Waspada, Biji Apel Mengandung Sianida

Pada awalnya tidak banyak yang tahu, sianida itu apaan sih? Bagi yang pernah mengikuti pelajaran kimia saat di bangku sekolah mungkin pernah mendengar istilah tersebut. Namun, beberapa waktu belakangan ini, istilah sianida menjadi hits di kalangan masyarakat awam, semenjak hebohnya pemberitaan kematian salah satu warga Jakarta akibat keracunan minuman kopi yang diketahui mengandung racun sianida.

Berbicara mengenai zat sianida, banyak beberapa fakta penting yang wajib kita ketahui terkait zat yang mematikan tersebut. Satu hal yang mesti kita pahami bahwa didalam kehidupan kita sehari – hari, secara tidak sadar sebenarnya kita telah terbiasa mengkonsumsi racun sianida yang terdapat pada sejumlah makanan.

Apel memang buah yang menyehatkan dan menyegarkan. Selain itu, apel juga memiliki manfaat yang menakjubkan untuk tubuh. Kandungan antioksidan yang ditemukan pada apel dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat oksidasi. Namun, belakangan beredar kabar bahwa biji apel mengandung sianida. Bagi Anda pecinta apel, wajar jika Anda merasa khawatir. Memang yang Anda makan adalah daging apelnya, tapi kalau benar biji apel mengandung sianida, apakah ini berarti kalau kita tak sengaja menelan biji apel, ada risiko keracunan sianida?

Apakah Benar Biji Apel Mengandung Sianida?

Biji apel mengandung Amygdalin, zat yang dapat mengeluarkan sianida ketika terjadi kontak dengan enzim pencernaan manusia. Meskipun begitu, keracunan akut yang disebabkan oleh biji apel yang tak sengaja tertelan adalah kasus yang jarang terjadi. Amygdalin ini tidak hanya terdapat pada apel, tetapi Anda juga bisa menemukannya biji aprikot, biji buah persik, plum dan almond.

Apa itu amygdalin? Amygdalin adalah racun glikosida yang dapat memproduksi hidrogen sianida, jika dikombinasikan dengan enzim gastrointestinal atau pencernaan. Dibandingkan apel, biji buah yang memiliki zat Amygdalin yang lebih besar adalah aprikot dan persik.

Ketika mendengar kata ‘Sianida’, yang ada dalam pikiran adalah ‘Keracunan’. Perlu Anda ketahui bahwa buah atau biji yang mengandung Amygdalin dapat diproses untuk dihilangkan zat beracunnya. Contohnya, racun yang terdapat pada almond dapat diproses sedemikian rupa, baik dihilangkan zat beracunnya atau pun diubah menjadi zat yang berbahaya sekalian.

Makan Biji Apel Dapat Menyebabkan Keracunan Sianida

Tentu, Anda sudah mendengar bahwa sianida menjadi racun yang mematikan. Sianida memiliki sejarah yang panjang untuk digunakan pada perang kimia dan bunuh diri massal. Bagaimana dengan sianida pada biji apel, apakah juga berbahaya? Faktanya zat Amygdalin yang terkandung pada biji apel hanya sedikit. Selain itu, untuk mengubahnya menjadi sianida, Anda harus mengunyah biji tersebut.

Jika biji ini terkunyah hanya sedikit, tentunya tidak masalah. Jumlah kecil tersebut dapat didetoksifikasi oleh enzim yang ada di dalam tubuh Anda. Dalam jumlah kecil, tubuh mengubah sianida menjadi tiosianat, yang tidak berbahaya dan bisa dikeluarkan oleh urin. Selain itu, ternyata jumlah yang sedikit ini justru bermanfaat untuk menjaga kesehatan saraf dan sel darah merah, jika dikombinasikan dengan zat kimia lain yang dapat membentuk vitamin B12. Tetapi, pendapat berbeda diungkapkan Agency For Toxic Substances dan Disease Registry. Menurutnya jumlah yang minim pun tetap berbahaya. Terkontaminasi sianida dapat menyebabkan kerusakan jantung dan otak, bahkan koma dan kematian.

Jika Anda memakannya dalam jumlah besar, tentunya akan berbahaya. Sianida dalam jumlah besar dapat mengikat fungsi sel-sel darah yang membawa oksigen, karena zat ini mampu masuk dengan cepat ke dalam aliran darah. Dalam sekejap, sel akan kekurangan oksigen dan tentunya sel menjadi mati. Racun sianida akan menyerang jantung, sistem pernapasan dan sistem saraf pusat.

Namun jangan khawatir, pada kasus racun sianida yang terkandung dalam biji apel, diperlukan dua cangkir biji apel untuk bisa menghilangkan nyawa seseorang. Jadi ketika biji apel tidak sengaja termakan atau tergigit Kamu tidak perlu panik. Tapi sebaiknya untuk tetap waspada jangan pernah mencoba untuk mengonsumsinya.

Apa Saja Gejala Keracunan Sianida

Ada beberapa dampak kesehatan akibat keracunan sianida atau kebanyakan asupan sianida, tanda ini dapat terjadi dalam beberapa detik hingga menit. Sehingga Anda sangat perlu mengetahui apa ciri-ciri dari orang yang keracunan zat sianida ini. berikut ini adalah ciri-ciri dari seseorang yang terkena racun sianida

  • Iritasi Mata

Ketika seorang terkena penyakit sianida, maka orang itu pasti akan mengalami iritasi pada mata, lambat laun mata akan akan berubah menjadi kemerahan, bahkan pada mata itu akan merasakan rasa perih yang berlebih, bisa dikatakan lebih perih dari pada sakit mata atau kelilipan debu pada mata. Ketika mata mulai iritasi segeralah periksa kedokter, jangan sampai racun sianida yang berada ditubuh itu semakin menjadi sehingga menyebabkan kematian. Namun memang hal ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus ada orang lain yang membawanya. Karena secara fisik orang yang terkena sianida tubuhnya akan lemah

  • Tubuh Menjadi Lemah

Tubuh orang yang keracunan sianida akan menjadi lemah, bahkan bisa sampai pingsan, hal ini disebabkan karena seluruh saraf dan sistem yang ada dalam tubuh terganggu akibat zat yang dihirupnya ini. Sianida sangat berbahaya bagi tubuh. Jika memang Anda sudah mengenali bahwa itu adalah racun sianida segeralah hindari hal tersebut. Karea efek lemah ini akan muncul pertama kali saat Anda sudah muali sedikit menghirup racun sianida itu. Racun sianida ini jika yang terhirup hanya sedikit akan dapat dinetralkan dengan menghirup udara bersih. Oleh sebab itu sangat disarankan bagi mereka yang tekena atau melihat orang yang mengalami keracunan sianida segera membawa mereka keluar mencari udara yang bersih

  • Ganguan Saluran Pencernaan

Bahaya dari sianida adalah gangguan saluran pencernaan, pada saat sianida sudah masuk kedalm tubuh dan berkontraksi dalam tubuh, maka pencernaan akan mulai terganggu, serta hal ini akan menunjukan tanda-tanda utama ketika sianida sudah mengaggu saluran pencernaannya, yaitu mual dan selalu ingin muntah, keracunan sianida pada pencernaan akan membuat sistem yang ada dalam pencernaan terutama dalam perut seperti lambung berkontraksi lebih tinggi yang mengakibatkan tak ada kemampuan lagi untuk menahannya sehingga merespon keluar dengan mual dan muntah-muntah.

  • Tekanan Darah Terganggu

Tekanan darah pada penderita keracunan sianida ini tidak akan mampu untuk berjalan dengan normal lagi, bahkan tekanan darah ini akan selalu terganggu. Hal ini pasti terjadi, karena sianida akan membuat jangung dan paru-paru tidak dapat berfungsi dengan normal, hal ini akan menyebabkan tekanan darah pada tubuh sulit untuk mengontrol kondisi yang sebenernya, sehingga jika hal ini tidak tertolong pun akan menyebabkan kematian.

  • Pengelihatan Terganggu

Pengelihatan pada seorang yang menderita keracunan sianida tentunya akan terganggu, ibarat seperti ketika orang hendak pingsan, tentunya mata mereka tidak akan mampu utuk melihat lebih jelas bukan ? Mata mereka akan semakin lama semakin rabun, hal ini disebabakan karena racun sianida sudah mulai menggangu sistem syaraf pada tubuh Anda jika sistem syaraf sudah terganggu maka semuanyapun akan terganggu, bahkan tidak hanya pengelihatan saja, telingga dan sistem syaraf lainya pasti akan terganggu juga.

  • Sesak Nafas

Sesak nafas itu pasti, tanda orang keracunan biasanya adalah sesak nafas, begitu pula orang yang keracunan sianida. Orang yang keracunan sianida ini nafas akan seolah berhenti, karena racun pada sianida sudah meneyerang paru-paru sehingga membuat paru-paru tidak mendapatkan udara yang segar, padahal dalam proses perjalanan paru-paru membutuhkan oksigen dari udara yang segar, sehingga bisa mengalirkan darah beserta oksigen yang bermanfaat kedalam tubuh. Jadi sekali paru-paru sudah terkena masalah, bisa jadi semuanya menjadi fatal. Tak lain tak bukan dapat menyebakan kematian pula.

  • Kontraksi Jantung

Selain paru-paru yang akan mengakibatkan kematin, kontraksi pada jantung ini juga sebagai pendukung kematian pada sianida. Keracunan sianida membuat jantung berkontraksi lebih tinggi dan akan mengakibatkan kondisi jantung tidak sempurna. Bahkan orang yang menderita keracunan sianida ini dapat kehilangan detak jantungnya. Artinya detak jantungnya semakin lemah. Dengan begitu ini sudah menjadi masalah yang serius yang harus ditangani.

  • Sistem Metabolisme Terganggu

Di atas sudah dijelasakan bahwa jantung, paru-paru, alat indra akan terganggu dengan racun sianida, ternyata metabolisme tubuh juga dapat terganggu hanya dengan racun sianida ini, jadi sejatinya racun sianida ini mengaggu semua yang ada didalam tubuh kita. Jika tidak cepat-cepat di tolong akan menjadi sesuatu yang sanggat fatal. Bisa menjadi cacat organ tubuh atau malah sampai pada kematian.

Bagaimana Cara Mengatasi Keracunan Sianida?

Keracunan sianida dapat diobati dengan tenaga medis professional. Biasanya pasien diberikan oksigen. Menghirup udara segar bisa menjadi salah satu langkah mengatasinya. Natrium nitrit dan natrium tiosulfat biasanya digunakan untuk menghentikan efek dari keracunan. Gejala serius membutuhkan pertolongan medis dengan segera, sebab pasien dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.

Itulah ulasan tentang biji apel yang mengandung sianida, semoga artikel ini menambah wawasan anda. Terima kasih.