Alasan Mengapa Wanita Suka Berbelanja

Salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi kaum hawa adalah belanja. Belanja atau istilah kerennya dalam bahasa Inggris adalah shopping ini merupakan hal yang selalu dikaitkan dengan wanita dam hal yang wajar seorang wanita memiliki kebiasaan belanja. Berbelanja seakan menjadi bagian dari rutinitas penting bagi wanita. Akan tetapi hal itu menjadi tidak wajar jika kebiasaan berbelanja yang dilakukam tidak terkontrol alias berlebihan.

Ketika di supermarket ada diskon, wow, antusias dari para wanita sangatlah besar. Desak-desakan, membeli ini dan itu, matanya sangat liar ke tempat-tempat yang menawarkan barang dengan potongan harga. Ya, meskipun tidak semua wanita suka shopping, tapi hampir semuanya kecanduan yang namanya belanja. Entah apa yang ada di benaknya. Sebuah fakta menjelaskan bahwa wanita yang suka berbelanja memiliki rasa percaya diri yang lebih dan mood yang bagus dibanding wanita yang tidak suka belanja. Apa yang menyebabkan hal itu? Mungkin hanya wanita yang bisa merasakannya. Berikut mungkin beberapa alasan mengapa wanita suka berbelanja.

Alasan Psikologi

Pertanyaan tentang mengapa wanita suka belanja di kepala pria sebenarnya hampir sama dengan pertanyaan yang sering menggelayut dalam pikiran wanita, mengapa pria itu bisa tahan dengan pakaian yang itu-itu saja? Atau mengapa pria suka main game hingga berjam-jam, berlarut-larut hingga lupa makan dan tentu cuek bebek dengan kondisi sekitar? Atau pertanyaan, mengapa pria suka mancing, menunggu berjam-jam di dekat pantai atau sungai padahal ikan yang didapat tidak seberapa misalnya? Jawabnya karena kesenangan. Wanita suka berbelanja lebih banyak dilatar belakangi karena alasan psikologi. Alasan psikologi ini bisa hadir karena persepsi atau lingkungan sekitar yang membentuk image, kemudian tanpa sadar dan lambat laun ia telah menjelma dalam benak wanita.

Secara Evolusi Memang Demikian

Coba perhatiin deh, cewek kalau lagi mau beli sepatu dari ujung ke ujung semua dicobain, sampai lebih dari tiga mall juga dijabanin sampai dapat sepatu yang sesuai. Sementara cowok, begitu dapat barang yang diperlukan, langsung pengen caw dari mall. Ada penelitian yang bilang kalau kondisi demikian terjadi karena sejarah evolusi umat manusia.

Dimasa lalu, cowok bertugas untuk berburu (hunters) sementara cewek pengumpul (gathers). Jadi di masa itu, ketika cowok menemukan sesuatu yang menarik saat berburu mereka akan langsung menembaknya sebelum sesuatu itu berlalu. Nah sementara cewek, mereka kan tugasnya mengumpulkan, pada masa itu misalnya buah-buahan, jadi mereka harus memastikan bahwa mereka mendapatkan buah-buahan yang terbaik, jadi gak asal ambil gitu. Perilaku inilah yang kemudian secara evolusi terbawa ke masa sekarang. Gitu ceritanya.

Karena Cewek Keperluannya Banyak

Gini, keperluan primer cewek itu lebih beragam daripada cowok. Sesimple kebutuhan sandang, cowok cuma perlu kolor doang. Sementara cewek perlu bra dan celdam dalam berbagai bentuk sesuai dengan pakaian yang mau dia gunakan. Belum lagi sepatunya, tas-nya, aksesorisnya yang harus disesuaikan dengan kondisi dia mau kemana. Cowok kadang-kadang kaos main sama kaos tidur sama aja. Ok ini emang bentukan sosial dan budaya sih. Tapi memang gak bisa dihindari perangkat sehari-hari cewek, emang lebih rumit daripada cowok. Karena itu mereka butuh untuk terus-terusan memperbaharui keperluan mereka.

Cewek Sangat Suka Diskon

Diskon, potongan harga atau sale atau cuci gudang, promo akhir tahun dan lain sejenis dengan kata ini adalah kata-kata yang sangat disukai oleh wanita. Wanita adalah pemburu diskon nomor satu. Mereka rela bersabar menunggu untuk tidak membeli barang tertentu sampai barang itu diskon. Mereka juga akan senang hati mendatangi pusat perbelanjaan yang jauh demi mecari diskon.

Di mata mereka, diskon itu sama hijauanya dengan uang. Secara logis sebenarnya, mereka suka diskon dikarenakan peluang untuk mendapat belanjaan yang banyak dengan sejumlah uang yang sedikit menjadi mungkin. Bahasa sederhananya biar hemat, tapi biar harga barang murah atau diskon besar-besaran tetapi kalau beli dalam jumlah banyak juga bakal sama menjadi mahal juga.

Belanja Itu Bagai Berburu Dan Berpetualang

Kalau berburu menurut pria adalah berburu di alam liar, menangkapi kelinci liar atau menembak burung dan berburu rusa. Maka, perburuan bagi wanita adalah perburuan barang belanjaan. Secara visual atau penglihatan, dalam penelitian ilmiah diungkapkan bahwa ternyata wanita itu lebih peka terhadap berbagai jenis warna dibandingkan dengan pria. Sehingga jangan heran, wanita punya selera tinggi terhadap penampilan.

Berlama-lama di mall atau pusat-pusat perbelanjaan yang ramai dan beraneka ragam barang dagangan yang dijual adalah konsekuensi logis bahwa mereka memenuhi kebutuhan mereka akan warna. Warna-warni yang berbeda dan menarik begitu membuat mata mereka berbinar. Ingin menikmatinya dengan melihat-lihat. Dan kalau tertipu dengan warna, kebeli deh itu belanjaan atau pakaian tanpa ada alasan jelas mengapa ia membeli pakaian tersebut.

Selain itu, wanita juga lebih peka dengan berbagai macam sentuhan. Bagian tubuh mereka sangat sensitif dengan perubahan tekstur benda. Sehingga mereka akan sangat senang meraba-raba pakaian yang dipajang. Membandingkan satu sama lain, dari ujung mall sampai ujung mall lainnya. Sehingga, tanpa disadari waktu berbelanja mereka memang lama. Iya kan, para pria akan sangat setuju dengan hal ini.

Ingin Nge-trend, Kekinian Atau Up Date

Alasan ini sebenarnya alasan yang mengkhawatirkan. Betapa tidak, suka berbelanja hanya karena alasan supaya nge-trend terus maka itu adalah penyakit konsumerisme. Penyakit senang mengkonsumsi; membelanjakan uang terhadap barang atau jasa tetapi bukan karena alasan kebutuhan hanya karena ingin memuaskan keinginan. Wanita bisa saja menjadi ‘gila’ belanja kalau ia sudah terjangkit masalah ini. Bisa dipastikan belanjaannya akan bertumpuk karena kebanyakan membeli barang belanjaan.

Itulah beberapa alasan yang mungkin mengapa kebanyakan wanita suka akan belanja. Berbelanja boleh-boleh saja, tapi kita harus pandai mengelola dan mengatur keuangan yang ada.