Kumpulan Pemimpin Dunia Terkejam

Sepanjang sejarah dunia, ada banyak pemimpin negara kejam yang menggunakan teror untuk dapat mengendalikan wilayah dan rakyatnya. Mereka memerintah dengan tangan besi dan tak henti-hentinya haus akan kekuasaan dan pengakuan ribuan hingga jutaan nyawa melayang dibawah keputusan dan kepemimpinan mereka. Namun bagi pengikut pemimpin itu sang dictator tentu dianggap sebagai pemberani.

Inilah daftar pemimpin terkejam di dunia yang tidak mempunyai keprikemanusiaan dan prikeadilan bahwa mereka merencanakan sesuatu demi kepribadian sendiri dan tanpa mengetahui nasib orang lain.

1. Adolf Hitler

Ini merupakan Kanselir Jerman pada tahun 1933 hingga 1945 sekaligus menjadi dictator Nazi Jerman dari tahun 1934. Pada akhir perang dunia kedua, Hitler mengeluarkan kebijakan penaklukan ras yang membawa kematian puluhan juta orang. Hitler yang bercita-cita menjadi seniman itu merupakan pembunuh masal yang tidak ada tandingannya. Pada masa perang dunia ke dua, ia membunuh 6 juta orang dari anak kecil hingga orang tua dari etnis yahudi. Orang orang yang tidak bersalah itu dimasukkan ke dalam kamar gas. Hal itu didasari dari kebenciannya sejak kecil dimana ia melihat orang yahudi hidup mewah. Sementara ia mengalami hidup miskin.

Namun bencana manusia yang dikenal dengan hollow house itu ternyata telah menelan hingga 17 juta jiwa, diantaranya adalah tahanan perang soviet, warga polandia, orang cacat, musuh politik dan keagamaan lainnya. Hitler akhirnya dikalahkan pasukan sekutu saat sekutu mencapai jerman dia bunuh diri dalam bunkernya. Namun ada sumber lain yang menyatakan bahwa Hitler belum lah mati saat itu. Sumber tersebut menegaskan bahwa Adolf Hitler berhasil mengasingkan diri ke suatu wilayah di Indonesia dan akhirnya mati disana.

2. Benito Mussolini

Ia adalah seorang diktator Italia yang menganut Fasis pada periode 1922-1943. Ia dipaksa mundur dari jabatan Perdana Menteri Italia pada 28 Juli 1943 setelah serangkaian kekalahan Italia di Afrika. Setelah ditangkap ia diisolasi. Dua tahun kemudian ia dieksekusi di Como Italia utara. Mussolini mengakhiri sebuah dekade seperti di Jerman yang dilakukan diktator Adolf Hitler dengan Nazi-nya.

3. Joseph Stalin

Ia adalah pemimpin Uni Soviet dan seorang diktator yang sangat kejam dan dikenal juga dengan sebutan Manusia Baja. Ia diperkirakan telah memerintahkan pembunuhan sekitar 30 juta jiwa penduduk Rusia dan negara-negara sekitarnya. Ia juga dikenal sebagai orang yang membenci agama. Tadinya ia masuk seminari di Tbilisi, namun ia kemudian menjadi tak percaya lagi pada Tuhan setelah membaca buku Asal-usul Spesies karya Charles Darwin.

Sosok yang dikenal pembenci agama itu selalu memperlakukan dengan kejam saingan politiknya atau siapapun yang dicurigai serta melawannya. Seperti menjebloskan mereka kedalam penjara hingga dihukum mati. Pada dokumen yang pernah dipublikasikan pemerintah rusia tahun 1940. Stallin terbukti memerintahkan pembunuhan terhadap 22ribu orang terkemuka Polandia demi menunjukkan bahwa Uni Soviet benar benar memiliki kebijakan anti Polandia.

Pada masa perang Jerman melawan Uni Soviet, Jerman meminta kepada stallin untuk menukar jendral mereka, yaitu font Paulus dengan letnan yakof bojavski yang merupakan putra stallin. Namun stallin menolak, ia tidak peduli dengan keselamatan putranya sendiri. Sangking kejamnya sang istri pun akhirnya bunuh diri karena tidak kuat dengan kekejaman sang suami terutama terhadap saudara saudaranya sendiri.

4. Mao Zedong

Ini adalah diktator Republik Rakyat China dari 1954 – 1959. Konflik antagonis menurutnya hanya bisa dipecahkan dengan sebuah pertempuran saja sedangkan konflik non-antagonis bisa dipecahkan dengan sebuah diskusi. Menurut Mao, konflik antara para buruh dan pekerja dengan kaum kapitalis adalah sebuah konflik antagonis sedangkan konflik antara rakyat Cina dengan Partai adalah sebuah konflik non-antagonis.

Pada tahun 1956 Mao memperkenalkan sebuah kebijakan politik baru di mana kaum intelektual boleh mengeluarkan pendapat mereka sebagai kompromis terhadap Partai yang menekannya karena ingin menghindari penindasan kejam disertai dengan motto: “Biarkan seratus bunga berkembang dan seratus pikiran yang berbeda-beda bersaing.” Tetapi ironisnya kebijakan politik ini gagal, kaum intelektual merasa tidak puas dan banyak mengeluarkan kritik. Mao sendiri berpendapat bahwa ia telah dikhianati oleh mereka dan ia membalas dendam. Sekitar 700.000 anggota kaum intelektual ditangkapinya dan disuruh bekerja paksa di daerah pedesaan dan dia juga telah membantai sekitar 50 juta jiwa selama ia berkuasa sebagai aksi balas dendam sang pemimpin yang merasa dikhianati.

Pada tahun 1958 Mao meluncurkan apa yang dia sebut lompatan jauh ke depan. Dimana mana didirikan perkumpulan desa atau komune, namun secara ekonomis ternyata ini semua gagal, komune ini menjadi satuan yang terlalu besar dan tak bisa terurusi. Diperkirakan hampir kurang lebih 20 juta jiwa penduduk Cina kala itu tewas secara sia-sia.

5. PolPot

Saloth Sar (19 Mei 1925 – 15 April 1998) lebih dikenal sebagai Pol Pot adalah pemimpin Khmer Merah dan Perdana Menteri Kamboja dari 1976 hingga 1979. Pemerintahannya banyak disalahkan untuk kematian sekitar dua juta warga Kamboja meski perkiraan jumlahnya beragam

Sejak polpot menyatakan nol tahun, masyarakat kamboja dimurnikan dengan versi kekuasaanya. Kehidupan kota, budaya barat dan agama dipadamkan. Media massa dan elektronik ditutup bahkan sampai penggunaan uang dilarang. Kamboja terisolasi dari dunia luar pada pemerintahan Polpot, semua warga kota di Kamboja kemudian di evakuasi paksa di penompeh 2 juta penduduk diungsikan dengan berjalan kaki ke pedasaan dibawah todongan senjata. Sebanyak 20 ribu orang meninggal sepanjang jalan. Semua penduduk kota dipindahkan ke daerah pedalaman untuk bekerja di perkebunan kolektif dan proyek kerja paksa hingga menyebabkan sekitar dua juta orang kamboja terbunuh.

Khmer merah melakukan eksekusi massal di lokasi yang dikenal sebagai killing fields. Lalu dikubur secara massal. Untuk menghemat amunisi, eksekusi sering digunakan dengan palu, kapak atau bamboo runcing.

PolPot mundur dari jabatannya pada 1985, namun bertahan sebagai pemimpin de facto Partai Komunis dan kekuatan yang dominan di dalamnya. Pada 1989 Vietnam mundur dari Kamboja untuk melakukan perdamaian tapi PolPot menolak proses perdamaian dan tetap berperang melawan pemerintah koalisi yang baru.

PolPot memerintahkan eksekusi terhadap rekan dekatnya Son Sen dan sebelas anggota keluarganya pada 10 Juni 1997 karena mencoba mengadakan persetujuan dengan pemerintah (kabar tentang ini tidak diketahui di luar Kamboja selama tiga hari). PolPot lalu melarikan diri namun berhasil ditangkap Kepala Militer Khmer Merah. Ta Mok dan dijadikan tahanan rumah seumur hidup. Beberapa hari kemudian pada 15 April 1998 PolPot meninggal, kabarnya akibat serangan jantung. Jasadnya kemudian dibakar di wilayah pedesaan disaksikan oleh beberapa anggota eks-Khmer Merah.

6. Idi Amin Dada

Idi Amin Dada merupakan seorang dictator militer sekaligus Presiden Uganda pada tahun 1971 hingga 1979. Pemerintahannya ditandai dengan berbagai pelanggaran HAM, penindasan politik, penganiayaan etnik dan pembunuhan pengadilan ekstra Diperkirakan jumlah orang yang tewas akibat rezimnya sekitar 500 ribu orang.

Begitu Idi Amin berkuasa Uganda menjadi negara yang sangat terkenal di dunia internasional. Pada bulan Agustus 1972, semua orang Asia berwarga negara Inggris (60.000 jiwa) diberi waktu sembilan puluh hari untuk angkat kaki dari Uganda. Tindakan ini bukan karena rasialisme tetapi karena ia ingin memberikan (kemerdekaan yang sesungguhnya bagi rakyat Uganda). Yang kalang kabut tentu saja Inggris dan para pejabatnya buru-buru menghubungi Australia, Selandia Baru dan negara-negara persemakmuran Inggris lainnya untuk membicarakan penampungan.

Apalagi Kenya dan Tanzania menolak memberikan penampungan terhadap para pengungsi. Sepuluh hari kemudian ditetapkan aturan tambahan bahwa orang asing yang sudah menjadi warga negara Uganda harus pergi dari Uganda. Jumlahnya sekitar 23.000 jiwa. Sudah tentu warga negara keturunan asing yang lahir di Uganda kebingungan. Jika mereka pergi status mereka adalah tanpa negara (stateless). Ditambah lagi India, Pakistan dan Bangladesh (negara asal mereka) menolak menerima mereka kembali, Idi Amin memang benar benar memusingkan banyak orang.

Akibat keputusan tersebut, timbul krisis ekonomi parah di Uganda. Pada 14 april 1979 Idi Amin berhasil digulingkan oleh tentara nasionalis Uganda yang dibantu Tanzania. Tokoh yang menutup usia pada 78 tahun ini akhirnya terbang mengungsi ke Libya dan kemudian meminta suaka ke Jeddah arab Saudi serta menetap disana hingga akhir hayatnya pada 2003 silam.

7. Agusto Pinoche

Augusto José Ramón Pinochet Ugarte (Valparaíso 25 November 1915 Providencia, 10 Desember 2006) adalah seorang jenderal dan diktator Chili. Ia adalah kepala junta militer yang berkuasa di Chili pada periode 1973 – 1990. Ia meraih kekuasaan dengan cara kudeta sesaat setelah pemilu demokratis yang memilih Presiden Salvador Allende yang sosialis sekitar 3 ribu orang Chili terbunuh selama masa pemerintahannya. Selain itu, 2025 kasus pelanggaran ham dilakukan rezim Pinochet melalui dinas rahasianya, lalu 957 orang dinyatakan hilang.

Melalui Operasi Jakarta, presiden AS, Richard Nixon menggunakan CIA untuk membantu junta militer Chili dalam mengkudeta Presiden Salvador Allende dan menaikan Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Chile, Augusto Pinochet Agurte. Sejak 1974-1990, tidak kurang dari 2025 kasus pelanggaran HAM dilakukan oleh rezim Pinochet melalui dinas rahasianya DINA (semacam Kopkamtib-nya Chile) telah terjadi. 1068 berupa kasus pembunuhan dan 957 kasus orang hilang. Kudeta yang dilakukan Pinochet terhadap Allende, bila dicermati amat mirip dengan yang diduga dilakukan Soeharto terhadap Soekarno yaitu setidaknya antara lain pada:

  • Beredarnya dokumen yang meresahkan tentang perencanaan pembunuhan beberapa jenderal dan komandan-komandan militer. Hal itu selain terjadi di Chile (dokumen rencana ‘Z’) juga Indonesia (Beredarnya daftar pejabat AD yang akan dibunuh dikalangan tokoh-tokoh buruh, politisi dan elit militer Chili).
  • Disebarnya isu yang menimbulkan keresahan dan ketidakstabilan poltitik dalam negeri. Di Chile masyarakat terutama serikat buruh militan dan jenderal-jenderal konservatif mendapat kiriman kartu-kartu kecil di mana tercetak kata-kata “Jakarta Se Acerca” (Jakarta Sudah Mendekat).
  • Diduga sangat kuat kedua kudeta tersebut sama-sama di dukung CIA.

Pada 1990 ia kehilangan kekuasaan, namun ia menjadikan dirinya senator seumur hidup untuk mencegah agar ia tak ditangkap. Ia dipaksa meninggalkan kedudukan senator pada 2002, namun sekali lagi ia tak ditangkap, saat itu dikatakan ia menderita dementia. Pada Mei 2004 hakim berkata itu tidak benar. Pada 13 Desember ia ditempatkan dalam tahanan rumah. Ia meninggal dunia pada 10 Desember 2006 seminggu setelah terkena serangan jantung.

Nah, itulah beberapa pemimpin paling kejam dan tidak berprikemanusian. Semoga artikel ini dapat membantu Anda menambah wawasan tentang pimpinan yang kejam dan tidak berprikemanusian (^_^) (*_*)