Ritual Pengorbanan Suku Aztec Yang Keji Dan Kejam

Perjalanan sejarah suatu suku bangsa tentu amatlah berarti bagi generasi selanjutnya. Generasi yang berada di kemudian hari pastilah membaca history perjalanan nenek moyangnya. Bagaikan dua keping sisi mata uang logam, suatu pembelajaran tersebut ada hal baik yang perlu diikuti dan ada pula hal buruk yang perlu ditinggalkan.

Sudah banyak penemuan sejarah mengenai peradaban manusia-manusia lampau di muka bumi ini. Mulai dari peradaban di zaman prasejarah hingga peradaban di zaman yang lebih maju dari itu. Tak terkecuali dari benua Amerika. Suku-suku Indian merupakan penduduk awal yang mendiami benua tersebut. Dikabarkan mereka berasal dari Asia yang mengarungi Selat Bering untuk bisa sampai di sana.

Dalam kebudayaan, suku Aztec memiliki kepercayaan menyembah patung yang dianggap sebagai jembatan manusia dengan dewa, suku Aztec juga mengadakan upacara persembahan dengan mengorbankan tumbuhan, binatang, bahkan manusia.

Asal-Usul Suku Aztec

Menurut legenda, Aztec berasal dari suatu tempat yang disebut Aztlan yang berarti “tempat yang putih” atau “tempat burung kuntul.” Namun tidak ada yang tahu dimana Aztlan berada. Tempat ini mungkin termasuk wilayah Meksiko utara. Dari sejarah lisan suku Aztec, para sejarawan tahu bahwa mereka mengembara selama bertahun-tahun untuk mencari tempat tinggal. Mereka mendatangi lembah Meksiko pada tahun 1200-an.

Namun orang Indian lainnya telah menetap disana dan sebagian besar tanah yang baik untuk pertanian sudah diambil. Suku Aztec mengalami kesulitan dalam mencari tempat tinggal baru. Mereka menetap di suatu wilayah yang didiami sedikit orang dan banyak ular namun kemudian sempat di usir oleh raja lokal. Sekitar tahun 1325 mereka tiba di sebuah pulau kecil di Danau Texcoco dan memutuskan untuk membangun pemukiman yang sekarang dikenal dengan sebutan kota Tenochtitlan. Nama Aztec sendiri dianggap tidak asli karena mereka menyebut diri sebagai Tenocha, Mexica atau Mexicacolhua.

Agama Dan Kepercayaan Suku Astec

Suku Aztec merupakan penganut Politheis atau pemuja banyak dewa. Dewa suku Aztec adalah dewa Tlatecuhtli yang merupakan dewa utama suku Aztec. Dewa Huitzilopochtli (Dewa Perang), Dewa Hujan, Patung Coacticlue (Dewi Utama Suku Aztec), kemudian Elang dan Jaguar yang merupakan hewan penting bagi suku Aztec dan mereka menganggap elang sebagai pemburu terhebat di udara dan Jaguar pemburuh terhebat di darat. Karena kepercayaan mereka pada banyak dewa atau Politheis. Setiap berhasil menaklukkan sebuah wilayah, suku Aztec menambahkan semua dewa dari wilayah taklukan tersebut ke agama mereka.

Suku Aztec meyakini bahwa bantuan para dewa untuk keberlangsungan hidup mereka membutuhkan imbalan berupa pengorbanan. Bahkan mereka sanggup mengorbankan lidah, telinga dan alat kelamin demi mendapat bantuan yang sangat penting. Dalam kepercayaan suku ini terdapat tiga dewa yaitu Huitzilopochtli, Quetzalcoatl dan Tezcatlipoca yang diyakini telah mengorbankan diri dengan memberikan jantung mereka kepada matahari. Sehingga hal tersebut semakin membuat suku Aztec yakin bahwa jika mereka tidak melakukan pengorbanan maka matahari tidak akan pernah terbit lagi.

Ritual Khusus Aztec

  1. Saat melakukan ritual, pendeta Aztec mengecat hitam tubuh mereka sebagai pengenal bahwa mereka adalah seorang pendeta.
  2. Setiap kali orang Aztec menaklukkan sebuah kota, mereka menambahkan semua dewa dari kota tersebut ke agama mereka. Itu sebab, agama Aztec selalu mendapatkan tambahan dewa baru.
  3. Suku Aztec menguburkan anggota keluarga mereka di dalam rumah.
  4. Ritual aneh Aztec termasuk mendandani orang-orang khusus yang terpilih meniru dewa tertentu untuk kemudian dibunuh sebagai korban bagi dewa tersebut.
  5. Orang Aztec percaya bahwa para dewa menginginkan pengorbanan sebagai imbalan atas bantuan yang akan diberikan. Jadi skala pengorbanan tergantung pada bantuan dewa yang diperluka
  6. Untuk bantuan yang penting tak jarang mereka memotong telinga, lidah, dan bahkan alat kelamin mereka sendiri untuk dikorbankan.
  7. Saat anak perempuan lahir, ia akan diberikan bingkisan pot, alat tenun, dan batu pencuci, diiringi doa pendeta sebagai berikut, (peranmu akan menjadi istri dan ibu dari prajurit masa depan) Orang yang membantu kelahirannya lantas memanggil dewi Yoalticitl untuk memberkatinya.
  8. Jika anak laki-laki lahir, ia akan diberikan busur, anak panah, dan perisai dada, diiringi doa pendeta sebagai berikut, (Kau telah datang ke dunia ini untuk memberikan matahari darah musuh-musuhnya untuk diminum, dan untuk memberi makan tanah dengan tubuh mereka).
  9. Ritual pengorbanan manusia didasarkan pada kepercayaan bahwa para dewa akan meninggalkan mereka jika tidak mendapatkan (air yang berharga), yaitu darah.

Ritual Pengorbanan Manusia Aztec

1. Ritual Pengorbanan

Biasanya korban akan di bawa ke puncak piramida besar dan di letakkan di atas batu. Seorang pemimpin atau pendeta akan berdiri di atasnya sambil memegang pisau. Kemudian pisau tersebut akan di tusukkan ke dada korban, dan pemimpin akan merobek dan mengambil hatinya yang masih berdetak. Pemimpin akan mengangkatnya setinggi mungkin agar semua orang bisa melihatnya kemudian tubuh korban akan di gulingkan menuruni tangga piramida, dimana tukang potong sedang menunggu di bawah untuk memotong-motong bagian tubuh. Tengkoraknya akan di buang dengan cara di tempatkan pada rak bersama tengkorak korban sebelumnya.

2. Pengorbanan Terhadap Anak-Anak

Di ibukota Aztec, ada dua buah candi yang disebut Tenochtitlan. Pada puncaknya, di khususkan untuk Tlaloc. Suku Aztec mengadakan ritual yang paling mengerikan dan sekaligus menyedihkan. Tlaloc adalah dewa hujan dan petir, dia selalu meminta persembahan anak-anak. Selama akhir musim dingin yang mereka sebut dengan Atlcahualo, suku Aztec akan membawa anak-anak untuk di persembahkan kepada Tlaloc. Anak-anak itu di paksa untuk berjalan di atas tangga. Dan jika di tengah-tengah pengorbanan anak-anak menangis, suku Aztec percaya bahwa Tlaloc akan memberkati mereka dengan hujan.

3. Pembantaian manusia untuk pembangunan piramida

Piramida adalah bangunan yang amat penting fungsinya bagi kehidupan bangsa Aztec. Sebagai pusat tempat dilaksanakannya ibadah dan berbagai ritual, pembangunan piramida menjadi kegiatan yang penting bagi setiap penduduk. Pada pembangunan Piramida Tenochtian, setidaknya 84.000 jiwa manusia dibantai dalam waktu 4 hari. Darah-darah para korban pembantaian ini dialirkan di piramida agar penduduk dilimpahi keberkahan dan kesejahteraan.

4. Festival Toxcatl

Festival yang diselenggarakan ketika bulan Toxcatl ini merupakan salah satu festival dengan pengorbanan manusia yang amat keji. Pada festival ini akan dipilih seorang pria yang berperawakan langsing, tinggi dan berambut lurus. Pria ini kemudian akan diperlakukan seperti dewa dan diberi berbagai fasilitas dan isteri yang cantik.
Selama setahun ia akan dibiarkan menikmati segala fasilitas keduniawian tersebut.

Setelah setahun, pria tersebut akan disuruh naik ke puncak piramida dan meniup terompet sebelum dieksekusi. Lalu ia akan dibaringkan di atas meja batu dimana para pendeta akan mengelilinginya. Pendeta ini akan menyaksikan pendeta utama yang akan mengoyak jantung pria tersebut dengan pedang hingga darahnya bercucuran. Setelah pria tersebut meninggal, maka akan dilakukan pemilihan pria lainnya untuk dianggap sebagai dewa dan dikorbankan pada tahun berikutnya.

5. Korban Melalui Pertempuran Gladiator

Beberapa orang diberikan kesempatan untuk membela diri. Untuk bisa hidup mereka harus mengalahkan juara suku Aztec terbesar dalam pertempuran. Para prajurit yang akan dikorbankan dibawa ke batu lingkaran yang di sebut temalacatl. Mereka diijinkan untuk membawa senjata kayu. Para prajurit ini menyaksikan juara suku Aztec terbesar keluar, dengan membawa senjata lengkap. Menurut legenda suku Aztec, ada satu orang yang selamat yaitu bernama Tlahuicol. Tanpa apa-apa kecuali senjata kayu, dia sendirian membunuh delapan prajurit Aztec bersenjata lengkap. Suku Atec merasa senang dan menawarkannya untuk menjadi komandan tentara mereka

6. Ritual pengorbanan bayi kembar

Bagi bangsa Aztec memiliki bayi kembar adalah sebuah kesialan besar. Bayi kembar dianggap hanya akan membawa kematian bagi keluarganya. Karena itu keluarga yang memiliki bayi kembar harus mengorbankan bayinya untuk kembali kepada dewa. Pengorbanan itu dilakukan dengan membawa salah satu dari bayi kembar tersebut ke kuil dewa kembar. Bayi tersebut kemudian dibiarkan begitu saja hingga tidak bernyawa atau dibunuh terlebih dahulu sebelumnya. Diyakini apabila salah satu bayi kembar tersebut telah mati maka kesialan yang mengikuti keluarganya otomatis menghilang bersama bayi tersebut.

7. Festival Menguliti Manusia.

Salah satu festival dari suku Aztec yang paling menyedihkan adalah Tlacaxipehualiztli, yaitu sebuah festival untuk menguliti manusia. Ini adalah sebuah upacara yang di adakan untuk menghormati dewa suku Aztec yakni Xipe Totec, yang berarti di kuliti. Empat puluh hari sebelum festival, satu orang diberikan kehormatan untuk berpakaian seperti dewa Xipe Totec dengan di tutupi bulu merah dan perhiasan emas. Orang tersebut menghabiskan 40 hari untuk di hormati sebagi dewa. Kemudian pada hari festival, korban dan 8 lainnya di bawa ke atas candi kemudian di bunuh. Pemimpin upacara tersebut kemudian menguliti para korban, kemudian di celupkan ke dalam cairan kuning seperti emas.

Kekejaman yang dilakukan bangsa Aztec memang sangat keji dan tidak berperikemanusian, tapi mau bagaimana lagi, karena itu merupakan sebuah kepercayaan yang telah mereka anut.