Hukuman Memalukan Untuk Marketing Yang Terdapat Di China

Pernahkah Anda mendengar tentang marketing? Yap, marketing adalah ujung tombak dari suatu perusahaan untuk mencapai tujuan utama dari perusahaan yakni keuntungan. Marketing memiliki tugas utama yaitu untuk menjual produk atau jasa dari sebuah perusahaan yang memiliki target pasar yang telah ditentukan perusahaan tersebut.

Dalam dunia marketing tentunya target menjadi penentu kualitas mereka. Dibutuhkan jiwa yang keras untuk mencapainya. Akan tetapi, di luar itu semua, nasib kita juga sudah ada garisannya. Mungkin bagi karyawan yang tidak mencapai target akan diberhentikan atau tidak mendapatkan bonus. Namun, hal ini berbeda dengan marketing yang di China. Bagi mereka target adalah segalanya, jika tidak mencapai target mereka akan dihukum!

Aneh bukan? Tapi ini semua benar adanya dan pernah menghebohkan negeri tirai bambu ini. Apa sajakah itu? Yuk, scroll ke bawah.

1. Minum minuman beralkohol dan makan cacing

Sebuah perusahaan di Hanzhong yang disebut Ai Jia, turun ke jalan pada bulan November 2016 lalu. Manajer beserta 40 pekerjanya berkumpul di alun-alun kota. Manajer pun membacakan nama-nama karyawan yang gagal memenuhi target penjualan.

Setelah itu ia mengeluarkan sebuah kantung plastik besar yang berisi cacing hidup, sumpit, minuman keras dan gelas plastik. Karyawan yang tidak mecapai target pun harus mengisi gelas kosong dengan minuman keras dan memakan cacing 4 ekor. Sebanyak 9 karyawan harus melakukan aksi ekstrim ini dan ditonton orang sekitar. Sang manajer mengakhirinya dengan menelan 16 ekor cacing, karena merasa paling bertanggung jawab akan kegagalan tersebut.

2. Merangkak di depan umum

Hukuman merangkak menjadi hukuman yang paling umum di China dalam mempermalukan para karyawan yang gagal untuk mencapai target dalam penjualan. Pada bulan April 2016, 12 orang yang terdiri dari pria dan wanita dengan pakaian kantor yang rapi harus merangkak di luar sebuah pusat perbelanjaan di bagian timur laut China.

Mereka semua merupakan karyawan dari sebuah butik ternama di pusat perbelanjaan di Baishan. Juru bicara perusahaan tersebut juga memberitakan hanya manajer yang harus merangkak 720 kaki karena kegagalanya untuk memenuhi target penjualan toko. Sang asisten yang merasa turut bersalah pun bergabung dengannya di penghinaan publik tersebut.

Seorang pemilik toko roti juga melakukan hal yang sama untuk menghukum dirinya sendiri karena tidak dapat mencapai target penjualan roti. Ia merasa malu karena tidak mampu membayar bonus tahunan untuk karyawannya. Ia pun merangkak di sepanjang jalan bersalju ditemani beberapa karyawan yang merasa ikut bertanggung jawab dalam hal tersebut. Pada akhirnya, karyawan memeluknya setelah ia mencapai titik pemberhentiannya.

3. Pukulan pada bokong

Hukuman ini pernah dilakukan di Bank Shanxi Changzhi Zhangze. Delapan marketing eksekutif yang dianggap telah gagal mencapai target diharuskan berdiri di atas panggung. Mereka mengenakan kemeja kuning, sementara rekan kerja dan pegawai lainnya duduk untuk menonton.

Manajer pun naik ke atas panggung, berjalan di belakang mereka. Sambil berteriak keras, manajer mulai memukul bokong mereka dengan menggunakan pemukul secara keras. Sepanjang hukuman, para penonton yang menonton hanya duduk diam dan tertegun.

Sebenarnya secara resmi, pasal 88 UU Ketenagakerjaan China melarang mempermalukan karyawan di depan publik. Akan tetapi, sepertinya praktik-praktik hukuman tidak wajar ini masih saja diterapkan beberapa perusahaan pada karyawannya.