Aneh Tapi Nyata, Manusia Ini Dibesarkan Oleh Hewan

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa binatang merupakan mahkluk yang tidak memiliki akal dan pikiran. Terlebih lagi jika kita membayangkan beberapa jenis binatang liar, pastinya hal yang ada di dalam pikiran kita yakni binatang-binatang tersebut akan melakukan berbagai macam hal untuk memuaskannya termasuk memangsa manusia. Hal tersebut memanglah benar adanya, terkadang naluri dari hewan tersebut membuat mereka tidak berfikir dua kali untuk melukai manusia.

Namun siapa sangka dibalik itu semua ternyata binatang juga memiliki naluri yang sangat kuat dengan manusia, dimana naluri binatang-binatang tersebut justru menyelamatkan manusia dan memiliki kasih sayang yang besar terhadap manusia. Secara logika, kita pasti tidak akan pernah berpikir bahwa binatang yang tinggal di alam liar pun bisa merawat penuh kasih bahkan menjadi orang tua angkat untuk anak manusia.

Tapi kenyataannya, ada beberapa anak kecil yang dibesarkan oleh hewan dan mereka bisa hidup normal kembali layaknya manusia, meskipun beberapa diantaranya masih memiliki perilaku unik seperti hewan.Berikut ulasannya:

Madina, Gadis Tarzan dari Rusia

Kisah gadis tarzan di kehidupan modern ini tak seindah dalam film aslinya. Adalah Madina, gadis kecil berusia 3 tahun yang menjadi korban ketelantaran orang tuanya. Setiap hari ia harus berbagi makanan dan dengan anjing-anjing peliharaannya sejak ia masih berusia 2 tahun.

Sejak sang ibu ditinggal mati oleh ayahnya, ia tak pernah lagi diperhatikannya. Karena perilaku ibunya sudah berubah 180 derajat, ia menjadi seorang pecandu berat alkohol dan jarang pulang ke rumah. Madina berhasil diselamatkan oleh aktivis perlindungan anak yang tak sengaja melihat dirinya pada tahun 2013 kemarin. Saat itu Madina sedang berebutan tulang dengan anjing-anjingnya di tong sampah dekat rumahnya.

Bukan hanya memakan sisa-sisa makanan di tong sampah yang membuat para aktivis ini merasa heran, mereka juga mendapati Madina telanjang tanpa pakaian, padahal dinginnya suhu udara saat itu sangat ekstrim. Akhirnya mereka mendatangi rumah Madina dan ternyata tak ada satupun orang yang menjawab. Hingga mereka mencoba masuk ke dalam dan mendapati ibunya sedang tertidur di lantai akibat pengaruh minuman alkohol.

Madina kemudian dibawa ke Dokter dan hasil diagnosa menyatakan bahwa ia menderita gizi buruk. Hak asuh Madina pun akhirnya diberikan kepada keluarga ayahnya setelah sang ibu dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan.

John, Dibesarkan Oleh Monyet Hutan

Anak yang dibesarkan oleh monyet tersebut bernama John. Pada saat itu John yang mengalami trauma berat dan rasa takut yang mendalam kepada ayahnya, karena ayahnya tersebut telah membunuh ibunya. Karena rasa takut terhadap ayahnya tersebut John memilih untuk melarikan diri ke dalam hutan.

Menurut beberapa orang yang melaporkan kejadian John tersebut, beberapa tahun kebelakang tepatnya pada tahun 1991 John diketahui dirawat oleh sekelompok monyet hutan jenis velvet. Pada saat itu ada beberapa warga yang menyaksikan kejadian itu. Setelah melihat ada anak manusia yang tinggal di hutan dan dibesarkan oleh monyet, warga desa yang mengetahui kejadian itu kemudian membawa John pulang

Namun, pada saat itu John menolak untuk diajak pulang. Karena khawatir akan keadaan John akhirnya para warga sedikit memaksa John hingga pada akhirnya ia bersedia untuk diajak pulang. Pada saat itu, John kembali dan dirawat oleh manusia yang bersedia merawatnya. Karena diduga terlalu lama diasuh oleh monyet, John pada saat itu harus diajari kembali bagaimana berbicara dengan bahasa manusia. Tetapi siapa sangka, John yang sempat diasuh monyet tersebut memiliki suara yang merdu dan akhirnya ia pun bergabung dengan Pearl of Africa Children’s Choir.

Kamala dan Amala, Bengal India

Kamala dan Amala, dua anak perempuan yang hidup dan dibesarkan oleh hewan ini menjadi kasus paling fenomenal di Bengal, India pada era 1920 an. Di tahun tersebut keduanya diasuh oleh serigala, sejak mereka sengaja ditinggalkan alias dibuang oleh orang tua mereka di dalam hutan rimba. Mereka tidak ada ikatan saudara, namun bernasib sama ditelantarkan oleh orang tuanya sendiri.

Masyarakat tak sengaja menemukan mereka dalam sebuah sarang yang dihuni puluhan serigala. Saat ditemukan Kamala sudah menginjak umur 8 tahun, sedangkan Amala berumur 1,5 tahun. Anehnya, saat mereka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Amala justru menjadi sakit-sakitan, tidak mau makan hingga meninggal dunia pada 21 September 1921. Kamala yang mendapati saudara angkatnya meninggal ini menjadi shock berat, tidak mau lagi berkomunikasi dengan manusia dan ia pun meninggal dunia 8 tahun kemudian di bulan November 1929.

Shamdeo, India 

Negara India nehi-nehi memang menjadi salah satu negara yang memiliki kasus penelantaran anak paling banyak dilaporkan, dimana nasib bayi perempuan tidaklah seberuntung bayi laki-laki. Sebagian kecil masyarakat berotak kuno disana terkadang membuang bayi perempuan mereka di dalam hutan, karena tak bisa menerima kenyataan kalau bayinya bukanlah laki-laki.

Tapi anehnya, kali ini justru terjadi pada bocah laki-laki berusia 4 tahun bernama Shamdeo yang ditemukan di pedalaman hutan India utara pada tahun 1972. Kisah Shamdeo yang juga dikenal dengan nama Ramu ini cukup miris dan mengiris hati karena saat ia ditemukan, penampilannya sangat dekil persis seperti orang utan. Tubuhnya hitam legam, rambut kusut, kuku kaki dan tangan runcing. Saat itu ia sedang bermain dengan seekor macan tutul (leopard), ia sering mengaum dan tingkah lakunya tak jauh berbeda dengan keluarga angkatnya.

Akibat terbiasa bertahan hidup di alam bebas, sering bertarung dengan berbagai macam hewan buas, perilakunya tersebut juga terbawa di kehidupan masyarakat. Shamdeo tak segan-segan mengambil ayam, kelinci dan memakannya hidup-hidup. Begitupun saat ia buang air besar, suka sembarangan dan tak mau didekati banyak manusia, namun ia sangat baik dengan anjing seolah bagian keluarganya. Sepanjang hidupnya, Shamdeo hanya bisa berkomunikasi dengan manusia dengan bahasa Isyarat tubuh dan meninggal dunia pada 19 Mei tahun 1985.

Memang ironis sekali melihat betapa malang nasib anak-anak di atas. Bukannya mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya yang melahirkannya mereka malah mendapat kasih sayang dari hewan. Beruntung mereka dirawat oleh hewan-hewan yang baik dan tidak menjadi korban atau mangsa dari hewan tersebut. Semoga bisa menjadi pelajaran dan menjadi pengetahuan baru buat kita.