Debit Dan Kredit? Berikut Perbedaan Dan Penjelasannya

Sekarang ini sistem pembayaran terus menerus mengalamai perkembangan dari sistem konvensional hingga ke sistem elektronik yang semakin canggih, berkembangnya teknologi membuat orang-orang terus menerus menyempurnakan sistem pembayaran sehingga lebih fleksibel. Istilah debit dan kredit banyak digunakan dikehidupan kita sehari-hari seperti setor uang di bank maka di buku tabungan akan dicatat di sisi kredit. Kalo yang suka belanja pasti kenal dengan yang namanya kartu debit atau kartu kredit

Untuk mengetahui pengertian dan mentukan posisi dari Debit dan Kredit bisa dikatakan sebagai hal yang paling penting dalam konsep siklus akuntansi, benar bukan ? Seluruh pencatatan transaksi akuntansi nantinya akan dikelompokkan dan dicatat pada posisi debit dan kredit. Jadi, konsep debet dan kredit adalah konsep dasar untuk melanjutkan pemahaman kita mengenai akuntansi. Sebenarnya apa sih Debit dan Kredit itu?

Sejarah Singkat Debit Kredit

Seorang pendeta dari Ordo Fransiskus bernama Luca Pascioli, dia ahli matematika dari Italia, teman sekaligus mentor dari Leonardo da Vinci, untuk menyebut ruas kiri persamaan akuntansi dan ruas kanan persamaan akuntansi. Dia mengenalkan pembukuan pencatatan berpasangan untuk pertama kalinya pada tahun 1494 ia menerbitkan bukunya, Summa de Arithmetica Geometria, Proportioni et Proportionalita yang didalamnya terdapat dua buah bab de Computis et Scripturis yang menjelaskan pembukuan pencatatan berpasangan.

Ia menyatakan bahwa tujuan pembukuan adalah “untuk memberikan informasi yang tidak tertunda kepada para pedagang mengenai keadaan aktiva dan utang-utangnya”. Debit (Adebeo) dan kredit (Credito) digunakan dalam pencatatan untuk memastikan sebuah pencatatan berpasangan. Ia berkata, “Seluruh pencatatan harus berpasangan, yaitu, jika Anda membuat seorang kreditor, maka Anda harus membuat seorang debitor”. Tiga buku digunakan disini: sebuah memorandum, sebuah jurnal dan sebuah buku besar. Pada waktu yang bersamaan, mengingat umur yang pendek dari perusahaan-perusahaan bisnis, Pacioli menyarankan perhitungan dari laba suatu periode dan dilakukan dengan penutupan buku.

Pengertian Debit Kredit

Dalam akuntansi, kredit (disingkat kr), yang diturunkan dari bahasa Latin Credere, merupakan lawan dari debit. Kode perkiraan (akun) jenis liabilitas, ekuitas dan pendapatan akan bertambah nilainya jika dikredit, sedangkan aset dan beban akan berkurang jika dikredit. Konsep ini dipakai dalam pembukuan berpasangan.

Dalam akuntansi, debit (disingkat Dr), yang diturunkan dari bahasa Latin Debere, merupakan lawan dari kredit. Kode perkiraan (akun) jenis aset dan beban akan bertambah nilainya jika didebit, sedangkan liabilitas, ekuitas dan pendapatan akan berkurang jika didebit. Konsep ini dipakai dalam pembukuan berpasangan.

Dari pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa istilah debet-kredit adalah istilah untuk mewakili pengertian kanan dan kiri. Transaksi-transaksi yang berada pada posisi debet berarti transaksi yang dicatat pada posisi sebelah kiri dan transaksi yang berada pada posisi kredit berarti transaksi yang dicatat pada posisi sebelah kanan. Maka, setiap transaksi akan mempengaruhi jumlah dari posisi sebelah kanan dan posisi sebelah kiri. Pada prinsipnya jumlah dari kedua posisi tersebut akan selalu seimbang (balance). Sehingga, pengertian debet dan kredit merupakan implementasi dari prinsip tata buku berpasangan yang merupakan istilah untuk mewakili sisi kanan dan sisi kiri pencatatan transaksi keuangan dengan prinsip berimbang.

Dari Segi Mekanisme

Kedua jenis kartu ini sama-sama diterbitkan langsung oleh bank dan harus mengikuti ketentuan yang berlaku pada bank tersebut. Kedua kartu juga sama-sama membutuhkan PIN dan tandatangan saat transaksi di merchant tertentu dan juga bisa melakukan tarik tunai. Namun ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok.

Kartu Debit:

  • Diterbitkan bank untuk nasabah yang membuka rekening tabungan dan biasanya memiliki logo bank maupun jaringan yang bekerja sama seperti Visa dan Mastercard.
  • Nasabah harus memiliki saldo dan batas transaksi didasarkan jumlah tabungan pemilik kartu debit.
  • Tidak ada iuran tahunan dan biaya transaksi langsung dipotong dari saldo nasabah pemilik kartu debit.
  • Tarik tunai yang dilakukan di ATM bank penerbit tidak dikenakan biaya
  • Masih terbatas digunakan pada transaksi online.

Kartu Kredit:

  • Nasabah tidak perlu memiliki rekening tabungan di bank penerbit kartu kredit.
  • Nasabah tidak perlu memiliki saldo di rekening tabungan karena sifatnya sebagai kartu yang bisa menghutangkan dengan jumlah pinjaman memiliki batasan tertentu dan juga transaksi harian.
  • Tagihan akan dikirimkan setiap bulan dan bisa dibayar secara penuh atau dicicil. Jika dibayar dengan mencicil, maka bunga akan dikenakan pada tagihan berikutnya sesuai dengan kebijakan masing-masing bank.
  • Tarik tunai di ATM dikenakan biaya penarikan yang cukup tinggi.
  • Ada beban iuran tahunan, bea materai dan bea pembayaran
  • Transaksi di kartu kredit membutuhkan tanda tangan, sedangkan PIN hanya untuk tarik tunai di mesin ATM.
  • Jika melakukan transaksi online, dibutuhkan tiga angka terakhir pada kartu.

Perkembangan Kartu Kredit di Indonesia

Kartu kredit sudah mulai berkembang di dunia, seperti di Amerika Serikat hingga Asia, Eropa, Australia, hingga akhirnya sampai ke Indonesia. Masuknya kartu kredit ke Indonesia tidak bisa kita tolak, sebab berkaitan dengan perkembangan teknologi dan informasi. Dan juga keberadaan kartu kredit secara nyata sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, apalagi bagi mereka yang hidupnya di kota-kota besar.

Pertama kali kartu kredit yang masuk ke Indonesia terjadi sekitar tahun 1980-an. Diperkenalkan oleh Bank Duta yang pada saat itu menjalin kerjasama dengan VISA dan MasterCard International. Bank Duta merupakan bank yang pertama kali menerbitkan dan memasarkan kartu kredit di Indonesia.

Dulu kartu kredit terbitan bank Duta ini ditujukan secara khusus bagi nasabahnya sendiri dan tidak bebas bagi kalangan umum dan target market dari bisnis kartu kredit ini hanya ditujukan kepada kalangan orang kaya, pengusaha, pejaba, dan orang-orang kelas atas lain. Berbeda dengan sekarang, di mana kartu kredit bisa digunakan oleh siapa saja.

Sekarang, keberadaan Bank Duta hanyalah sebuah nama dan sejarah saja. Walaupun bank Duta menjadi bank pertama yang menerbitkan kartu kredit, nyatanya dia tidak bisa bertahan lama. Tahun berganti tahun, para pemain baru mulai bermunculan. Seperti BCA, Citibank, Hong Kong Bank, dan lainnya. Citibank yang kita kenal sekarang ini berbeda dengan dulu. Pertama kali Citibank datang ke Indonesia, masih menggunakan logo dan nama City Bank.

Citibank memfokuskan bisnisnya pada produk kartu kredit. Sehingga tidaklah heran jika Citibank selalu meraih prestasi perbankan, banyak mendapat keuntungan dan terkenal ke berbagai negara di dunia. Pada tahun 1990-an, bisa dibilang sudah banyak orang yang memiliki kartu kredit Citibank.

Mereka seakan sangat bangga jika memiliki kartu ini. Sebab kartu ini susah didapatkan, harus melalui proses persetujuan yang panjang dan sulit. Ditambah target pasarnya yang hanya ditujukan bagi kalangan atas. Jadi, pas di tahu7n itu ketika seseorang memiliki kartu kredit Citibank, akan sangat bangga memilikinya. Sampai ada istilah, “belum punya kartu kredit Citibank, berarti belum punya kartu kredit”.

Aturan Debet Dan Kredit Dalam Akuntansi:

  • Akun Asset (Asset Account)

Akun asset digunakan dalam menacatat semua transaksi yang berhubungan atau mempengaruhi perubahan (baik peningkatan atau penurunan) dalam asset. Pengaruh akun dalam asset ini adalah, apabila terjadi peningkatan asset (+) maka dicatat dalam kolom sebelah kiri yaitu kolom debet. Sebaliknya apabila terjadi penurunan asset (-) maka dicatat pada kolom sebelah kanan yaitu kolom kredit.

  • Akun Kewajiban (Liability Account)

Akun kewajiban adalah akun yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan atau mempengaruhi perubahan (baik peningkatan atau penurunan) dalam kewajiban. Pengaruh akun dalam kewajiban ini adalah, apabila terjadi peningkatan kewajiban (+) maka dicatat dalam kolom sebelah kiri yaitu kolom kredit. Sebaliknya apabila terjadi penurunan kewajiban (-) maka dicatat pada kolom sebelah kanan yaitu kolom debet.

  • Akun Ekuitas / Modal (Equity Account)

Akun ekuitas adalah akun yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan atau mempengaruhi perubahan (baik peningkatan atau penurunan) dalam ekuitas. Pengaruh dalam akun-akun modal ini adalah, apabila terjadi peningkatan modal (+) maka dicatat dalam kolom sebelah kiri yaitu kolom kredit. Sebaliknya apabila terjadi penurunan modal (-) maka dicatat pada kolom sebelah kanan yaitu kolom debet.

Akun modal pemilik adalah akun yang digunakan untuk mencatat transaksi pemilik pada perusahaan (investasi). Transkasi meliputi penyetoran investasi oleh pemilik sebagai modal awal bagi perusahaan yang dicatat di sebelah kredit. Sedangkan untuk penarikan modal oleh pemilik untuk kepentingan pribadi (prive) dicatat pada kolom sebelah debet.Akun pendapatan dan akun beban adalah akun laporan laba rugi atau termasuk dalam akun nominal. Akun pendapatan bertambah dicatat pada sebelah kredit. Sedangkan untuk mencatat transaksi beban yang bertambah pada sebelah debet.

Jadi, Yang Manakah Pilihan Anda? Kartu Debit Atau Kredit?

Berdasarkan tabel-tabel perbedaan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Kartu debit sesuai bagi pengguna yang memiliki dana cukup, kartu debit sesuai bagi pengguna yang membutuhkan pinjaman jangka pendek.
  2. Kartu debit lebih mudah digunakan jika membutuhkan dana tunai.
  3. Kartu kredit lebih mudah digunakan dalam transaksi online dan di luar negeri.
  4. Kartu kredit memberikan lebih banyak promo pada supermarket dan ritel.
  5. Biaya yang muncul pada kartu kredit lebih banyak (bunga, denda keterlambatan, biaya tahunan dan lainnya)
  6. Pengajuan kartu kredit cenderung lebih mudah.
  7. Kartu kredit lebih aman daripada kartu debit.

Bagaimana? Sudahkah Anda menjatuhkan pilihan? Atau mungkin Anda membutuhkan keduanya? Tidak masalah selama Anda sudah mengetahui perbedaannya, termasuk manfaat dan kekurangannya. Yang penting Anda selalu bijak dalam menggunakan keduanya karena tujuan utama kartu debit dan kartu kredit adalah untuk memudahkan transaksi dengan adanya transaksi non tunai. Jangan sampai tujuan ini malah disalahgunakan dan berujung kerugian pada Anda. Semoga artikel ini menambah wawasan Anda. Terima Kasih 🙂