Deretan Fakta Unik Ganja Yang Jarang Diketahui

Cannabis sativa atau lebih populer dengan sebutan ganja merupakan salah satu tanaman yang masuk dalam kategori psikotropika karena adanya kandungan zat ‚Äútetrahidrokanabinol‚ÄĚ dalam daunnya. Zat ini jika sampai masuk dalam tubuh akan dapat membuat orang mengalami euforia atau rasa senang tanpa ada sebab yang jelas. Karena efeknya ini ganja menjadi barang terlarang di berbagai negara karena dianggap sebagai salah satu tanaman pemicu zat berbahaya sekaligus masuk dalam salah satu daftar narkotika.

Pada tahun 1950-1970 ganja dijadikan simbol budaya kaum Hippies di Amerika. Pada awal 1990an musisi reggae terkenal, Bob Marley begitu identik dengan tanaman berdaun unik ini. Karena fakta ini ganja sering kali disebut sebagai tanaman paling kontroversial di dunia. Berikut fakta unik tentang ganja yang jarang diketahui:

1. Obat Tidur Yang Ampuh

Di era yang serba cepat saat ini, tidur menjadi salah satu permasalahan utama. Banyaknya beban kerja serta gaya hidup yang berubah membuat banyak orang sulit untuk memejamkan matanya di malam hari. Padahal besok harus bangun pagi dan kembali bekerja dengan tubuh yang fit. Karena itu banyak orang sering kali memilih obat tidur sebagai solusi untuk masalah ini. Tapi obat tidur sebenarnya hanya seperti sebuah bius yang hanya membuat mata terlelap namun tubuh tak beristirahat secara penuh. Selain itu obat tidur juga sering kali memberi efek samping yang buruk bagi tubuh jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Sebenarnya jika orang membutuhkan obat tidur yang efektif, sejak dulu alam sudah menyediakannya dalam bentuk ganja. Selain dapat memberi efek euforia, ganja ternyata juga merupakan obat tidur yang ampuh. Hal ini dikemukakan oleh David Downs, seorang peneliti yang telah lama mempelajari tentang ganguan tidur. Menurut Downs, ganja jika dikonsumsi secara benar dapat membantu mengurangi gangguan tidur. Cara mengkonsumsi ganja yang benar ini ternyata adalah dengan dikunyah dan bukan dihisap.

2. Ketergantungan Ganja Sangat Rendah

Kita tentu sudah sering mendengar keluh kesah para pecandu rokok, alkohol bahkan narkoba tentang betapa sulitnya mereka untuk lepas dari ketergantungan terhadap zat-zat adiktif tersebut. Sebagai contoh kita tentu tahu bagaimana banyak orang begitu sulit untuk lepas dari ketergantungan terhadap rokok. Padahal rokok tak memberikan efek candu sehebat alkohol, narkoba atau bahkan efek euforia layaknya ganja.

Stigma serupa kemudian juga berlaku pada ganja yang sering diangap dapat membuat orang menjadi kecanduan berat. Tapi pada kenyataanya ganja sebenarnya tak terlalu membuat penggunanya kecanduan dan terus ingin menghisapnya.Seorang yang pernah merasakan ganja biasanya memang cenderung ingin mengulangi sensasi bahagia saat menghisap ganja. Namun hal tersebut tak membuat mereka terus ingin menghiap ganja setiap hari.

Hal ini diperkuat dengan keterangan Dr Sanjay Gupta mengatakan kepala Koresponden Medis CNN mengatakan bahwa, ganja tidak seadiktif yang dipikirkan. Dalam laporannya menyebutkan bahwa ganja hanya menyebabkan ketergantungan sekitar 9-10% pada orang dewasa. Angka ini jauh diatas Kokain yang mencapai 20%, Heroin sekitar 25% dan rokok yang mencapai 30% diseluruh dunia.

3. Banyak Orang Sukses Yang Mengkonsumsi Ganja

Beberapa nama tokoh yang mungkin juga kalian tau Maya Angelou, Marthe Stewart, Morgan Freeman, Ted Turner, Rush Limbaug. Mereka adalah deretan orang sukses dari bidang nya masing-masing, memang pekerjaan mereka berbeda, tapi mereka punya 1 persamaan, yaitu sama-sama mengonsumsi ganja. Mereka gunakan ganja pada saat tertentu, seperti pada saat ingin beristirahat yang cukup, terbukti mereka menggunakan ganja untuk dapat tidur dengan nyenyak sehingga pada saat bangun fresh karna bisa membuat karya yang bagus di bidang nya masing-masing.

4. Belum Pernah Ada Orang Yang Mati Karena Overdosis Ganja

Zat-zat psikotropika selalu identik dengan zat berbahaya yang bisa membuat orang kecanduan dan bahkan mematikan jika digunakan secara berlebihan atau dikenal dengan istilah overdosis. Setiap tahunya jutaan orang meninggal akibat overdosis zat psikotropika di seluruh dunia. Tapi hal ini ternyata tak berlaku bagi ganja, karena sejak pertama kali pohon ganja ditemukan dan mulai dikonsumsi manusia, belum ada satu orang pun yang tercatat mati karena overdosis ganja.

Sedangkan di sisi lain dari survei yang dilakukan pada tahun 2010 sekitar 38.329 orang meninggal akibat overdosis narkoba. Dimana 60 persenya justru berasal dari obat yang diresepkan. Pada tahun yang sama, 25.692 orang meninggal disebabkan sesuatu yang berhubungan dengan alkohol. Ganja bahkan juga relatih lebih aman dari pada kacang yang setiap tahunya tercatat menewaskan sekitar 100 orang akibat reaksi alergi.

5. Ganja Lebih Aman Dari pada Rokok dan Alkohol

Dengan statusnya sebagai salah satu jenis narkotika, ganja sering kali mendapatkan stigma negatif sebagai barang yang berbahaya. Hal ini tak sepenuhnya salah, karena ganja memang akan menjadi zat yang berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Tapi jika dibandingkan dengan rokok dan alkohol, ganja sebenarnya relatif lebih aman karena hanya menimbukan efek histeria pada penggunanya.

Bandingkan dengan rokok yang dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan tubuh dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan alkohol mengakibatkan satu orang mati setiap 10 menit sekali berdasarkan data dari WHO pada tahun 2012. Hal ini belum termasuk resiko munculnya penyakit kronis seperti sirosis hati, tuberkolosis dan juga kanker yang mengintai pecandu alkohol.

Nah, setelah mengetahui fakta-fakta di atas, kamu memutuskan untuk membenci atau memuja ganja? Semoga artikel ini menambah wawasan anda.