Benarkah Makan Daging Kambing Buat Hipertensi? Simak Ulasannya Berikut

Kambing merupakan salah satu hewan yang memiliki banyak manfaat. Mulai dari dagingnya, susunya, maupun kulitnya dan di saat tekanan darah rendah, kita kerap disarankan makan daging kambing untuk menaikkan tekanan darah. Ini mitos atau fakta sih? Biar Anda tidak penasaran dan ingin tahu lebih jauh, simak langsung penjelasannya berikut ini.

Penelitian Mengenai Kandungan Daging Kambing

Pakar kesehatan menyebutkan jika kandungan lemak jenuh dari daging kambing masih tidak sebanyak kandungan lemak tak jenuhnya. Bahkan, pakar kesehatan menyebutkan jika kandungan lemak jenuh yang terdapat dalam daging kambing justru lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang terdapat pada daging sapi atau daging domba. Melihat adanya fakta-fakta ini, pakar kesehatan pun menganggap daging kambing bukanlah pemicu utama masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Menurut dokter Johanes Chandrawinata. SpGK, penyakit darah tinggi akibat menyantap daging kambing hanyalah mitos belaka. Berapapun banyaknya daging kambing yang kita konsumsi, tidak akan menyebabkan darah tinggi. Dokter Johanes menambahkan bahwa daging kambing merupakan makanan yang sehat, asalkan tidak dibarengi dengan jeroan, babat, otak dan ususnya.

Bahkan menurutnya, daging kambing memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan daging sapi, yaitu rendahnya kandungan lemak dan kolesterolnya. Tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Bisa karena perdarahan, kurang minum sampai dehidrasi karena berbagai sebab, kelelahan atau kurang tidur. Tensi yang rendah juga dapat disebabkan karena gangguan pada jantung baik karena kelainan katup atau serangan jantung bahka gagal jantung.

Penelitian yang dimuat di Asian-Australasian Journal of Animal Sciences yang melibatkan binatang percobaan, konsumsi daging kambing nyatanya tidak meningkatkan tekanan darah. Proses pemasakan yang banyak menggunakan garamlah yang justru dapat meningkatkan tekanan darah. Pada penelitian tersebut, pengurangan garam dari 4% menjadi 0,3% mengembalikan tekanan darah binatang percobaan tersebut ke normal.

Penelitian lain yang dipublikasikan di Malaysian Journal of Veterinary Research juga mendukung hal yang sama. Studi yang dilakukan pada 10 subjek penelitian (5 orang wanita, 5 orang laki-laki) melaporkan tidak ada peningkatan tekanan darah dan kolesterol yang signifikan setelah mereka diberikan sup daging kambing. Studi lain juga menyebutkan bahwa penambahan garam pada proses pemasakan daging kambing justru berpotensi meningkatkan tekanan darah. Bukan daging kambingnya itu sendiri.

Selain itu, penggunaan bumbu penyedap saat memasak juga turut memicu terjadinya gejala hipertensi, apalagi jika dimasukkannya berulang kali. Bahan penyedap seperti kecap, garam dan vetsin mengandung sodim tinggi dan kadar pengawet yang tidak bisa dibilang sedikit, sehingga apabila mengonsumsinya secara berlebih dapat berisiko sebabkan gejala darah tinggi. Apalagi jika bumbu-bumbu penyedap tersebut diolah dalam sajian berkuah santan, maka bukan hanya kalorinya yang kian tinggi, kolesterolnya pun selangit.

Di dalam takaran sebanyak 100 gram lemak daging kambing ini terdapat hanya 3,03 gram, sedangkan di daging sapi sebanyak 7,72 gram. Selain itu kolesterol yang terdapat di dalam daging kambing juga lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi yakni 75 miligram dan daging sapi sebanyak 80 miligram. Tidak hanya itu saja, untuk zat besi, daging kambing memiliki kandungan yang lebih banyak dengan 3,78 gram sedangkan untuk daging sapi hanya terdapat 2,24 miligram. Kemudian, seng (zinc) pada daging kambing sebesar 5,27 miligram dan sapi 4,61 miligram.

Kandungan Dalam Daging Kambing

Mengkonsumsi daging kambing sangat baik bagi kesehatan, dengan catatan tidak boleh berlibihan berikut kandungan nutrisi dalam daging kambing

  • Kalori
  • Protein
  • Vitamin B12
  • Zat besi
  • Sodium
  • Selenium
  • Lemah dan Kolestrol

Manfaat lainnya

1. Mencegah Anemia

Anemia atau kekurangan sel darah merah dapat terjadi karena zat besi dalam tubuh mengalami penurunan. Manfaat daging kambing selanjutnya adalah meningkatkan jumlah sel darah merah (hemoglobin) tersebut. Kandungan zat besi dalam daging kambing cukup tinggi, bahkan bisa dibilang lebih tinggi dari pada kandungan zat besi dalam telur yang notabenya sudah terkenal sejak dulu.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Apakah kamu sering mendengar orang berkata daging kambing dapat meningkatkan kolesterol? Itu sebenarnya adalah anggapan yang salah. Karena sebenarnya setiap 100 gram daging kambing hanya mengandung 1 gram kolesterol. Daging kambing tidak akan membuat kadar kolesterol dalam tubuh meningkat, malahan daging merah ini membantu menjaga kesehatan jantung, mencegah arteroklerosis, penyakit jantung koroner, dan masih banyak lagi.

3. Mencegah Kanker

Daging kambing merupakan salah satu sumber zat besi, vitamin B, kolin, dan selenium yang cukup tinggi. kandungan kolin dan selenium tersebut dapat menangkal serangan kanker mamatikan dalam organ tubuh kita. Selain itu, daging kambing juga termasuk daging yang mengandung asam linoleat terkonjugasi (CLA). Dimana kandungan asam tersebut mampu mencegah adanya peradangan penyebab kanker dan tumor ganas.

4. Menjaga kesehatan kulit

Manfaat daging kambing selanjutnya adalah mampu menjaga kesehatan kulit. Daging kambing tidak hanya mengandung vitamin B, kolin, dan selenium saja, tetapi daging tersebut juga mengandung vitamin B12 cukup tinggi. Menurut para ahli, kandungan vitamin B12 akan membantu menjaga kesehatan kulit kita. Mulai dari menjaga kekencangan kulit, mengatasi panu, menghilangkan bulu, dan masih banyak lagi.

5. Mencegah autisme, stres dan depresi

Daging kambing mengandung senyawa omega 3 yang cukup tinggi, kandungan tersebut tersinergi secara sempurna bersama dengan vitamin B12. Omega 3 bermanfaat untuk mencegah anak autis. Karena salah satu kandungan gizi daging kambing tersebut mampu mengoptimalkan perkembangan sistem saraf pusat/otak pada anak.

Bahaya Daging Kambing Akibat Makan Secara Berlebihan Bagi Kesehatan.

1. Gangguan pencernaan Atas Dan Bawah

Gangguan pencernaan atas bawah ini terjadi ketika adanya pengosongan lambung. Sebab lemak yang ada pada kambing tertimbun berlebihan di lambung. Biasanya penderita akan merasakan panas di dada atau heartburn.

2. Sembelit

Salah satu dampak secara langsung yang dapat dirasakan karena mengkonsumsi daging secara berlebihan yaitu sembelit. Jika kita mengalami sembelit maka nantinya akan sulit untuk buang air besar dan berakibat ambeien. Daging kambing termasuk dalam daging merah yang mempunyai tekstur yang tidak terlalu baik sehingga pengolahan daging kambing di dalam tubuh kita akan menjadi sedikit lama. Hal ini menyebabkan proses pencernaan menjadi lama. Oleh karena itu, jangan mengkonsumsi daging kambing secara berlebihan.

3. Meningkatkan Kadar Lemak Dan Kolesterol Darah

Mengkonsumsi daging secara berlebihan dapat mengakibatkan meningkatkan kadar lemak dan kolesterol darah. Hal ini karena daging kambing memiliki kandungan kadar lemak yang tinggi sama juga seperti daging merah lain. Lemak hewani juga biasanya mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh yaitu lemak jahat yang akan menumpuk pada dinding pembuluh darah. Kadar kolesterol darah yang tinggi juga merupakan bahaya dari daging kambing. Meskipun kolesterol daging kambing masih tergolong kalah tinggi dengan kolesterol sapi. Kondisi tersebut harus diperhatikan karena hal ini dapat memicu kolesterol yang ada dalam tubuh kita.

4. Obesitas

Obesitas juga menjadi salah satu bahaya bagi kita yang suka menikmati daging kambing. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar lemak jahat pada tubuh kita, sehingga terjadi penimbunan LDL dapat meningkatkan resiko timbulnya obesitas. Jika penimbunan terjadi pada area pembuluh darah, maka resiko yang lain dapat muncul seperti penyempitan pada pembuluh darahg dan berakibat timbulnya penyakit kardiovaskular.

Lalu, Dari Mana Asalnya Mitos Makan Daging Kambing Bisa Bikin Darah Tinggi?

Makan daging kambing tidak menyebabkan hipertensi. Namun demikian, ada beberapa faktor yang secara tidak langsung menyumbang kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya. Tekanan darah naik setelah makan daging kambing cenderung disebabkan oleh teknik memasak yang salah. Olahan daging kambing di Indonesia umumnya digoreng dulu sebelum diolah lebih lanjut, atau dipanggang dan dibakar untuk sate dan kambing guling. Memasak dengan cara digoreng, dibakar, atau dipanggang akan meningkatkan kalori makanan daripada versi mentahnya.

Ditambah lagi, mengolah daging dengan cara-cara ini membutuhkan banyak minyak goreng, mentega, atau margarin yang akan berubah jadi lemak dan diserap cukup banyak oleh daging. Suhu panas ketika menggoreng atau memanggang membuat kandungan air di dalam makanan menguap hilang, dan digantikan lemak yang berasal dari minyak.

Lemak yang terserap ke dalam daging kemudian menyebabkan makanan yang tadinya rendah kalori menjadi berkalori tinggi. Bahkan, peningkatan kalori yang terjadi dari ketiga cara memasak ini bisa mencapai 64% dari kalori sebelumnya. Asupan tinggi kalori dalam tubuh akan diubah menjadi lemak, yang lama kelamaan bisa menumpuk di pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah.

Tips Aman Makan Daging Kambing

Jadi, bila Anda ingin tetap makan daging kambing tanpa mengkhawatirkan risikonya bagi kesehatan, sebaiknya hindari olahan daging kambing yang disebutkan di atas. Anda bisa mengolah daging kambing dengan cara dimasak jadi sop atau ditumis. Pastikan Anda juga menyeimbangkan nutrisi saat makan daging kambing. Jangan cuma makan daging dan nasi saja. Perbanyak sayuran yang kaya serat, vitamin, dan mineral untuk menemani Anda makan daging kambing.

Yang perlu diingat adalah bahwa makan daging kambing bukanlah penyebab utama dari melonjaknya tekanan darah Anda. Oleh karena itu, sah-sah saja untuk tetap makan daging kambing. Tapi Anda harus tetap membatasi porsinya. Karena apapun jenis dagingnya, jika tinggi lemak dan dikonsumsi secara berlebihan, semua daging sebenarnya sama-sama berisiko meningkatkan tekanan darah dari penumpukan lemak jenuh dalam tubuh.

Selama Anda bijak mengatur porsinya, konsumsi daging tidak akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau meningkatkan kadar kolesterol. Cermat jugalah dalam memilih bagian daging dan cara mengolahnya. Anda dapat membuang bagian lemaknya saat hendak memasak, dan menggunakan jenis minyak goreng yang lebih sehat untuk memasak agar kesehatan tetap terjaga.

Kesimpulan

jika anda hendak akan mengkonsumsi daging kambing, sebaiknya pilihlah jenis atau bagian daging kambing yang rendah lemak, cara memasaknya yang tepat dan juga tidak mengkonsumsi secara berlebihan agar tekanan darah anda tetap stabil.

Tidak ada bukti ilmiah bahwa daging kambing itu secara langsung menaikkan tekanan darah atau menyebabkan hipertensi dan meningkatkan kolesterol melebihi daging-daging lain. Hal yang lebih benar adalah daging merah merupakan faktor risiko dan daging sapi mempunyai kadar kolesterol lebih tinggi dari kambing

Itulah informasi seputar mitos daging kambing bagi kesehatan tubuh kita. Jadi, intinya adalah daging kambing sebenarnya sangatlah bermanfaat asalkan dikonsumsi tidak berlebihan. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan semua manfaat daging kambing diatas, konsumsilah sesuai aturan yang berlaku. Semoga bermanfaat.