Cara Mengetahui Orang Yang Sedang Berbohong

Berbohong bisa diartikan sebagai memutar balikkan fakta, yang artinya tidak mengatakan yang sebenarnya dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Berbohong pasti pernah dilakukan semua orang, terlepas itu dilakukan dengan sengaja ataupun tidak sengaja.Seiring berkembangnya jaman, pakar-pakar psikolong banyak menemukan cara-cara ampuh untuk mengetahui gerak gerik yang biasanya dilakukan oleh seorang pembual atau pembohong. Memang tidak mudah untuk mendeteksi mimik wajah seseorang, tetapi ada beberapa tanda yang bisa kamu amati jika dia itu sedang berbohong.

Sebelum kita berbicara lebih lanjut bagaimana mengetahui seseorang berbohong atau tidak, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu 4 tipe pembohong :

1. Pembohong Sesekali

Kita semua pasti pernah melakukan kebohongan selama hidup. Pembohong sesekali tidak biasa berbohong, hanya karena beberapa alasan mereka melakukannya, mungkin karena ingin melindungi dirinya, temannya, orang yang ia cintai atau seseorang yang lain. Perlu diketahui bahwa dibalik setiap kebohongan selalu ada ketakutan. Ketakutan untuk menghadapi suatu kenyataan. Pembohong sesekali memikirkan betul-betul apa yang akan diucapkannya sehingga tampak masuk akal. Tetapi karena mereka tidak biasa berbohong, bahasa tubuhnya tetap memperlihatkan banyak tanda atau sinyal yang menunjukkan bahwa mereka sedang berbohong. Sehingga tidak terlalu sulit mengidentifikasi tipe pembohong seperti ini.

2. Pembohong Berkali-kali

Pembohong berkali-kali adalah orang-orang yang berbohong ‘dengan teratur’. Tidak seperti pembohong sesekali, pembohong berkali-kali tidak mempunyai waktu untuk berpikir tentang kebohongan karena mereka berbohong sepanjang hidupnya. Tetapi mereka sebetulnya menyadari bahwa mereka berbohong. Orang-orang ini sering terjebak dengan tindakan yang mereka lakukan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.

3. Pembohong Alami

Pembohong alami adalah orang-orang yang berbohong secara terus menerus dan seringkali mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berbohong. Bahasa tubuh mereka pun terlihat sangat alami karena terbiasa berbohong. Namun ketika mereka ditekan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan, bahasa tubuhnya memperlihatkan adanya kontradiksi yang mengidentifikasikan bahwa mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Tipe pembohong alami agak mirip dengan pembohong berkali-kali. Mungkin anda pernah mendengar istilah ’sok tahu’, ya ini adalah salah satu contoh tipe pembohong alami.

4. Pembohong Profesional

Jenis pembohong ini berbohong untuk suatu tujuan tertentu atau sengaja ingin mengelabui kita. Mereka mempelajari segala kemungkinan dan mengetahui persis apa yang ingin mereka ucapkan. Mereka membuat skenario, memperhitungkan resiko kegagalan dan membuat rencana-rencana cadangan. Meskipun mereka terlatih untuk menggunakan bahasa tubuhnya, tetapi selalu ada ada hal kecil yang terlewatkan oleh mereka. Kita dapat mengetahui hal-hal kecil tersebut dengan sering mengamati tentu saja. Salah satu contoh tipe pembohong seperti ini adalah salesman, mohon maaf sebelumnya yang saya maksudkan disini adalah salesman yang terlalu berlebihan mempromosikan suatu produk padahal produknya sendiri mempunyai kualitas yang sangat rendah. Contoh yang lain adalah para politikus yang korup, mereka sengaja mengelabui publik untuk kepentingan pribadi.

Ciri-Ciri Orang Yang Berbohong

Ada beberapa petunjuk dasar untuk mengetahui kapan seseorang membohongi Anda, baik dari ekspresi wajah maupun gerak-gerik tubuhnya, tetapi tak semua ciri ini berlaku untuk setiap orang. Jika Anda mengajukan sebuah pertanyaan pada lawan bicara Anda dan ia menjawab sambil menunjukkan gerak-gerik yang sebelumnya tidak ia tampilkan selama berbicara dengan Anda, Anda bisa yakin bahwa dia mungkin berbohong. Apa saja indikator ekspresi wajah orang yang sedang berbohong?

1. Mata Tak Berhenti Bergerak

Bola mata yang sibuk mondar-mandir melihat sekitar, berkedip lebih sering dari biasanya (di situasi normal, seseorang biasanya berkedip 5-6 kali per menit atau sekali per 10-12 detik), atau menutup mata lebih dari satu detik setiap kalinya adalah tiga tanda mata klasik dari orang yang berbohong. Ini adalah reaksi stres fisiologis bahwa dia merasa tidak nyaman atau tidak ingin menjawab pertanyaan Anda.

Jarang berkedip juga bisa menjadi pertanda bahwa ia sengaja berusaha untuk mengontrol gerakan matanya. Misalnya, seorang pemain poker mungkin tampak jarang berkedip supaya ia terkesan tak terpengaruh dengan hasil kocokan kartunya. Tapi ingat, gerakan mata ini juga bisa muncul pada lawan bicara Anda untuk alasan yang sama sekali berbeda. Misalnya, orang dengan penyakit Parkinson akan memiliki tingkat berkedip yang lebih lambat dari orang sehat, sedangkan mereka yang memiliki skizofrenia cenderung berkedip lebih cepat.

2. Perhatikan Tekanan-Tekanan Dalam Pola Bicaranya

Seseorang yang berada dalam tekanan dan desakan psikologis juga mengalami tekanan fisik tertentu sebagai imbasnya. Misalnya detak jantung yang meningkat dan aliran darah yang cepat. Hal ini mempengaruhi aktivitas fisik lainnya, dalam hal ini adalah aktivitas berbicara. Orang yang berbohong cenderung memiliki nada bicara dan tekanan yang tidak wajar. Hal ini dikarenakan oleh tekanan serta pertimbangan pikiran yang tarik ulur dalam menyatakan kebohongan. Pada dasarnya, menyatakan kebohongan adalah hal yang secara alamiah akan memberikan tekanan sekaligus pada kondisi psikologi, fisik, serta mental. Oleh karena itu, tekanan yang muncul lebih besar.

3. Senyum Yang Dipaksakan

Senyum yang dipaksakan bisa dikatakan juga sebagai senyum yang palsu. Seseorang yang sedang berbohong cenderung memberikan senyum palsu, seperti menyeringai tanpa alasan yang jelas saat sedang asyik dalam pembicaraan. Hal ini dilakukan oleh orang yang berbohong untuk menutupi apa yamg sedang disembunyikannya. Karena dalam ilmu psikologi juga dikatakan bahwa senyum yang sebenarnya, jujur dan tulus, maka saat senyum tersebut merekah akan merebak ke seluruh wajah dan mengeriputkan mata. Hal ini bisa kita buktikan sendiri di depan cermin. Cobalah perhatikan ekspresi wajah kita saat tersenyum (yang sebenarnya) dengan menyeringai (senyum yang dibuat-buat).

4. Mengalihkan Topik Pembicaraan

Seseorang yang sedang berbohong pasti akan merasa tidak nyaman apabila membicarakan topik yang membuatnya untuk menanggapi dengan suatu kebohongan. Apalagi bila kita menanyakan atau membicarakan sesuatu yang mencurigakan, orang yang berbohong malah semakin merasa tidak nyaman. Sedemikian sehingga dia akan berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan yang sedang dibahas. Orang yang berbohong juga biasanya lebih sering mengajak kita untuk membicarakan topik-topik yang kita sukai sehingga kita tidak akan memiliki kecurigaan kepadanya.

5. Terlalu Banyak Menyentuh Bagian Tubuh

Sebagaimana telah kita ketahui dan juga dijelaskan di atas bahwa orang yang berbohong pasti tidak akan merasa nyaman. Kondisi yang tidak nyaman inilah yang cenderung membuat orang yang berbohong tersebut menjadi salah tingkat di hadapan lawan bicaranya.Hal yang biasa dilakukan saat orang yang berbohong salah tingkah contohnya adalah menyentuh anggota atau bagian tubuh, seperti mulut atau bibir, leher, wajah maupun hidung. Kita pasti pernah menjumpai ciri-ciri tersebut pada salah seorang lawan bicara kita. Kebanyakan dari hasil survey adalah menyentuh bibir dan leher bagian samping atau belakang.

6. Berusaha Meyakinkan Kita Secara Berlebihan

Siapapun orangnya pasti tidak ingin kalau kebohongannya terbongkar di hadapan orang lain. Dia pasti akan berusaha untuk terus menutupinya agar tidak ketahuan. Oleh karena itu, secara tidak sadar mereka pasti akan berusaha untuk meyakinkan lawan bicara secara berlebihan. Kata-kata yang biasanya digunakan, diantaranya “Percayalah”, “Sebenarnya” bahkan membawa-bawa nama Tuhan, “Demi Tuhan”, pada saat yang bukan tempatnya. Bukankah itu sudah berlebihan?

Dan satu hal yang harus diketahui bahwa orang yang jujur tidak perlu untuk meyakinkan lawan bicara secara berlebihan seperti penjelasan di atas karena kejujuran akan perkataannya pasti akan terlihat dari caranya berbicara, ekspresi wajah dan sorot matanya.

7. Arah Pandangan Mata Selalu Ke Kanan

Ketika Anda menanyakan lawan bicara Anda tentang sesuatu yang ia saksikan, dengar atau berusaha untuk menggali ingatannya, jika orang tersebut memusatkan pandangannya ke arah kiri, berarti besar kemungkinannya ia berkata jujur. Ia benar-benar sedang mengakses memorinya tentang kejadian itu. Saat berbohong, seseorang akan cenderung melirik ke arah kanan. Artinya, ia sedang mengakses imajinasinya untuk menciptakan sebuah jawaban. Tapi, orang kidal biasanya akan menunjukkan reaksi berlawanan sebagai respon spontan. Selain itu, beberapa orang akan menatap lurus ke depan ketika mencoba untuk mengingat memori visual.

8. Memberikan Alasan Yang Terlalu Panjang

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa berbohong adalah memutar balikkan fakta atau kenyataan yang ada. Sedemikian sehingga orang yang berbohong biasanya akan mengarang-ngarang cerita yang terkadang tidak masuk akal. Ditambah lagi, dia akan sering memanjang-manjangkan cerita yang seharusnya singkat. Hal ini dilakukan hanya untuk membuat kita supaya lebih yakin akan cerita yang disampaikannya.

Oleh karena itu, tetaplah hati-hati kepada orang yang sering memanjangkan ceritanya walaupun pada kenyataannya bisa dipersingkat. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi apabila seseorang memanjang cerita singkatnya kepada kita, yang misalnya merupakan lawan bicaranya. Pertama, untuk membuatnya semakin jelas dan detail sehingga kita tidak perlu lagi bertanya-tanya kepadanya. Kedua, untuk menutupi kesalahannya yang berarti telah ada sesuatu yang disembunyikan dengan sebuah kebohongan kepada kita.

Percayalah bahwa “Kebohongan hanya akan membawa kita pada kemenangan di awal, tetapi menghasilkan kekalahan bahkan kehancuran bagi kita di akhir.”