Rahasia Sejarah Yang Terungkap Akibat Cuaca Ekstrim

Bencana sering kali terjadi akhir-akhir ini, serta cuaca yang ekstrim tidak menentu. Seperti angin kencang, badai dan juga gulungan ombak serta sapuannya yang bisa saja mendatangkan bencana tanpa dikira. Badai dan sapuan ombak menggulung termasuk fenomena cuaca ekstrim yang biasanya mendatangkan bencana. Tak jarang bangunan dan tumbuh-tumbuhan dibuatnya rata dengan tanah. Namun dalam beberapa kesempatan, cuaca ekstrim menjadi cara alam untuk mengungkap hal-hal menakjubkan yang terkubur oleh waktu. Bisa jadi reruntuhan kuno yang sempat menjadi saksi kebudayaan besar di masa lalu atau sebuah hutan purba yang berusia ribuan tahun. Berikut ini adalah beberapa rahasia sejarah yang terungkap akibat cuaca ekstrim.

1. Reruntuhan Desa Purba Skara Brae

Sekitar tahun 1850 lalu terjadi badai besar yang menghantam Orkney Isles yang terletak di utara Skotlandia. Ternyata badai itu mengungkap rahasia sejarah yang pada saat itu tak banyak orang tahu. Daerah pantai tersebut ternyata menyembunyikan puing-puing desa purba bernama desa Skara Brae. Orkney Isles memiliki sebuah bukit mungil yang dikenal dengan nama Skerrabra. Gundukan berselimut rumput yang terletak di pinggir pantai ini ternyata merupakan lokasi reruntuhan desa Skara Bae yang berasal dari tahun 3200-2200 SM.

Skara Brae merupakan situs prasejarah penting di Skotlandia, terdiri dari beberapa bangunan yang tersusun dari batu-batu utuh. Penemuan situs ini menarik perhatian William Watt, bangsawan lokal yang kemudian memerintahkan penggalian terhadap Skerrabra pada tahun 1868. Aktivitas penggalian terhenti hingga tahun 1925. Saat itu, badai besar kembali menghantam Skerrabra dan menghancurkan sejumlah puing yang sudah digali.

2. Tangga Hieroglif Suku Maya Di Dos Pilas

Dos Pilas sempat menyaksikan perang saudara besar-besaran yang menghancurkan peradaban Maya. Namun bukti sejarahnya terkubur tanah selama berabad-abad. Ketika terjadi badai besar di Guatemala pada tahun 2001, Dos Pilas ikut tersapu. Arus yang kuat melucuti lapisan sedimen yang menutupi sebuah tangga kuno peninggalan suku Maya.

Tiap anak tangga dihiasi dengan hieroglif Maya. Di sekitarnya terkubur tumpukan tengkorak manusia yang sudah menguning. Ukir-ukiran itu menceritakan sejarah kehancuran bangsa Maya. Kala itu terdapat dua kota besar yang dipimpin oleh dua saudara, yang satu berlokasi di Tikal dan lainnya berada di Dos Pilas. Perang saudara di antara keduanya meluas berkat campur tangan Calakmul, sebuah negara besar di Meksiko. Menurut arkeolog Arthur Demarest dari Vanderbilt University, dampak perselisihan di antara ketiga peradaban tersebut sangat besar. “Ini bukan lagi perebutan dinasti antara dua saudara, melainkan bagian dari sebuah perang dunia.”

3. Jejak Manusia Prasejarah Tertua, Afrika

Penemuan stersebuts sejarah ini tergolong trend sekitar 3 tahun lalu. Erosi berkala dan badai yang menghantam Happisburgh, Inggris telah memunculkan kembali jejak kaki manusia purba. Penemuan ini dianggap penting, sebab jejak tersebut diperkirakan berumur 780 ribu hingga 1 juta tahun yang lalu. Itu adalah jejak kaki manusia purba tertua yang pernah ditemukan di luar Afrika.

Menurut British Museum, daerah Happisburgh sudah lama dikenal sebagai ‘museum prasejarah’. Tanah di sana kaya akan endapan yang menyimpan bangkai flora dan fauna dari era Pleistosin. Sebelumnya fosil manusia purba tertua yang pernah ditemukan di Eropa adalah Homo antecessor di Atapuerca, Spanyol. Di Inggris sendiri, penemuan fosil manusia purba merupakan hal yang sangat langka.

4. Hutan Purba di Cardigan Bay

Cuaca Cardigan Bay yang senantiasa ganas menyapu pantai selama bertahun-tahun, perlahan menyingkap keberadaan sebuah hutan purba. Badai ganas yang menerpa Wales pada tahun 2014 akhirnya mengekspos keseluruhan hutan purba tersebut ke mata dunia. Hutan purba tersebut menampilkan pemandangan yang tak biasa. Yang tersisa dari hutan hanya tunggul-tunggul pohon ek, pinus, birch dan alder yang kering. Menurut The Guardian, para arkeolog memperkirakan hutan tersebut mati sejak 4500-6000 tahun yang lalu. Naiknya permukaan air laut membuat akar pepohonan terendam air garam dan mati perlahan-lahan. Mereka juga menemukan jalan beralas kayu yang kemungkinan dibuat oleh warga setempat 3000-4000 tahun yang lalu. Keberadaan hutan purba ini dikatakan sebagai sumber dari legenda lokal tentang Cantre’r Gwaelod, sebuah kerajaan antah-berantah yang hilang dari peradaban.

5. Kapal Hantu’ Monte Carlo

SS Monte Carlo dijuluki sebagai kapal hantu dan kapal penuh dosa. Bangkai kapal ini terkubur di bawah pasir pantai California dan baru menampakkan diri setelah sapuan badai. Kemunculannya kerap menjadi tontonan tersendiri bagi warga setempat. Awalnya SS Monte Carlo adalah kapal tanker yang menampung minyak. Kemudian kapal ini didekorasi ulang dan dialih fungsikan menjadi kapal pesiar. Kapal ini biasa menjadi tuan rumah untuk pesta pora, acara minum-minum dan judi yang dihadiri para selebriti pada masa itu, antara lain aktor Clark Gable dan aktris Mae West. Pada tahun 1936, SS Monte Carlo diguncang badai besar hingga hanyut. Untunglah tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Esoknya, SS Monte Carlo terdampar di Pantai Coronado dan dibiarkan begitu saja hingga saat ini.

Itulah beberapa peninggalan sejarah yang terungkap setelah hantaman cuaca ekstrim. Adakah fenomena serupa di dekat tempat tinggalmu?