Dalam Hitungan Detik, Senjata Kimia Bisa Bunuh Ratusan Orang

Kini peperangan tidak lagi selalu menggunakan senjata api. Dengan memanfaatkan reaksi dari bahan kimia, manusia memanfaatkan reaksi tersebut untuk membunuh musuh dan juga menyebabkan kerusakan parah yang tidak kalah dengan senjata api. Senjata kimia yang ternyata bisa mengakibatkan dampak yang sangat mematikan apabila digunakan dalam peperangan dan jika terkena warga, akibatnya akan mengalami cacat dan keruskan serius pada kulit. Yuk, mari kita simak  senjata kimia yang mematikan tersebut.

1. VX

Teksturnya seperti gas beracun, VX pertama kali diproduksi di Inggris pada tahun 1950an. Racun ini sangat mematikan dan mengakibatkan orang kehilangan kesadaran hingga kegagalan pernapasan hanya dalam beberapa menit. Di Amerika Serikat senjata ini juga menjadi salah satu senjata penghancur. Senjata Kimia berupa racun berbahaya dalam bentuk cair dan uap dapat menyerang sistem syaraf pusat. Bahan kimia ini dianggap 100 kali lebih beracun melalui sentuhan terhadap kulit daripada saraf dan dua kali lebih berbahaya jika terhirup melalui pernafasan.

VX dapat menyebabkan kematian beberapa menit setelah terkena. Bahan kimia itu mematikan dengan menyerang otot yang dikendalikan dalam keadaan aktif sehingga otot lelah dan tidak dapat bernafas lagi.

2. Sulfur Mustards

Ini adalah senjata kimia yang menyebabkan luka pada kulit dan saluran pernapasan, senjata kimia ini lazim digunakan selama Perang Dunia I sebelum akhirnya dilarang penggunaannya oleh Protokol Jenewa pada tahun 1925. Juga dikenal sebagai sulfur mustard atau H. gas mustard adalah salah satu daftar dalam Konvensi Senjata Kimia tahun 1993 yang dilarang dalam hal produksi, penggunaan, penjualan atau penimbunannya.

Bahan kimia ini tak berwarna dalam keadaan murni, namun secara umum berwarna kuning hingga coklat dan sedikit berbau mustard atau bawang. Sulfur Mustards menyebabkan luka pada kulit, mata dan saluran pernafasan. Tidak ada penawar racun atas keracunan sulfur mustard, satu-satunya cara efektif yaitu dengan mengurangi kontaminasi semua daerah yang terkena. Sepuluh miligram bahan kimia itu dapat menewaskan korbannya.

3. Sarin

Awalnya zat ini dibuat di Jerman pada tahun 1938 untuk pestisida, namun menurut Centers for Disease Control and Pervention (CDC) di AS, ini lebih mematikan dari pestisida biasa. Zat ini bisa dicampur dalam air untuk meracuni minuman dan makanan atau disemprotkan ke udara. Orang yang teracuni seringkali tidak menyadari karena bentuknya berupa cairan bening, tak berbau, tak berwarna, tak berasa dan bisa menguap seperti air biasa.

Zat ini sempat digunakan dalam pembantaian Halabja tahun 1988 di bawah perintah Saddam Hussein yang menewaskan sedikitnya 5.000 warga sipil Kurdi. Sarin juga sempat digunakan dalam serangan teroris di kereta bawah tanah Tokyo pada tahun 1995 yang menewaskan 13 orang. Karena sifatnya yang mudah menguap, sarin umumnya dicampur sebelum digunakan dan disimpan dalam bentuk cair. Karena sifatnya sangat korosif, sarin harus disimpan dalam wadah khusus.

Dalam waktu beberapa detik setelah terkena gas sarin, korban mulai mengalami sakit mata, lemas, muntah, diare dan detak jantung tidak beraturan. Pakaian yang terkena akan terus melepaskan uap beracun selama 30 menit sehingga menyebabkan makin banyak orang yang terpapar saat mendekati korban. Sarin menyerang sistem saraf dan mengganggu kemampuan tubuh untuk mengendalikan fungsi otot dan kelenjar. Akibatnya, terjadi overstimulasi metabolisme seperti otot terus berkedut, kelelahan dan bernapas dengan kecepatan yang tidak terkendali. Pada akhirnya semua fungsi tubuh pun hilang.

4. Klorin

Ini adalah senjata kimia yang dalam sejarah perang sudah digunakan selama 100 tahun. Saat Perang Dunia I gas klorin yang juga diketahui sebagai bertolit dan digunakan tentara Jerman saat perang di Belgia. Klorin bisa ditekan dan didinginkan menjadi cair kemudian gampang dikapalkan dan disimpan dalam tangki. Saat dilepaskan ke lingkungan, klorin bisa menyebar di tanah dan udara dengan cepat karena itulah zat ini menjadi senjata kimia untuk perang dan teroris.

Walaupun zat ini sekarang sudah jarang digunakan karena ada zat yang lebih mematikan lainnya, tetapi klorin mudah untuk diproduksi dan disamarkan. Tahun 2007 bom gas klorin pernah digunakan untuk membunuh lusinan warga dalam perang Irak.

Bahan kimia berupa gas berwarna kuning kehijauan dengan bau tajam ini dapat bereaksi terhadap benda organik sehingga mudah menimbulkan api dan ledakan keras. Ia juga bisa menimbulkan efek korosif pada mata dan kulit. Penyebaran melalui udara dapat membuat korban kesulitan bernafas dan edema paru-paru hingga menyebabkan kematian.

5. Hydrogen Cyanide

Sangat mudah terbakar, tidak berwarna dalam bentuk gas ataupun cair. Dalam keadaan terbakar menyebarkan racun dan dapat memicu ledakan. Dapat menimbulkan iritasi mata, kulit dan saluran pernafasan. Bahan ini dapat menyerang sistem saraf pusat sehingga sirkulasi tidak berfungsi.

6. Agent Orange

Ini adalah senjata kimia campuran antara zat penggugur daun dan herbisida yang diproduksi perusahaan AS. Zat ini mengandung zat dioksin yang berbahaya. Residu zat ini pada manusia bisa menyebabkan tumor, kanker, bayi lahir cacat, ruam kulit hingga gejala psikologis. Tentara AS menggunakan zat ini saat perang Vietnam tahun 1961-1971.

Zat ini disemprotkan di udara oleh tentara AS di hutan-hutan lebat Vietnam, yang bertujuan membuka hutan tempat tentara Vietkong bersembunyi sekaligus mengurangi tanaman yang menjadi logistik tentara Vietkong. Selama 10 tahun, AS menyemprotkan 19 juta galon agent orange di lebih dari jutaan hektar lahan di Vietnam. Hasilnya, Vietnam memperkirakan 400 ribu orang tewas karena Agent Orange dan 500 ribu bayi lahir cacat baik fisik maupun mental karena orang tuanya terpapar Agent Orange.

7. Agent 15

Agent 15 atau dikenal dengan nama BZ atau Buzz yang memiliki nama kimia 3-quinuklidinil benzilat adalah gas saraf yang kuat. Untuk melumpuhkan total musuh, cukup dipakai Agent 15 dalam jumlah kecil. Gas ini tidak berbau dan bisa bekerja dalam saluran pernafasan begitu terhirup. Gas ini juga bisa masuk melalui kulit dan saluran pencernaan.

Begitu terpapar, dalam 1 jam gejala gas ini akan tampak seperti linglung, gemetar, pingsan hingga koma yang bisa berlangsung selama 2 hari. Penggunaan Agent 15 diduga digunakan dalam konflik Bosnia tahun 1995. Gas ini juga dituduhkan sejumlah Diplomat AS digunakan pemerintah Suriah terhadap tentara pemberontak kendati belum dikonfirmasikan.

8. Azidoazide Azide

Azidoazide Azide merupakan zat kimia yang paling mudah meledak. Hal itu dipicu oleh atom nitrogen yang terkandung di dalamnya bergerak bebas sehingga akan bersatu dan menghasilkan daya yang luar biasa kuatnya.
Zat yang memiliki kode C2N14 diciptakan oleh seorang ilmuwan Jerman dibantu oleh militer Amerika Serikat pada tahun 2010. Gilanya lagi, zat ini akan dengan mudah meledak meski hanya digerakkan atau terkena sentuhan. Bahkan saking dahsyatnya, cukup diletakkan dalam keadaan diam saja Azidoazide Azide ini akan tetap meledak

Nah, itulah beberapa senjata kimia yang paling mematikan di dunia dan semoga artikel ini menanbah wawasan Anda.