Casino Akan Membawa Dampak Besar Pada Pertumbuhan Ekonomi Negara

Casino Vietnam akan di buka lebar/dilegalkan bagi penjudi lokal sebagai pertimbangan pemerintah dalam upaya meningkatkan pendapatan negara serta bersaing di pasar saham casino tertentu yang berada diluar negara. Secara logis, pemerintah Vietnam juga berharap dapat menarik kembali penjudi lokal yang bertebaran di sejumlah negara-negara tetangga/mancanegara dimana terdapat casino. Dipercaya, hal ini dilakukan warga lokal Vietnam lantaran adanya larangan untuk bermain gambling di casino Vietnam oleh pemerintah setempat.

Kepala Departemen Keuangan dan Perbankan Vietnam, Ngo Van Tuan, berencana segera mengirmkan sebuah pernyataan mengenai peraturan dan persyaratan casino pada awal November 2016 kepada Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung. Menurutnya, peraturan dan persyaratan tersebut akan dibentuk dengan seksama seperti yang ada di negara Singapura, namun semua keputusan kemungkinan dapat disetujui hingga akhir tahun 2016.

“Ada banyak penjudi asal Vietnam yang berjudi di luar negara seperti Singapura, Kamboja, dan Macau. Jelas bahwa negara ini akan kehilangan pendapatan cukup besar”, ungkap Phan Thi Thu Hien (wakil kepala Dapertemen Keuangan dan Perbankan Vietnam). Lebih lanjut ia juga menegaskan, “kami telah belajar apa yang negara-negara regional lakukan, untuk itu kita harus mencontoh hal yang sama. Semoga kebijakan ini dapat meningkatkan penghasilan negara”.

Dengan demikian, pemerintah diharapkan dapat mengadopsi keberhasilan negara sukses lainnya yang ada di kawasan Asia, contohnya saja Singapura dan Macau dalam menarik minat penjudi luar negara layaknya para penjudi lokal yang berhasil terpikat untuk berlaga di tempat-tempat casino kedua negara tersebut. Tetapi, bukanlah perkara gampang mengingat pemerintah harus terpacu dalam meningkatkan kualitas, kenyamanan, dll sebelum menstabilkan pendapatan negara yang di targetkan naik hingga 5,8% tahun 2017 ini dari kutipan pajak tiap casino di Vietnam.

Sebuah stasiun radio Vietnam mengabarkan, pada tahun 2012 pemerintah berhasil mengumpulkan iuran pajak sebesar 250 juta ‘dong’ (mata uang Vietman) setara dengan $12 juta dari lima casino yang berdiri di negara Vietnam dan masing-masing 900 juta ‘dong’ untuk pendapatan game-nya. Sebenarnya, Vietnam memiliki 65 casino namun lima casino tersebut yang masih terdaftar telah mengantongi lisensi penuh dari pemerintah negara.

Pemerintah Vietnam juga mengkonfirmasi bahwasannya pada pertengahan Maret 2017 akan memberlakukan program 3 tahun masa percobaan mengenai ke-efektivitasan yang bakal tercakup dalam undang-undang casino di negara tersebut. Pada program kali ini, terpilih hanya dua casino yang bisa di ‘jamah’ oleh penjudi lokal diantaranya di provinsi Quang Ninh dan pulau Phu Quoc dimana kedua lokasi/tempat casino masih dalam tahap pembangunan. Syarat dan ketentuan juga segera diterapkan oleh pemerintah negara terhadap penjudi lokal yang ingin bertaruh di casino-casino Vietnam tersebut.

Adapun mereka (penjudi lokal) diwajibkan sudah berusia 21+, memiliki bukti pendapatan bulanan tidak kurang dari 10 juta Dong (mata uang Vietnam) atau setara $443 serta warga asing akan diminta menunjukkan paspor ketika ingin masuk didalam arena casino. Lalu, syarat dan ketentuan juga akan diberlakukan buat pemilik casino yang bermarkas di Vietnam dengan mewajibkan pajak pendapatan casino sebesar 20%/tahun dan pajak konsumsi 35%/bulan.

Hal demikian dipercaya-seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, ini dapat membuat penghasilan yang luar biasa untuk negara sembari mencegah penjudi lokal bertaruh diluar negara serta bertaruh pada forum atau situs perjudian casino online yang saat ini sedang berkembang di negara indonesia seperti contohnya ibcsbobet.com.

Tetapi, pemerintah juga akan mempertimbangkan apabila ada pengaduan dari pihak keluarga yang melarang salah seorang anggota keluarganya untuk bermain di casino maka dapat mengirimkan sebuah pernyataan secara formal via e-mail. Pemerintah Vietnam beranggapan dengan adanya keuntungan dari penjudi lokal bukan berarti mengajaknya untuk kecanduan hingga berakhir merugi di arena casino.

+ Update: Kamboja Tidak Menghiraukan Program Percobaan Casino Yang Dilaksanakan Pemerintah Vietnam

Bagi negara Kamboja penjudi yang berasal dari Vietnam adalah tamu istimewa. Namun, bukan berarti Kamboja akan melarang pemerintah Vietnam untuk melakukan masa percobaan casino yang diperuntukan kepada warganya atau sama sekali pemerintah Kamboja tidak menghiraukan ini dan tiap warga Vietnam punya hak sendiri, termasuk para penjudinya untuk memilih casino mana yang terbaik.

Seperti yang sudah diberitakan, bahwasannya pemerintah Vietnam segera membuka tempat casino pada pertengahan Maret 2017 dimana ini lebih memungkinkan penjudi lokal (Vietnam) untuk bermain di negaranya sendiri dan dengan dalih pemerintah dapat meningkatkan perekonomian negara dari masing-masing pendirian casino di Vietnam. Selama ini, penjudi lokal hanya dapat bermain game taruhan di tempat casino asing atau luar negara, termasuk Kamboja yang banyak sekali di lakoni penjudi asal Vietnam.

Menurut seorang Analis Union Gaming bernama Grant Govertsen, mengatakan “hal ini dapat menimbulkan masalah bagi casino yang ada diperbatasan kedua negara, terutama kota Bavet dimana merupakan pintu gerbang internasional terletak diantara Kamboja dan Vietnam”. Ia juga memperingatkan bahwa banyak tempat perjudian atau casino bertebaran untuk siapa pun penjudi yang berminat, tidak kecuali penjudi asal Vietnam yang harus menunggu waktu pembangunan casino legal di negaranya dimana hanya dicanangkan pemerintah selama 3 tahun masa percobaan.

Govertsen juga menegaskan, ketika pembangunan casino di Vietnam telah rampung dan siap untuk dimasuki para penjudi lokal maka sesuai prediksi; Kamboja terutama area perbatasan kedua negara (Bavet) yang memiliki tempat casino harus menghadapi kenyataan dimana kemungkinan akan kehilangan pelanggan dari penjudi asal Vietnam yang terdahulunya mereka datangi, alhasil pendapatan casino Kamboja mulai menurun.

Senada dengan Govertsen, seperti dikutip dari Khmer Times terhadap Wakil Departemen Kementerian Ekonomi dan Keuangan Kamboja, Ros Phirun, menyatakan “Tentu negara akan mendapat beberapa efek negatif dari rencana pembangunan casino oleh pemerintah Vietnam, tetapi itu bukan masalah besar bagi perindustrian casino disini (Kamboja), karena pemerintah Vietnam hanya memiliki dua opsi casino yang diperuntukan penjudi lokal, sangat jauh perbandingannya dengan kami”.

Lebih lanjut ia mengatakan “casino kami yang terletak di perbatasan Bavet berdekatan dengan kota Ho Chi Minh (Vietnam Selatan) adalah 90% penjudi Vietnam terpikat di sini dalam berpacu arena perjudian casino yang tersedia, terlebih lagi penjudi yang berasal dari Vietnam bagian Utara juga ikut serta”. “Saya tidak habis pikir bagaimana mereka mau melakukan perjalanan jauh hanya untuk bermain di casino kami”, tegasnya.

Kilas balik informasi dimana warga/penjudi Vietnam hanya dapat memilih dan diizinkan bertaruh di dua tempat casino yang masih dalam tahap pembangunan yaitu di provinsi Quang Ninh dan pulau Phu Quoc. Diprediksi, penjudi lokal dapat beraksi di casino tersebut pada pertengahan Maret 2017 ini.