Inilah Sisi Gelap Dari Dunia K-Pop

Kehidupan para artis K-pop dikenal glamor. Penampilan spektakuler di atas panggung menjadi magnet tersendiri bagi kalangan muda untuk bergabung dalam industri semacam ini. Banyak diantara mereka yang secara khusus mempersiapkan diri agar dapat menjadi bagian dari dunia hallyu. Bukan rahasia umum, jika dunia K-pop menyimpan sejuta problematika. Banyak artis yang mengakui kerasnya perjuangan agar dapat tampil di atas panggung, menyanyi dan menari sambil dibanjiri teriakan dan tepuk tangan dari penggemar setia mereka. Tak jarang banyak di antara mereka yang harus kehilangan masa-masa remaja demi ambisi tersebut.

Pemetaan sejenis ini, memang wajar terjadi di Korea Selatan. Banyak agensi hiburan yang merekrut anak-anak berusia 10 tahun untuk dilatih dan dipersiapkan menjadi bintang papan atas di masa mendatang. Anak-anak itu ditempa habis-habisan agar menjadi personel grup idola yang mumpuni. Mereka akan diajari cara menari, olah vokal bahkan mengarang lagu. Jalan yang harus ditempuh tak berhenti di situ saja, mereka akan kehilangan masa anak-anak hingga remaja karena hal semacam ini. Jangankan untuk bermain, menjaga kesehatan sendiri pun bisa dibuat lupa. Akibatnya banyak calon-calon bintang yang sakit akibat kelelahan.

Industri ini kian menggurita dan akan terus berlanjut karena besarnya animo anak muda yang ingin menjadi sosok yang diidolakan. Meski demikian, masih banyak rahasia besar yang belum terungkap. Banyak sisi gelap yang para artis K-pop alami di sepanjang karier mereka. Inilah beberapa rahasia gelap dunia K-pop.

1. Pelecehan Seksual

Masa-masa menjadi trainee inilah masa-masa terberat seseorang sebelum debut menjadi boyband atau girlband. Selain harus terlibat dengan kasus suap untuk bisa terkenal, para trainee tidak sedikit yang mengalami pelecehan seksual. Entah itu dari agensi ataupun para seniornya.

Tidak hanya para trainee, bahkan ada yang artis yang masih sempat mendapatkan pelecehan seksual. Jika memang mengalami pelecehan seksual, kenapa mereka tidak melaporkan kasus tersebut ke pihak polisi? Itu karena mereka terpaksa menahan malu supaya bisa meraih mimpi mereka menjadi penyanyi.

2. Dijadikan Budak

Para artis serta idol group yang kita lihat sekarang adalah hasil perjuangan panjang yang tidak terduga. Di Korea, banyak rumah produksi yang merekrut anggota boyband atau girlband sejak mereka berusia 10-15 tahun, sehingga ketika mereka berusia awal 20-an mereka telah siap dipasarkan.

Kontrak artis Korea dinilai sangat tidak manusiawi, oleh sebab itu satu per satu artis memutuskan keluar dari rumah produksi mereka dan melayangkan gugatan hukum. Rata-rata para artis tersebut harus menjalani kontrak panjang selama 5 hingga 13 tahun dan dapat diperpanjang tanpa persetujuan mereka. Tak jarang, para artis ini mendapat bagian honor yang sangat sedikit sekali dibandingkan kerja keras mereka dalam latihan dan tampil di panggung. Di sinilah muncul istilan “K-Pop Slavery Contract” atau “Kontrak perbudakan K-Pop”.

3. Jam Kerja yang Tidak Manusiawi

Bisakah anda membayangkan berapa show yang dilakukan seorang artis K-Pop dalam sehari? Sebuah berita menunjukkan, mereka tidak jarang harus menghadiri 3-4 show dalam sehari. Itu belum termasuk dengan jadwal latihan atau wawancara dengan radio atau wartawan lain. Mereka bekerja lebih dari 11 jam per hari. Jauh di atas ambang batas kerja maksimal yaitu 8 jam per hari.

Tidak heran jika kita sering sekali melihat para artis ini “tumbang” ketika sedang berada di atas pentas. Mereka harus mengikuti jadwal padat yang telah ditentukan rumah produksi. Selama kontrak berlangsung, mereka juga tidak diperbolehkan memiliki ponsel pribadi untuk menelpon sanak saudara mereka.

4. Harus Tinggal Di Asrama

Pria atau wanita yang belum debut atau yang dijuluki sebagai trainee biasanya harus menjalani sejumlah latihan yang berat. Selain latihan, mereka biasanya akan diberikan tempat tinggal khusus atau dorm atau asrama. Di dorm tersebut, mereka harus tinggal bersama dengan para trainee lainnya.

Mereka para trainee yang tinggal di asrama akan diisolasi dari kehidupan luar. Bukan cuma beberapa bulan, tapi para trainee tersebut bisa tinggal di asrama hingga bertahun-tahun. Bahkan ada beberapa artis yang masih tinggal di asrama meski sudah debut dan terkenal. Para trainee dan artis harus menjaga asrama tersebut tetap bersih layaknya rumah mereka sendiri.

5. Masa Training Yang Super Berat

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sebelum debut, seorang trainee terlebih dahulu harus melewati serangkaian latihan super berat dan harus tinggal di dalam asrama yang disediakan oleh agensi mereka. Latihan yang mereka lakukan tidaklah singkat. Untuk debut menjadi anggota boyband dan girlband, seorang trainee harus menjalani latihan selama bertahun-tahun.

Latihan yang dijalani oleh para trainee sebelum debut di dunia k-pop bisa berlangsung selama tahunan. Tentu terlihat beda bila dibandingkan dengan boyband dan girlband dari Indonesia. Bayangkan saja, sudah harus mengikuti latihan super keras, mereka harus tinggal di asrama, jauh dari teman dan keluarga.

Deretan sisi kelam dunia Kpop di atas membuktikan jika glamornya industri hiburan Korea Selatan nyatanya memiliki rahasia gelap yang jarang diketahui oleh para fans yang sekedar memuja-muji idolnya. Masihkah anda tertarik untuk menjadi satu dari bintang terang yang harus tinggal di sisi kelam itu?