Deretan Bahan Kimia Beracun Di Sekitar Rumah

Perlengkapan rumah tangga sehari-hari yang Anda gunakan berulangkali dengan frekuensi yang tinggi dapat menyimpan bahaya kesehatan tanpa Anda sadari. Berikut adalah sejumlah daftar alat-alat rumah tangga yang sehari-hari digunakan dan bisa berbahaya. Perhatikan kandungan kimia yang harus diwaspadai dan risikonya jika terpapar langsung.

1. Benzena

Benzena menguap ke udara dengan sangat cepat. Massa jenis uap benzena lebih berat daripada udara biasa dan bisa tenggelam ke daerah dataran rendah. Udara luar ruangan mengandung benzena dalam jumlah kecil dari asap tembakau, SPBU, knalpot kendaraan bermotor dan emisi industri. Udara dalam ruangan umumnya mengandung kadar benzena yang lebih tinggi daripada di udara luar dari paparan harian produk rumah tangga. Benzena bekerja dengan mengacaukan kerja sel dalam tubuh. Sebagai contoh, paparan benzena jangka panjang dapat menyebabkan sumsum tulang untuk tidak memproduksi cukup sel darah merah.

Benzena juga dapat merusak sistem kekebalan tubuh dengan mengubah kadar antibodi dan menyebabkan hilangnya sel darah putih yang dapat menyebabkan anemia atau lebih buruk lagi, leukimia dari paparan berat dan berkepanjangan. Beberapa wanita yang menghirup benzena dalam jumlah besar selama berbulan-bulan memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur dan penurunan ukuran indung telur mereka. Terdapat di. cat, lem, gas yang dilepaskan dari karpet, wax, deterjen, emisi dari pembakaran bahan bakar gas, asap rokok, kapur barus, alat penghilang bau

2. Produk Kayu Imitasi

Produk kayu imitasi ini terbuat dari kepingan gelondongan kayu yang dikombinasi sehingga menjadi bentuk kayu imitasi. Jenis benda-benda yang terbuat dari kayu imitasi ini antara lain paneling, particle board, fiberboard dan sulation, dicampur dengan lem yang mengandung urea-formaldehyde sebagai resin. Paparan formaldehida ini dapat menyebabkan mata berair, mata terasa terbakar, tenggorokan terasa panas, sesak napas dan serangan asma. Risikonya meninggi pada produk kayu yang usianya lebih tua.

3. PHTHALATES

Bahan ini biasa ditemukan pada shampo, conditioner, hair spray, body spray, parfum, cologne, sabun, pewarna kuku dan lain-lain. Penyerapan bahan ini dapat terjadi melalui produk-produk perawatan tubuh, obat-obatan, makanan dan air. Bayi bisa terpapar melalui shampo bayi, atau bedak. Suatu studi dilakukan oleh Mount Sinai Center, terdapat suatu hubungan antara paparan phthalate dengan insiden ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) pada anak-anak serta gangguan perkembangan organ kelamin laki-laki.

Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa phthalate mengganggu perkembangan reproduksi pada hewan percobaan. Untuk mengurangi paparan terhadap bahan ini, hindari penggunaan shampo dan kondisioner yang mengandung ‘fragrance’ (bahan pewangi) sebagai salah satu unsurnya. Di Amerika Serikat, pemerintah telah melarang penjualan mainan anak-anak yang mengandung phthalate.

4. Penyegar Udara Dan Cairan Pembersih

Alat penyegar udara serta cairan pembersih yang digunakan dalam ruang tertutup atau digunakan secara berlebihan dapat melepaskan bahan beracun yang disebut ethylene-based glycol ethers dan terpenes. Meski terpenes berada dalam kondisi tidak beracun, terpenes tetap dapat bereaksi dengan ozon di udara untuk membentuk kombinasi beracun. Sementara itu, penyegar udara memiliki kandungan VOCs seperti nitrogen dioksida dan beberapa juga mengandung paradichlorobenzene.

5. Formalin

Formaldehida adalah senyawa kimia turunan dari pembakaran dan proses alam tertentu yang umum digunakan secara luas oleh industri untuk memproduksi bahan bangunan dan berbagai produk rumah tangga. Dengan demikian, mungkin ada jejak formalin dalam konsentrasi yang cukup besar baik di dalam maupun luar ruangan.

Ketika formaldehida hadir di udara pada tingkat yang melebihi 0,1 ppm, beberapa orang mungkin mengalami efek samping seperti mata berair; sensasi terbakar di mata, hidung, dan tenggorokan; batuk; suara mengi; mual; iritasi kulit; dan sakit dada. Paparan konsentrasi tinggi dapat memicu serangan asma pada orang yang memilikinya, juga dapat menyebabkan bronkitis.

Formalin telah terbukti menyebabkan kanker pada hewan dan dicurigai dapat menyebabkan kanker pada manusia. Terdapat di: asbes dan beton, asap rokok, kompos gas atau minyak tanah yang menyala, furnitur yang terbuat dari pressed wood dengan perekat yang mengandung resin urea-formaldehida (UF), kantung plastik

6. BISPHENOL A

BPA adalah unsur yang terdapat pada plastik yang ringan, jernih dan tahan panas, seperti botol minuman kemasan, botol susu bayi, piring ataupun cangkir plastik, cangkir bayi, CD dan bahan-bahan elektronik. Paparan dengan bahan ini dapat terjadi melalui konsumsi makanan ataupun minuman yang disimpan dalam wadah yang mengandung BPA.

Bayi dan anak kecil bisa terekspos melalui kontak bahan-bahan yang mengandung BPA dari tangan ke mulut. Bayi dalam kandungan juga bisa terpapar bahan ini. Pada penelitian yang dilakukan terhadap pekerja pabrik di Cina, paparan terhadap BPA beresiko untuk terjangkit penyakit kanker dan gangguan hormonal. Menurut FDA (sama seperti badan POM di Indonesia), BPA dapat mempengaruhi otak, kelenjar prostat dan prilaku bayi dan anak-anak.

7. Xylene

Paparan ringan hingga sedang terhadap uap xylene dapat menyebabkan mata panas memerah, bengkak, berair, penglihatan kabur dan iritasi kulit ringan, seperti ruam kemerahan dan bengkak, kulit terasa kering dan gatal, iritasi pada hidung dan tenggorokan. Paparan terhadap xylene dalam jumlah besar sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat yang menyebabkan mual dan muntah serta sakit kepala dan berkunang-kunang, hingga kerusakan hati dan ginjal, hilang kesadaran, kegagalan sistem pernapasan, bahkan kematian. Terdapat di emisi gas buang kendaraan bermotor, cat, pernis, cat kuku, perekat dan semen karet.

Itulah bahan kimia beracun yang bersembunyi di dalam rumah Anda, semoga artikel ini menambah wawasan Anda.