Kulit Manusia, Pengertian Dan Kegunaan Serta Penyakitnya

Kulit adalah salah satu bagian tubuh manusia yang sangat penting dan sensitif. Sangat sensitif karena kulit itu langsung berpapasan dengan dunia luar. Dalam kehidupan sehari-hari kulit mempunyai peran penting untuk kita. Salah satu fungsinya adalah mengeluarkan zat sisa seperti keringat. Kulit terdiri dari bagian-bagian atau lapisan, setiap bagian-bagian kulit atau lapisan kulit tersebut memiliki fungsi yang berbeda bagian kulit tersebut antara lain Kulit Ari (Lapisan Epidermis), Kulit Jangat (Lapisan Dermis), Jaringan Ikat Bawah Kulit (Lapisan Hipodermis). Berikut adalah bagian-bagian kulit beserta pengertiannya :

Pengertian Kulit

Kulit adalah bagian paling luar dari tubuh manusia, kulit membungkus tubuh kita. Pada saat kulit terkelupas, rasa perih menyengat. Hal itu menunjukkan betapa kulit sangat sensitive, selain membungkus tubuh, kulit juga memberikan perlindungan bagi jaringan jaringan di bawahnya. Pada tubuh kita, kulit meliputi seluruh jaringan kulit secara umum, termasuk kulit wajah. Pada permukaan kulit  terdapat sebuah kelenjar keringat yang mengekskresikan zat-zat sisa tersebut dikeluarkan melalui pori-pori kulit yang berupa keringat. Pada keringat ini tersusun dari air dan garam-garam mineral khususnya garam dapaur ( NaCI ) yang merupakan hasil metabolism protein.

Kulit merupakan salah satu organic terbesar dari tubuh dimana kulit membentuk 15% dari berat badan keseluruhan. Kulit mempunyai daya regenerasi yang besar, misalnya jika kulit terluka, maka sel-sel dalam dermis melawan infeksi lokal kafiler dan jaringan ikat akan mengalami regenerasi epitel yang tumbuh dari tepi luka menutupi jaringan ikat yang beregenerasi sehingga membentuk jaringan parut yang pada mulanya berwarna kemerahan karena meningkatnya jumlah kafiler dan akhirnya berubah menjadi serabut kolagen keputihan yang terlihat melalui epitel. Dan kulit terdiri dari 3 lapisan, yakni epidermis, dermis dan jaringan lemak (sering juga disebut dengan jaringan subkutan).

1. Lapisan Epidermis

Epidermis merupakan bagian kulit paling luar yang sebagian besar terdiri dari epitel skuamosa yang bertingkat yang mengalami keratinisasi yang tidak memiliki pembuluh darah. Ketebalan epidermis berbeda-beda pada berbagai bagian tubuh, yang paling tebal berukuran 1 milimeter pada telapak tangan dan telapak kaki dan yang paling tipis berukuran 0,1 milimeter terdapat pada kelopak mata, pipi, dahi dan perut. Sel-sel epidermis disebut keratinosit. Epidermis melekat erat pada dermis karena secara fungsional epidermis memperoleh zat-zat makanan dan cairan antar sel dari plasma yang merembes melalui dinding-dinding kapiler dermis ke dalam epidermis. Epidermis dapat dibagi menjadi 5 lapisan :

  • Lapisan Tanduk (Stratum Corneum)

Merupakan lapisan epidermis paling atas dan menutupi semua lapisan epidermis lebih ke dalam. Lapisan tanduk terdiri atas beberapa lapis sel pipih, tidak memiliki inti, tidak mengalami proses metabolisme, tidak berwarna dan sangat sedikit mengandung air. Lapisan tanduk sebagian besar terdiri atas keratin yaitu sejenis protein yang tidak larut dalam air dan sangat resisten terhadap bahan-bahan kimia, dikenal dengan lapisan horny. Lapisan horny, terdiri dari milyaran sel pipih yang mudah terlepas dan digantikan sel baru setiap 4 minggu, karena usia setiap sel biasanya 28 hari.

  • Daerah Rintangan (Stratum Lucidum)

Lapisan ini berwarna terang dan hanya nampak pada lapisan kulit yang tebal. Hanya terlihat pada telapak kaki dan telapak tangan.

  • Lapisan Seperti Butir (Stratum Granulosum)

Lapisan ini menggandung sel-sel bergranula yang menghambar pengeluaran air berlebih. Stratum granulosum berpartisipasi aktif dalam proses keratinisasi, hanya mekanismenya belum diketahui jelas.

  • Lapisan Sel Duri (Stratum Spinosum)

Stratum spinosum (stratum malpighi) terdiri dari beberapa lapis sel yang berbentuk poligonal yang besarnya berbeda-beda karena adanya proses mitosis. Lapisan ini adalah lapisan paling tebal di epidermis.

  • Lapisan Sel Basal  (Stratum Germinativum)

Lapisan ini selalu tumbuh dan membelah, lapisan ini banyak ditemukan sel melanosit yang menghasilkan pigmen melanin yang menentukan warna kulit seseorang.

2. Lapisan Dermis

Lapisan dermis yang merupakan lapisan di bawah epidermis, menjadi tempat ujung saraf perasa, tempat keberadaan kandung rambut, kelenjar keringat, kelenjar-kelenjar palit atau kelenjar minyak, pembuluh-pembuluh darah dan getah bening dan otot penegak rambut (muskulus arektor pili). Dermis memiliki ketebalan 3-5 mm, merupakan anyaman serabut kolagen dan elastin yang bertanggung jawab untuk sifat-sifat penting dari kulit. Ada beberapa lapisan yang ada pada lapisan dermis diantaranya:

  • Kelenjar Keringat (Glandula Sudorifera)

Kelenjar ini berfungsi mengeluarkan keringat melalui saluran keringat yang bermuara di pori-pori kulit.

  • Pembuluh Kapiler

Pembuluh kapiler berfungsi untuk menghantarkan nutrisi atau zat-zat makanan pada akar rambut dan sel kulit

  • Kelenjar Minyak (Grandula Sebaceae)

Kelenjar minyak berfungsi untuk menghasilkan minyak agar kulit dan rambut tidak kering dan mengkerut

  • Kelenjar Rambut

Kelenjar rambut memiliki akar dan batang rambut serta kelenjar minyak rambut. Pada saat merasa dingin dan takut, rambut yang ada pada tubuh akan terasa berdiri karena di dekat akar rambut terdapat otot polos yang memiliki fungsi dalam menekakkan rambut.

  • Kumpulan saraf

Rasa nyeri, saraf panas, saraf rasa dingin dan saraf sentuhan.

3. Jaringan Lemak (Jaringan Subkutan)

Jaringan lemak membantu mempertahankan panas tubuh untuk melindungi Anda dari suhu dingin, sebagai bantalan tubuh dan menyimpan cadangan energi. Ketebalan jaringan lemak bervariasi. Pada kelopak mata misalnya, jaringan lemak akan sangat tipis. Sebaliknya, pada area perut dan panggul, jaringan lemak bisa jadi sangat tebal pada beberapa orang.

Apa Saja Peranan Kulit ?

Tuhan menciptakan segala sesuatu yang ada ditubuh manusia termasuk kulit tentunya memiliki fungsinya masing-masing. Nah berikut ini adalah fungsi dari kulit manusia.

1. Melindungi Tubuh Manusia

Kulit merupakan garis depan pertahanan tubuh manusia dari patogen, zat kimia, sinar matahari dan gangguan fisik. Kulit merupakan pembatas antara bagian dalam tubuh dengan lingkungan luar. Lingkungan luar sesungguhnya sangat berbahaya karena patogen (bakteri penyebab penyakit) bisa menyebar lewat udara atau permukaan benda. Selain itu, kulit juga dapat melindungi tubuh dari goresan benda tajam. Pada kulit terdapat sel Langerhans merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh spesifik. pH kulit yang berada di antara 5 sampai 6,5 juga dapat mencegah tumbuhnya jamur dan infeksi.

2. Sebagai Pengatur Suhu Tubuh

Ketika suhu lingkungan panas, maka pembuluh darah kita akan melebar dan akan mengeluarkan panas ke udara yang ditandai dengan keluarnya keringat pada kulit. Sebaliknya pada saat suhu lingkungan dingin, maka pembuluh darah sektiar permukaan kulit akan mengkerut.

3. Fungsi Absorpsi (Penyerapan)

Kulit tidak bisa menyerap air, tapi bisa menyerap material larut-lipid seperti vitamin A, D, E, dan K, obat-obatan tertentu, oksigen dan karbon dioksida. Permeabilitas kulit terhadap oksigen, karbondioksida dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi respirasi. Selain itu beberapa material toksik dapat diserap seperti aseton, CCl4 dan merkuri. Beberapa obat juga dirancang untuk larut lemak, seperti kortison, sehingga mampu berpenetrasi ke kulit dan melepaskan antihistamin di tempat peradangan.

Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme dan jenis vehikulum. Penyerapan dapat berlangsung melalui celah antarsel atau melalui muara saluran kelenjar tetapi lebih banyak yang melalui sel-sel epidermis daripada yang melalui muara kelenjar.

4. Kulit Sebagai Indra Peraba

Pada lapisan bawah permukaan kulit kita terdapat ribuan syaraf yang berfungsi menghantarkan impuls ke otak sehingga kita bisa merasakan sesuatu pada tubuh kita seperti rasa dingin, rasa panas, rasa nyeri, menyentuh benda kasar maupun yang halus dan ada rasa tekanan.

5. Sebagai Penyimpan Lemak

Bagian bawah lapisan dermis kulit berperan sebagai tempat penyimpanan lemak. Lemak disimpan dalam bentuk tetes-tetes lemak dan lemak itu akan digunakan apabila diperlukan, contohnya ketika dibutuhkan energi lebih, lemak akan dijadikan energi karena juga berfungsi sebagai cadangan energi.

6. Fungsi Pembentukan Vitamin D

Sintesis vitamin D dilakukan dengan mengaktivasi prekursor 7 dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar ultraviolet. Enzim di hati dan ginjal lalu memodifikasi prekursor dan menghasilkan calcitriol, bentuk vitamin D yang aktif. Calcitriol adalah hormon yang berperan dalam mengabsorpsi kalsium makanan dari traktus gastrointestinal ke dalam pembuluh darah.

Tubuh memang mampu menghasilkan vitamin D dengan sendirinya tetapi masih belum mampu memenuhi kebutuhan tubuh secara menyeluruh sehingga pemberian vitamin D secara buatan atau yang dapat diperoleh dari sumber makanan, buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung vitamin D masih tetap diperlukan. Pada manusia kulit dapat pula mengekspresikan emosi karena adanya pembuluh darah, kelenjar keringat dan otot-otot di bawah kulit.

7. Fungsi Kulit Sebagai Imunitas

Sel-sel tertentu pada kulit bekerja sama dengan sistem kekebalan tubuh untuk melawan bakteri, virus dan hal-hal buruk lain yang mendarat pada kulit Anda. Kulit mencegah mereka dari mendapatkan akses ke dalam tubuh Anda dan membuat Anda sakit. Sel-sel termasuk sel-sel dendritik epidermal, sel fagosit dan sel langerhans.

Macam – Macam Penyakit Kulit

Selain untuk melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit, kulit juga berfungsi untuk mengatur suhu badan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit. Jika kamu lalai atau tidak peduli dengan kesehatan kulit kamu, maka kemungkinan besar kulit kamu akan terkena berbagai macam penyakit kulit. Ada macam-macam penyakit kulit antara lain:

1. Kudis

Tungau biasanya yang menyebabkan penyakit kudis ini. Ciri-ciri terkena penyakit ini adanya keropeng, kebotakan dan kegatalan pada kulit. Gejala yang ditimbulkan dari kudis adalah liang pada permukaan kulit, kemerahan, gatal dan biasanya ada infeksi sekunder, misalnya akibat bakteri. Hati-hati, bayi juga bisa terkena penyakit ini. Gejala yang timbul biasanya muncul bisul pada telapak kaki dan telapak tangan.

Kudis dapat dicegah dengan memakai sabun dan sampo dengan merata setiap mandi, lalu keringkan dengan handuk sampai benar-benar kering. Tetapi sebelum itu cobalah untuk berjemur di bawah sinar matahara hari di antara jam 09:00 – 11:00, hal itu dapat mengurangi resiko, bahkan sampai menghentikan siklus tungau. Jagalah selalu kebersihan rumah dan sekitarnya, semprotkan juga desinfektan yang mengandung bahan antiseptik.

2. Jerawat

Jerawat adalah salah satu penyakit kulit yang paling banyak dialami oleh orang-orang, apalagi bagi anak muda yang sudah menginjak masa pubertas. Jerawat ini disebabkan oleh kelenjar minyak yang sangat berlebih. Kelenjar minyak tadi itu terbuhung dengan pori-pori yang ada di bawah permukaan kulit oleh saluran yang bernama folikel. Saat folikel tersumbat inilah yang menjadi penyebab terjadinya jerawat.

Maka dari itu, dibutuhkan perawatan yang lebih agar bisa mencegah dan juga mengobati dari jerawat ini. Salah satu bentuk pencegahan yang cukup ampuh yakni dengan menggunakan obat herbal atau juga obat alami. Obat-obatan herbal ini sangat ampuh dan memiliki resiko yang sangat sedikit, selain itu cuci muka juga sebelum tidur dan ketika mandi.

3. Eksim

Eksim adalah penyakit kulit jangka panjang. Eksim juga sering disebut dengan dermatitis atopic. Gejala yang umum jika terjadi eksim adalah kulit sangat gatal dan kering. Bagian tubuh yang serting terkena eksim adalah wajah, lulut, siku, tangan dan kaki. Bahkan hingga saat ini belum ditemukan cara yang ampuh untuk mendiagnosa penyebab dari penyakit eksim ini. Biasanya dokter akan memberikan obat dan salep khusus untuk mengobati penyakit eksim ini. Sebelumnya dokter akan mengdiagnosa dari riwayat medis penderita.

4. Cacar Air

Di dunia medis, cacar air dikenal dengan nama varisela. Penyakit ini umumnya didireta oleh anak-anak di bawah usia 10 tahun. Tetapi bukan berarti orang dewasa tidak bisa terkena penyakit ini, tetapi yang lazim diketahui adalah ketika sudah pernah terkena penyakit ini, biasanya tidak akan tertular lagi. Penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya ruam pada kulit, lalu ruam tersebut berubah menjadi bintil merah yang akan terasa gatal bila digaruk akan terkelupas dan mengeluarkan cairan, kemudian mengering, jadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 1 sampai 2 minggu.

5. Kurap

Kurap merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang berkembang. Penyakit ini biasanya muncul dibagian tubuh kuku, bagian atas kepala, selangkangan dan kaki. Istilah lain dari penyakit kurap ini adalah ‘tinea’. Penyakit ini menyerang semua kalangan dan yang paling utama adalah anak-anak. Munculnya penyakit kulit kurap di tandai dengan munculnya ruam kemerahan berbentuk cincin dengan garis lurus yang tidak beraturan. Setelah muncul ruam rasa gatal akan sangat terasa di ruam itu dan jika tak diobati ruam akan tersebar ke seluruh tubuh.

Demikian artikel yang dapat kami sajikan mengenai bagian kulit dan fungsinya serta penyakitnya. Masalah-masalah kulit yang sering kita alami seperti jerawat, kulit kusam, hingga infeksi jamur atau bau badan akan lebih mudah diatasi apabila kita mengenal struktur kulit dengan baik. Semoga bermanfaat