Stroke, Berikut Penyebab Penyakit Mematikan Ini

Seiring dengan bertambahnya usia, kamu harus lebih waspada terhadap bahaya penyakit yang mengintai. Berbicara tentang penyakit bahkan mematikan penderitaanya dan sering diketahui ketika telah parah, maka penyakit stroke merupakan salah satu malapetaka tersebut. Tentu banyak yang mengetahui dan sering mendengar orang menyebut-nyebut kata stroke. Apa sebenarnya pengertian stroke itu?

Penyebab Stroke

Penyakit stroke atau yang akrab disebut CVA (Cerebrovascular Accident) merupakan sebuah kejadian berupa hilangnya fungsi otak dengan cepat suplai darah ke otak terganggu. Terganggunya suplai otak ini akibat tersumbatnya atau bocornya pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah menuju otak sehingga bagian otak kehilangan nutrisi dan oksigen. Kemudian sel-sel dalam otak tidak bisa bekerja atau akan mati sesaat.

Stroke bersifat kronis dan dapat dengan cepat melumpuhkan, oleh sebab itu apabila seseorang terkena stroke harus ditangani dengan segera. Apabila ditangani dengan segera maka resiko kerusakan otak akibat stroke lebih kecil. Sekitar 40% dari pasien yang terkena stroke tidak dapat mengenali bagaimana gejala awal yang muncul pada saat stroke menyerang tubuh mereka, atau bahkan kurang mengenali faktor resiko yang sebenarnya bisa meminimalisir terjadinya keadaan stroke sehingga tidak begitu parah bahkan bisa sembuh meskipun tidak 100%. Namun sebenarnya ada berbagai penyabab atau ciri stroke yang bisa dikenali. Berikut ini beberapa ciri yang sangat identik dengan stroke.

1. Konsumsi Garam Berlebihan

Kebiasaan terlalu banyak mengkonsumsi garam dalam makanan sehari-hari juga bisa meningkatkan resiko stroke. Garam bisa mempengaruhi tekanan darah dalam tubuh dan lebih sering menjadi penyakit tekanan darah tinggi. Ketika tubuh Anda memiliki banyak garam maka akan mempengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh. Ketika hal ini terjadi maka jumlah volume darah juga akan meningkat, sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi. Penyakit tekanan darah tinggi bisa menyebabkan stroke karena terjadi penekanan darah yang terlalu besar. Akibatnya kemungkinan pembuluh darah tidak kuat dan pecah yang bisa menyebabkan pendarahan otak. Kondisi ini biasanya akan menjadi stroke.

2. Daging merah

Para ahli menyimpulkan bahwa wanita yang mengonsumsi daging merah dalam porsi besar setiap hari memiliki peluang lebih tinggi terkena stroke sebesar 42 persen. Temuan ini berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama kurang lebih 10 tahun terhadap 35.000 para peserta yang semuanya adalah wanita. Para peneliti telah lama mengetahui bahwa lemak jenuh dalam daging merah meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung, dengan cara menyumbat arteri lewat penumpukan plak protein secara bertahap. Peneliti mengimbau untuk mengganti konsumsi daging merah dengan ikan. Juga, memilih sumber protein lain seperti kacang, tumbuhan polong, tahu dan susu tanpa lemak.

3. Pusing Mendadak

Orang yang terkena stroke biasanya akan mengalami kondisi pusing yang sifatnya sangat mendadak. Bahkan pusing atau sakit kepala ini sering tidak disertai dengan gejala awal seperti rasa tidak nyaman, kurang enak badan dan kehilangan nafsu makan. Rasa pusing bisa disebabkan ketika sel-sel dalam otak sudah mulai melemah dan otak tidak mendapatkan aliran darah dan oksigen dari pembuluh darah. Kondisi ini sangat berhubungan dengan hambatan pada pembuluh darah. Penderita tekanan darah tinggi biasanya akan lebih sering mengalami komplikasi ini. Karena itu penderita tekanan darah tinggi harus lebih waspada jika sudah terasa sering pusing.

4. Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi dalam darah bisa menyebabkan terjadinya dyslipidaemia, penyumbatan pembuluh darah, menghambat aliran darah ke dan dari jantung dan berujung stroke. Mengurangi makanan yang mengandung kolesterol tinggi bisa menurunkan risiko stroke hingga 27 persen.

5. Komplikasi Penyakit

Orang lanjut usia paling sering terkena penyakit stroke. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang telah menderita beberapa komplikasi penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Tidak harus selalu ketiga penyakit ini, sebab juga bisa terjadi akibat salah satu penyakit ini. Hipertensi bisa menyebabkan stroke karena pendarahan dan penggumpalan darah yang menyebabkan otak tidak mendapatkan pasokan darah dan nutrisi. Sementara diabetes sering menyebabkan gangguan metabolisme dalam tubuh. Penyakit jantung menyebabkan jantung tidak bisa bekerja dengan baik ketika memompa darah.

6. Kejang

Seorang penderita stroke yang sudah mengalami beberapa gejala juga bisa mengalami kejang. Awalnya mungkin akan disertai dengan gejala mati rasa pada bagian tubuh tertentu dan biasanya hanya satu sisi saja. Kejang bisa menyebabkan penderita jatuh, kehilangan kesadaran, kelumpuhan dan juga kondisi yang lebih kritis. Kejang disebabkan karena bagian syaraf dan otot sudah kehilangan koordinasi dengan bagian otak. Berbagai jenis bagian sel otak juga sudah kehilangan fungsinya serangan kematian syaraf tertentu menyebabkan kejang

7. Usia Tua

Orang yang lanjut usia juga sangat rentan terkena penyakit stroke. Hal ini sebenarnya bukan dipengaruhi secara langsung pada usia tersebut, tapi lebih kepada kondisi kesehatan. Beberapa perubahan gaya hidup saat masih muda seperti kebiasaan merokok, konsumsi makanan berlemak berlebihan dan tekanan pekerjaan yang berat menyebabkan resiko stroke menjadi lebih besar. Perubahan metabolisme dan kondisi tubuh sering menyebabkan orang tua menderita komplikasi seperti penyakit diabates, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Hal inilah yang menyebabkan orang lanjut usia rentan terkena stroke.

Faktor Risiko

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena:

Faktor Gaya Hidup :

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Tidak aktif secara fisik
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan methamphetamine

Faktor Lain :

  • Riwayat stroke pribadi (berulang) atau keluarga
  • Usia 55 tahun atau lebih
  • Jenis kelamin; pria lebih berisiko daripada wanita.

Jenis Stroke

  • Stroke Iskemik – Stroke jenis ini terjadi karena adanya gumpalan darah yang menghambat pembuluh darah di otak. Karena pembuluh darah menjadi menyempit dan tersumbat, menyebabkan tidak adanya pasokan darah yang cukup untuk membawa oksigen yang diperlukan untuk menjaga otak tetap hidup. Penyebab stroke iskemik yang paling umum adalah arteriosklerosis, plak (kolesterol yang mengandung timbunan lemak) yang terbentuk di sepanjang dinding pembuluh darah. Penumpukan plak ini disebabkan oleh berbagai alasan termasuk tingginya kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. Stroke iskemik juga dapat disebabkan oleh gumpalan darah kecil yang berjalan melalui aliran darah dan menggumpal di arteri.
  • Stroke Hemoragik – Stroke jenis ini terjadi ketika pembuluh darah menjadi rapuh dan lemah sehingga mudah pecah, menyebabkan darah bocor keluar ke otak. Adanya rembesan darah di otak menyebabkan tingginya tekanan, yang sulit untuk dilawan karena otak tertutup oleh tengkorak. Stroke hemoragik lebih serius daripada stroke iskemik dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada tubuh. Stroke hemoragik bahkan bisa berakibat fatal, dengan kematian yang terjadi pada 30% sampai 50% dari pasien stroke.
  • Transient ischemic attack (TIA). Dalam bahasa awam dikenal dengan “mini stroke” atau stroke ringan dimana pembuluh darah otak mengalami penyumbatan yang hanya sementara. Meskipun tidak menyebabkan kerusakan otak permanen, stroke ringan dapat menyebabkan gejala stroke yang bisa bertahan menit atau jam dan bisa menjadi ancaman stroke yang sesungguhnya di kemudian hari.

Gejala

Gejala-gejala ini paling sering diabaikan oleh masyarakat, karena dianggapnya hanya gangguan biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa harus berbuat apa apa:

  • Nyeri kepala berat
  • Perubahan penglihatan
  • Lemas
  • Kebingungan
  • Kesulitan berbicara
  • Kesulitan dalam memahami
  • Tingkah laku yang tidak biasa
  • Penurunan kewaspadaan
  • Kesulitan berjalan
  • Keseimbangan yang buruk

Tanda Berikut Yang Sering Dialami Penderita Stroke

Tanda Yang Paling Umum Di Derita Penderita Stroke. Ialah masalah bahas, mereka akan mengalami masalah seperti sulit untuk bicara. Bahkan ada yang mengalami pengurangan pemahaman.

Mati Rasa Dan Lemah Pada Wajah Dan Satu Sisi Tubuh. biasanya orang yang mempunyai sakit stroke ini akan memiliki mulut yang mencong. Selain mulut, ada pula tanda sulit untuk menggerakkan lengan dan jari, seperti susah untuk mengangkat kedua tangan tapi lebih tinggi sebelah.

Kesulitan Untuk Berjalan. berjalan seperti orang mabuk, jatuh, dan tersandung, bahkan kehilangan motorik halus, di sini penderita akan mengalami kesulitan membaca tulis.

Diagnosis

Demi menentukan treatment yang paking tepat untuk menangani penyakit ini, tim darurat (dokter dan perawat) perlu mengevaluasi jenis stroke dan area otak yang terkena stroke. Untuk menentukan jenis stroke, tim darurat umumnya menggunakan beberapa jenis tes, seperti:

  • Tes darah.
  • CT scan; ditujukan untuk memastikan ada tidaknya pendarahan, tumor, dan kondisi lainnya.
  • Magnetic Resonance Imaging(MRI). Dengan memeanfaatkan gelombang radio dan magnet yang kuat, tim darurat bisa mendapatkan tampilan otak yang mendetail.

Pengobatan Stroke

Pengobatan stroke tergantung dari jenisnya, stroke iskemik atau hemoragik. Pengobatan juga disesuaikan pada area otak mana stroke terjadi. Pada umumnya stroke diobati dengan obat-obatan, termasuk obat pencegahan untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan tingkat kolesterol dan menghilangkan pembekuan darah. Dalam beberapa kasus, operasi diperlukan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stroke hemoragik atau menghilangkan lemak di arteri.

Tips Mencegah Penyakit Stroke

Untuk mencegah terjadinya penyakit stroke adalah dengan mengidentifikasi orang-orang yang berisiko tinggi dan mengendalikan faktor risiko stroke sebanyak mungkin salah satunya melakukan gaya hidup sehat seperti di bawah ini:

1. Kendalikan Penyakit Jantung

Jika anda memiliki gangguan atau gejala jantung misalnua kadar kolesterol tinggi atau denyut jantung tidak teratur anda wajib berhati-hati sebab bisa meningkatkan risiko penyakit stroke. Anda bisa konsultasi dengan dokter untuk mencari cara terbaik.

2. Periksakan Tensi Darah Secara Rutin

Tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah Anda mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan gejala hal ini adalah salah satu faktor pemicu serangan stroke

3. Mengkonsumsi Makanan Sehat

Asupan nutrisi untuk tubuh dari makanan ini penting anda perhatikan dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat seperti dari sayur dan buah setiap hari. Makanan berserat ini bermanfaat untuk mengontrol lemak darah. Selain itu hindari mengkonsumsi daging merah terlampau banyak sebab kandungan lemaknya dapat menjadikan pembuluh darah cepat mengeras.

4. Berolahraga Secara Teratur Dan Istirahat Yang Cukup

Melakukan aktivitas fisik secara teratur membantu Anda menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah, juga membantu badan agar tetap apda kondisi yang sehat dan stabil tanpa terserang penyakit apapun.

5. Kendalikan Berat Badan

Obesitas atau memiliki berat badan tubuh dapat meningkatkan resiko hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung yang seluruhnya bisa mengakibatkan terjadinya penyakit stroke.

Semoga artikel Ciri-Ciri Gejala Penyakit Stroke ini bermanfaat untuk para pembaca tap jaga kesehatan Anda dan Salam Sehat