Waspada, Mewarnai Atau Meluruskan Rambut Bisa Menyebabkan Kanker

Kegiatan mewarnai rambut sekarang ini sudah menjadi sesuatu yang trend dikalangan kaum muda dengan alasan untuk mengubah tampilan rambut agar terlihat lebih indah banyak dari mereka melakukan pewarnaan rambut secara sering, tanpa menghiraukan dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari apa yang mereka lakukan. Tak hanya kaum muda saja yang familiar dengan kegiatan tersebut, mereka yang berusia lanjut pun seringkali melakukan hal tersebut dengan tujuan untuk menutup uban di rambutnya sehingga terlihat awet muda. Namun, apakah mewarnai rambut itu aman? Dibalik penampilan rambut yang lebih menarik ini, pakar kesehatan menyebutkan bahwa kebiasaan mewarnai atau meluruskan rambut bisa meningkatkan resiko terkena kanker payudara.

Untuk itu kami memberikan informasi kepada anda tentang bahaya mewarnai rambut terhadap kesehatan, dengan harapan dapat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan anda. Mengingat bahaya mewarnai rambut tidak hanya bisa terjadi pada kesehatan rambut saja tetapi bisa juga berdampak buruk pada kesehatan bagian tubuh lain. Berikut ini kami paparkan bahaya mewarnai rambut terhadap kesehatan.

Kenapa Cat Rambut Bisa Menyebabkan Kanker?

Pakar kesehatan di bidang epidemiologi bernama Professor Tamarra James-Todd yang berasal dari Harvard T.H. Chan School of Public Health yang ada di Boston, Amerika Serikat, ini menyebutkan bahwa penggunaan cat rambut berwarna gelap seperti cokelat tua atau hitam dan produk pelurus rambut ternyata bisa membuat kita terpapar bahan kimia berbahaya yang bisa memicu datangnya kanker payudara. Fakta ini diungkapkan setelah James-Todd mengulas sebuah laporan kesehatan di Carciogenesis.

Dalam laporan tersebut, terdapat sebuah penelitian yang melibatkan 4.285 wanita dengan kulit putih dan hitam yang berasal dari Amerika Serikat. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kasus kanker payudara pada wanita yang berasal dari ras Afrika-Amerika yang menggunakan pewarna rambut berwarna hitam dan wanita berkulit putih yang kerap menggunakan pelurus rambut dengan bahan kimia.

Hasilnya adalah wanita berkulit hitam yang memakai pewarna rambut hitam akan meningkatkan resiko terkena kanker payudara hingga 51 persen lebih besar jika dibandingkan dengan wanita yang tidak melakukannya. Sementara itu, wanita kulit putih yang menggunakan produk kimia pelurus rambut bahkan meningkatkan resiko terkena kanker mematikan ini hingga 74 persen lebih besar. Bahkan jika wanita kulit putih kerap memakai cat rambut berwarna hitam dan meluruskan rambutnya, resiko terkena kanker ini akan jauh lebih besar lagi dan meningkatkan risiko kanker tertentu seperti kanker kandung kemih, non-Hodgkin lymphoma (NHL) dan leukimia.

Penelitian yang dilakukan dengan cara melakukan survei pada wanita dari kota New York dan New Jersey pada tahun 2002 hingga 2008 ini membuktikan bahwa ada baiknya kaum hawa tidak sembarangan mewarnai atau meluruskan rambutnya demi mencegah datangnya kanker yang sangat mengerikan ini.

Tak Semua Cat Rambut Berbahaya

Beberapa lembaga ahli ini telah mengklasifikasikan cat rambut atau bahan-bahan pewarna rambut apa yang dapat menyebabkan kanker.

The International Agency of Research on Cancer (IARC) merupakan bagian dari World Health Organisation (WHO) yang bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kanker. IARC menyimpulkan bahwa pekerjaan seperti tukang cukur atau penata rambut merupakan profesi yang berisiko tinggi untuk kanker. Namun, mewarnai rambut dengan menggunakan pewarna rambut pribadi tidak diklasifikasikan sebagai karsinogenik untuk manusia, karena kurangnya bukti dari penelitian.

The National Toxicology Program (NTP) yang terbentuk dari bagian beberapa lembaga pemerintah AS, termasuk National Institute of Health (NIH), Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Food and Drug Administration (FDA), menyatakan bahwa belum ditemukan kaitan antara cat rambut dan kanker. Namun, beberapa bahan kimia yang digunakan dalam pewarna rambut diklasifikasikan sebagai bahan yang bisa menjadi karsinogen manusia.

Bagaimana Cara Mewarnai Rambut Agar Tetap Aman?

Ketika cat rambut pertama kali muncul, bahan utama yang digunakan adalah coal-tar dyes yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Kebanyakan pewarna rambut masa kini menggunakan sumber minyak bumi. Namun, FDA menganggap bahwa pewarna rambut masih mengandung coal-tar dyes. Hal ini disebabkan karena pewarna rambut sekarang masih mengandung bahan-bahan yang digunakan pada zaman dahulu.

Oleh karena itu, ikutilah langkah-langkah berikut ketika mewarnai rambut:

  • Jangan meninggalkan pewarna di kepala melebihi yang diperlukan.
  • Bilas kulit kepala secara menyeluruh dengan air setelah menggunakan cat rambut.
  • Pakailah sarung tangan ketika menerapkan cat rambut.
  • Ikutilah petunjuk pada produk pewarna rambut dengan seksama.
  • Jangan pernah mencampur produk pewarna rambut yang berbeda.
  • Pastikan untuk melakukan patch test untuk mengetahui reaksi alergi sebelum menggunakan pewarna rambut. Untuk mengujinya, teteskan pewarna ke belakang telinga Anda dan diamkan selama 2 hari. Jika Anda tidak memiliki tanda-tanda reaksi alergi, seperti gatal, panas atau kemerahan, maka Anda tidak akan memiliki reaksi alergi ketika cat rambut tersebut diterapkan pada rambut Anda. Selalu lakukan hal ini pada setiap produk yang berbeda.
  • Jangan pernah mewarnai alis atau bulu mata. FDA melarang penggunaan pewarna rambut untuk bulu mata dan alis. Reaksi alergi terhadap pewarna dapat menyebabkan pembengkakan dan meningkatkan risiko infeksi di sekitar mata atau di mata Anda. Hal ini dapat membahayakan mata Anda dan bahkan dapat menyebabkan kebutaan.

Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam cat rambut sangat berbahaya bagi kesehatan anda. Pastikan anda melakukan treatment ataupun melakukan variasi rambut anda dengan bahan-bahan alami yang pastinya lebih aman bagi kesehatan.

Jangan lupakan pula paket perawatan rambut menggunakan bahan alami seperti lidah buaya ataupun minyak kemiri yang telah terpercaya sejak zaman dahulu baik untuk kesehatan rambut. Setelah mengetahui dampak buruk pewarna rambut, apakah Anda akan mengurangi kebiasaan gonta-ganti warna rambut?