Bukan Dari Kotoran Lalat, Ternyata Beginilah Proses Terbentuknya Tahi Lalat

Anda punya tahi lalat? Apakah jumlahnya sedikit atau banyak? Setiap orang biasanya memiliki tanda ini di bagian tubuh yang terlihat maupun tidak terlihat oleh mata. Munculnya tahi lalat pada manusia bukanlah proses yang dapat diduga dan tidak sesederhana meletakkan butiran kecil di kulit. Tahi lalat disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan abnormal dari sel-sel pigmen melanosit yang letaknya ada di bawah kulit di bagian yang lebih dalam.

Keabnormalan ini tidak perlu ditakuti karena semua orang mengalaminya dan itu adalah normal. Umumnya tahi lalat muncul pada masa anak-anak hingga usia 20 tahun, tapi ada juga yang terbentuk selama proses perkembangan janin yang disebut dengan Congenital Melanonev. Bahkan ada pula yang baru tampak di usia 40 tahun.

Dalam perkembangannya, tahi lalat ini awalnya agak berwarna gelap dan tampak datar, semakin kita dewasa dapat semakin membesar serta mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Kemudian menjadi menonjol dan kadang ada yang ditumbuhi rambut.

Apa Itu Tahi Lalat?

Tahi lalat merupakan kumpulan sel-sel pigmen (Melanosit) yang muncul di kulit. Melanosit merupakan penghasil zat pemberi warna kulit (Melamin) yang dihasilkan tubuh. Dalam kulit manusia terdapat pigmen (zat warna) yang berfungsi memberikan warna yang khas pada kulit manusia. Ada zat pigmen yang bernama “Pigmen Karoten” dan “Pigmen Eumelanin”. Pigmen Karoten berfungsi untuk memberikan warna – warna kekuningan pada tubuh, sedangkan Pigmen Eumelanin berguna untuk memberi warna coklat kehitaman.

Walau umumnya melanosit tersebar merata sebagai sel yang berdiri sendiri, tapi terkadang ada beberapa melanosit yang tumbuh berkumpul pada satu daerah tertentu dan membentuk sebuah titik hitam. Sekelompok sel melanosit yang menghasilkan pigmen melanin yang berkumpul pada satu daerah di kulit ini lah yang akan membuat kulit memiliki titik hitam yang kita kenal dengan sebutan “Tahi Lalat”.

Proses Terbentuknya Tahi Lalat Di Kulit

Tahi lalat atau Nevus Pigmentosus adalah bintik kecil berwarna coklat atau agak kehitaman yang terlihat di atas permukaan kulit. Menurut penelitian, satu orang manusia rata-rata memiliki 10 hingga 40 bintik kecil ini di tubuhnya dan hal ini dianggap normal dan wajar. Tahi lalat adalah pertumbuhan kulit yang biasa terjadi dan dihasilkan dari proses alami di dalam kulit.

Melanin adalah pigmen atau zat warna alami yang memberikan kulit, rambut dan selaput pelangi di mata menjadi berwarna. Di kulit, melanin diproduksi di dalam sel yang disebut Melanocytes. Melanocytes terletak di bagian dua lapis teratas lapisan kulit. Melanocytes cenderung menyebar merata di sepanjang kulit dan memberikan warna alami pada kulit.

Ketika terpapar matahari, Melanocytes memproduksi lebih banyak melanin dan menghitamkan kulit dengan menghasilkan warna coklat pada kulit karena berjemur atau terpapar matahari. Ketika Melanocytes tidak dapat menyebar secara merata dan tertumpuk di kulit di satu titik di bagian kulit, tahi lalat terbentuk di kulit Anda.

Bintik ini dapat terbentuk di manapun pada bagian tubuh. Tetapi cenderung lebih sering tumbuh pada bagian tubuh yang sering terkena paparan matahari seperti tangan, lengan, dada, leher ataupun wajah. Tampilan atau jumlah Nevus Pigmentosus seseorang dapat berubah. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon.

Apakah Berbahaya?

Tahi lalat ada yang berbahaya dan ada juga yang tidak berbahaya. Meski tidak berbahaya, sebagian orang menjadi tidak percaya diri karena memiliki tahi lalat yang bentuknya mengganggu penampilan. Selain itu, kadang-kadang tahi lalat juga bisa mengganggu keleluasaan, misalnya ketika bercukur (apabila tahi lalat tumbuh di wajah) dan ketika berpakaian (apabila tahi lalat kerap tersangkut di baju yang akan kita kenakan).

Sedangkan yang dimaksud dengan tahi lalat berbahaya adalah tahi lalat yang menjadi gejala dari jenis kanker kulit ganas bernama Melanoma. Penampilan tahi lalat Melanoma berbeda dengan tahi lalat normal. Tahi lalat Melanoma memiliki tepian kasar dan tidak rata, bentuknya tidak simetris, terdiri dari campuran dua atau tiga warna atau lebih, serta berdiameter lebih besar (melebihi 6 mm). Tahi lalat sejenis ini akan terasa gatal dan kadang-kadang mengeluarkan darah.

Penyebab Munculnya Tahi Lalat

Faktor Genetik

Biasanya orang-orang berkulit cerahlah yang memiliki tahi lalat lebih banyak dibandingkan dengan orang yang memiliki kulit gelap. Orang yang memiliki tahi lalat dengan jumlah banyak di tubuhnya bisa saja disebabkan karena faktor keturunan. Ini artinya, tahi lalat tumbuh karena pembawaan genetik dari orangtua kita.

Iklim Panas

Orang yang tinggal di daerah beriklim panas akan lebih besar kemungkinan memiliki tahi lalat yang banyak di tubuh. Menurut penelitian, tumbuhnya tahi lalat karena kulit mengalami kerusakan akibat terkena sinar matahari sehingga menyebabkan tahi lalat tumbuh lebih mudah.

Mengonsumsi Obat-Obatan Tertentu

Beberapa obat-obatan seperti obat hormonal, antibiotik, antidepresan akan membuat sistem kerja kekebalan tubuh kita menurun sehingga kulit lebih sensitif terhadap cahaya matahari. Sehingga ini juga dapat membuat tahi lalat dapat tumbuh di tubuh kita.

Memiliki Sel-sel Kulit Muda

Ditunjukkan oleh sebuah penelitian terbaru, wanita yang memiliki tahi lalat paling banyak pada dasarnya karena mempunyai sel-sel kulit yang terbilang muda. Telah diteliti oleh para ilmuwan dengan melakukan perbandingan jumlah tahi lalat yang seorang wanita miliki dengan panjang sel telomere yang adalah DNA di ujung kromosom. Telomere akan menjadi lebih pendek saat sel menua dan wanita yang memiliki lebih banyak tahi lalat diketahui juga mempunyai sel dengan telomere lebih panjang. Hal tersebut otomatis juga menunjukkan bahwa artinya sel-sel kulit wanita ini lebih muda.

Cara Untuk Menghilangkan Tahi Lalat

1. Diangkat Melalui Operasi Atau Pembedahan

Pembedahan ini termasuk operasi kecil dengan bius lokal, sehingga kita tetap sadar saat dioperasi. Cara kerja operasi yaitu dengan cara menyayat (bedah) dan mengangkat tahi lalat. Adapun, bius total mungkin diperlukan jika tahi lalat berukuran sangat besar dan telah menjadi tumor ganas/kanker. Tetapi, proses pembedahan dapat meninggalkan bekas sayatan operasi permanen, hingga bekas jahitan, dan harganya pun sangat mahal.

2.Teknologi Laser

Teknik laser merupakan pembuangan tahi lalat dengan cara pengikisan lapisan tahi lalat melalui mesin laser. Teknik yang dipakai teknologi laser dinamakan ablasi, yaitu membakar kelainan atau permasalahan kulit anda. Misalnya untuk menghilangkan tahi lalat, dibutuhkan tembakan laser 5 hingga 10 menit tergantung tahi lalatnya. Untuk tahi lalat yang akarnya tumbuh agak dalam di bawah kulit, maka harus kembali lagi untuk dilaser berkali-kali hingga tuntas, bila tidak maka tahi lalat akan tumbuh kembali, seperti rumput yang hanya dipangkas bagian atasnya saja. Namun, harga dari teknologi laser ini juga terbilang cukup mahal, yakni mulai dari ratusan ribu, hingga jutaan rupiah.

3. Cara Tradisional Dengan Obat

Cara ini sangat aman, tidak memakai teknologi sama sekali dan sangat ALAMI. Prosesnya yaitu hanya diberi obat selama kurang lebih 5 menit untuk mematikan akar tahi lalat (satu kali proses saja). Setelah itu tahi lalat akan mati dan akan mengering dalam kurun waktu seminggu, kemudian lepas sendirinya secara alami dan tumbuh kulit baru. Cara ini memang tidak seinstan operasi atau laser, tetapi cara ini sangat alami karena benar-benar mengikuti proses pertumbuhan kulit baru setelah tahi lalat terlepas. Selain itu dengan cara tradisional ini relatif murah dan paling terjangkau berikut beberapa contohnya.

A. Menggunakan Madu

Cara mudah untuk menghilangkan banyak tahi lalat di tubuh adalah dengan mengoleskan madu murni ke bagian tahi lalat yang ingin Anda hilangkan, entah itu di wajah atau bagian tubuh lainnya. Untuk hasil terbaik, lakukanlah setiap hari 2 kali sehari karena cara ini begitu mudah tanpa harus membuang waktu lama. Selain bisa diandalkan menyembuhkan berbagai penyakit, manfaat madu sangat besar untuk secara alami mengusir tahi lalat yang tumbuh terlalu banyak sehingga mengganggu rasa percaya diri Anda.

B. Menggunakan Bunga Kol

Bunga kol memang adalah salah satu jenis sayuran yang sering dimasak dan sangat nikmat untuk menu sehari-hari, namun Anda juga bisa memanfaatkannya untuk mengatasi terlalu banyaknya tahi lalat. Untuk menghilangkan tahi lalat tanpa pengangkatan atau proses operasi, Anda bisa coba menyiapkan bunag kol yang sudah Anda cuci bersih yang kemudian Anda bisa blender (tidak usah ditambah dengan air). Setelah diblender, ramuan bunga kol bisa dioles ke bagian tahi lalat yang mengganggu dan lakukan ini setiap hari berturut-turut selama sekitar 1 minggu, buktikan hasilnya.

C. Menggunakan Bawang Putih

Bawang putih yang biasanya Anda gunakan untuk memasak ternyata tidak hanya bisa membuat sedap masakan tapi juga berguna dalam menghilangkan tahi lalat. Terlepas dari beberapa bahaya bawang putih mentah, cobalah untuk menggunakan bahan alami ini yang bisa disiapkan 2 siung saja. Lalu kupas dan bawang bisa ditumbuk sampai benar-benar halus.

Tempelkan bawang putih dengan menggunakan plester ke bagian tahi lalat selama semalaman, jadi intinya, pakailah ramuan ini saat Anda akan mau tidur. Baru setelah pagi datang, plester bisa dicopot yang biasanya tahi lalat juga sudah ikut terkelupas. Hanya saja, bersiaplah untuk merasakan perih dan bau menyengat bawang putih ketika menggunakan cara ini.

Ya, jadi sekarang kita tahu bahwa ternyata tahi lalat tidaklah berasal dari lalat yang sengaja membuang kotorannya di tubuh kita. Semoga artikel ini menambah wawasan Anda.