakit pinggang.

4. Banyak Minum Air Putih

Karena sakit pinggang ada kaitannya erat dengan sakit ginjal, maka ada baiknya anda bisa mencegahnya dengan minum banyak air putih. Sakit ginjal termasuk di dalam bahaya akibat kurang minum air putih, jadi penuhi kebutuhan asupan cairan tubuh dengan baik. Minum 8-12 gelas air putih dalam sehari secara rutin juga bakal menghindarkan kita dari bahaya dehidrasi.

5. Mengurangi Tekanan di Bagian Pinggang

Demi mencegah pinggang sakit, tentunya anda perlu menjaga supaya tidak memberikan tekanan dalam bentuk apapun pada pinggang, kecuali memang kondisi pada ibu hamil. Untuk memiliki pinggang yang sehat, pinggang tak boleh memperoleh tekanan terlalu sering, contohnya dengan tidur menghadap ke samping. Hal tersebut rupanya mampu menekan bagian pinggang yang bakal berakibat buruk apabila dilakukan sering-sering.

Demikianlah info mengenai sakit pinggang, mulai dari segala kemungkinan faktor penyebab, gejala, hingga pencegahan dan pengobatannya secara tradisional. Anda bisa mengatasi sakit pinggang dengan bahan-bahan alami mujarab. Semoga informasi ini membantu Anda untuk lebih berjaga-jaga akan kesehatan pinggang Anda.