7 Efek Negatif Tentang Ganja

Ganja atau marijuana sudah lama di kenal oleh manusia dan di pergunakan sebagai pembuat kantung karna serat yang di hasilkan oleh ganja sangat kuat dan biji ganja juga bisa diolah menjadi sebuah minyak. Namun demikian, ganja lebih dikenal karena kandungan zat narkotika yang merupakan jenis zat psikoakti dan dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Ganja hadir dalam berbagai bentuk seperti daun kering dan serbuk yang mempunyai beberapa nama populer seperti dele, daun cimeng, Pot, Weed, gelek dan lain-lain.

Tanaman ganja pertama kali ditemukan di daratan Cina 2737 SM dan masyarakat Cina kuno sering menggunakan tanaman ganja dalam kehidupan mereka sehari-hari seperti menenun pakaian,obat-obatan dan terapi penyembuhan rematik. Tanaman ganja dewasa tingginya bisa mencapai 3 atau 4 meter dengan jumlah daun ganjil dan biji ganja berwarna coklat mengkilat yang mengandung minyak. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.

Ganja juga menjadi simbol budaya yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga disatukan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan ganja marijuana untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap marijuana melalui pipa chilam atau chillum dan dengan meminum bhang.

Psikoaktif adalah bahan utama yang terkandung dalam ganja dan bertanggung jawab atas rasa senang yang berkepanjangan saat menggunakannya. Orang dewasa yang menggunakan ganja mungkin memiliki peningkatan risiko stroke dan gagal jantung, menurut sebuah penelitian.

Sebuah penelitian mengatakan manusia yang sering menggunakan ganja 26 persen lebih cenderung menderita penyakit stroke daripada orang  yang tidak menggunakan ganja, para peneliti juga  menemukan orang yang menggunakan ganja 10 persen lebih cenderung telah mengembangkan gagal jantung di kehidupan mereka, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak menggunakan ganja.

Berikut adalah beberapa efek pemakaian ganja:

1. Kehilangan Kendali

Salah satu efek ganja yaitu bisa membuat seseorang hilang kendali dapat menyebabkan nge-fly, halusinasi, amnesia dan eurofia.

2. Masalah paru-paru

Pengguna ganja biasanya memiliki masalah paru-paru terutama pernapasan, dengan mengkonsumsi ganja 3-4 batang ganja sama dengan mengkonsumsi rokok 20 batang. Selain masalah pernapasan akan muncul, terdapat berbagai masalah lain yang akan muncul pada paru-paru. Bahkan ganja lebih beresiko menyebabkan ganguan paru-paru dibanding rokok.

3. Kecanduan

Ganja memiliki zat adiktif sehingga dapat menyebabkan ketergantungan dan berbahaya bagi pengguna yang mengkonsumsunya dari hari kehari. Mengkonsumsi ganja lebih banyak dapat menyebabkan ketergantungan dan dapat berbagai efek negatif hingga overdosis.

4. Sakit jiwa

Akibat penggunaan ganja yang berlebihan, efek tersebut akan muncul kepada sigh pengguna. Makin lama maka pengguna akan lebih sering kehilangan kendali atas dirinya

5. Menganggu sistem produksi

Melalui proses penelitian diketahui bahwa ganja membuat hormon testosterone karena itu dapat mengurangi jumlah sperma dan dampak tersebut dapat mengakibatkan menurunnya vitalitas pria atau mandul.

6. Meningkatnya kriminal

Banyak mungkin yang bertanya apa hubungannya kriminal dengan ganja. Nah, kali ini saya akan menjelaskan bahwa orang yang tidak memiliki uang akan berusaha untuk mendapatkan uang dan membeli ganja, maka ia melakukan apapun untuk mendapatkan ganja walaupun dengan cara kriminalitas sekalipun.

7. Masuk penjara

Ini adalah dampak yang pasti akan timbul jika Anda menggunakan ganja karena di negara kita mengilegalkan barang yang satu ini.

Gangguan psikis akibat penyalahgunaan ganja secara teratur dan berkepanjangan juga dapat menyebabkan menurunnya kemampuan berpikir, membaca, berbicara, berhitung dan bergaul. Terganggunya fungsi psikomotor (gerakan tubuh menjadi lamban), kecenderungan menghindari kesulitan, menganggap ringan masalah, tidak memikirkan masa depan dan terjadinya syndrom amotivasional (tidak memiliki semangat juang).