Erosi, Penyebab Dan Proses Terbentuknya Serta Dampaknya

Erosi merupakan peristiwa pindahnya atau terangkutnya (tanah, sedimen, batuan dan partikel lainnya) dari suatu tempat ke tempat lainnya yang disebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab erosi ini dapat dibedakan menjadi beberapa macam diantaranya yakni erosi oleh air, erosi oleh angin, erosi oleh es dan erosi oleh gelombang laut.

Faktor- faktor tersebut bisa saja berupa faktor alamiah maupun non alamiah. Lalu, apa saja faktor- faktor yang mendukung terjadinya erosi ini? Dibawah ini akan dijelaskan mengenai penyebab erosi tersebut. Adapun faktor- faktor yang menyebabkan erosi tersebut antara lain adalah:

Penyebab Erosi Tanah

Tanah bisa mengalami kerusakan, bahkan tanah termasuk wujud alam yang mudah mengalami kerusakan. Salah satu contoh kerusakan tanah adalah erosi tanah. Erosi tanah adalah tanah yang lapuk dan mudah mengalami penghancuran. Kerusakan yang dialami pada tanah tempat erosi disebabkan oleh kemunduran sifat – sifat kimia dan fisik tanah, yakni:

  • Kehilangan unsur hara dan bahan organik,
  • Menurunnya kapasitas infiltrasi dan kemampuan tanah menahan air,
  • Tanah gundul atau tidak ada tanamannya
  • Tanah miring tidak dibuat teras-teras sebagai penyangga air sehingga tanah larut
  • Tanah tidak dibuat tanggul pasangan sebagai penahan erosi
  • Alih fungsi hutan jadi lahan pertambangan, perkebunan, maupun pertanian, membangun jalan.
  • Hutan yang telah beralih fungsinya menjadi berbagai lahan untuk bercocok tanam, pertanian, perkebunan dan lainnya menambah resiko erosi tanah dikarenakan tanaman yang dibudidayakan di lahan pertanian atau perkebunan memiliki akar yang lemah, sehingga tidak dapat menjaga struktur tanah tetap kuat.
  • Aktivitas perladangan berpindah yang dilakukan dengan menebang hutan merupakan salah satu penyebab erosi tanah. Selain itu, perladangan berpindah juga sering menyebabkan kebakaran hutan dan tanah tandus, sehingga meningkatkan kerentanan tanah terhadap erosi.
  • Kebakaran (kebakaran hutan dan daerah pertanian) Kebakaran selain terjadi secara alamiah, juga banyak terjadi karena ulah manusia. Tanah menjadi terbuka terhadap pukulan air hujan karena vegetasi penutup tanah hilang terbakar. Kondisi tersebut memperbesar kerentanan tanah terhadap erosi.

Ada beberapa penyebab terjadinya erosi, yaitu berasal dari alam serta juga makhluk hidup disekitar seperti manusia itu sendiri, berikut ini ada beberapa macam macam erosi antara lain adalah sebagai berikut:

1. Kondisi Tanah

Faktor penyebab erosi yang pertama adalah kondisi tanah. Beberapa hal yang termasuk dalam kondisi tanah yakni tekstur dan struktur tanah

  • Tanah bertekstur pasir tidak peka terhadap erosi karena memiliki ukuran partikel yang besar sehingga daya angkut aliran (erodibilitas) menjadi lebih kecil. Sedangkan tanah dengan ukuran partikel lebih halus (lempung dan debu) sangat mudah terangkut oleh aliran permukaan, apalagi jika kecepatan aliran permukaan tinggi. Dengan demikian ukuran partikel tanah berpengaruh terhadap proses pengangkutan sediment.
  • Tanah berstruktur mantap dengan bentuk struktur membulat (granuler, remah, gumpal membulat) lebih tahan terhadap erosi karena mampu menyerap air lebih banyak dan mengurangi limpasan permukaan.
  • Tanah dengan kapasitas infiltrasi tinggi memiliki kepekaan terhadap erosi yang lebih rendah daripada tanah dengan kapasitas infiltrasi rendah.
  • Tanah yang kaya bahan organik lebih tahan terhadap erosi karena bahan organik tersebut mempengaruhi tingkat kemantapan agregat.

2. Air

Air menjadi bagian penting dari faktor penyebab erosi. Air yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah air sungai. Air sungai merupakan aliran air yang bergerak dalam jumlah yang banyak. Aliran air tersebut akan mengangkat partikel- partikel tanah sehingga terbawa menuju tempat dimana sungai itu bermuara. Faktor-faktor yang memengaruhi kekuatan erosi air, antara lain:

  • volume air sebagai tenaga utama dalam proses erosi (makin besar volumenya, makin kuat erosinya),
  • kemiringan lereng (makin curam lerengnya, makin besar erosinya),
  • keadaan vegetasi (makin lebat vegetasinya, makin kecil erosinya),

3. Angin

Erosi angin biasanya terjadi di darah gurun pasir dan daerah kering. Deflasi adalah proses erosi yang disebabkan oleh angin. Angin dengan kecepatan tinggi akan mengikis batuan dan membawanya ke daerah yang memiliki kecepatan angin rendah.

4. Gelombang Laut

Gelombang laut juga merupakan salah satu faktor penyebab erosi pantai atau abrasi pantai. Gelombang dengan tenaga yang sangat besar datang dari arah laut kemudian menggempur pasir pantai. Ketika hal tersebut dibiarkan begitu saja, maka akan menyebabkan erosi pantai. Erosi oleh gelombang laut dapat dicegah dengan menanam pohon bakau, melestarikan hutan mangrove, melestarikan terumbu karang dan mengurangi kegiatan penambangan pasir.

5. Faktor Manusia

Proses terjadinya erosi juga bisa disebabkan oleh manusia. Bahkan manusia berperan dalam mempercepat laju erosi. Kegiatan manusia yang dapat menekan laju erosi diantaranya adalah kegiatan pertambangan dan ekspliotasi hutan. Pertambangan yang melibatkan proses pengerukan tanah akan mengubah kontur tanah sehingga tanah lebih cepat mengalami erosi.

Manusia seringkali mengubah hutan menjadi lahan pertanian dan membangun infrastruktur tanpa melakukan analisis dampak terhadap lingkungan. Hal ini lah yang membuat laju erosi tanah semakin cepat. Meski demikian, manusia sebagai makhluk tercerdas di bumi seharusnya bisa berperan dalam memperbaiki dan melestarikan lingkungan tempat hidupnya. Diantara kegiatan yang dapat menghambat laju erosi yakni penanaman kembali hutan yang gundul dan membuat terasering di daerah berlereng

6. Gletser

Erosi atau pengikisan yang selanjutnya adalah pengikisan yang disebabkan oleh gletser. Erosi semacam ini dikenal juga dengan nama erosi eksarasi. Gletser atau geyser merupakan es padat yang telah mencair. Gletser atau geyser ini apabilah telah mengalir akan menimbulkan dorongan yang begitu kuat.

Hal ini karena perubahan dari awalnya yang padat dan kemudian mencair, maka akan terlihat masih kental. Geyser ini dapat menimbulkan dorongan yang sangat besar yang mana pada akhirnya bisa mengakibatkan erosi, terutama pada benda- benda yang telah dilewati oleh gletser atau geryser tersebut. Namun erosi seperti ini hanya terjadi di daerah- daerah yang memang mempunyai stok salju atau es

7. Lereng

Besarnya erosi dipengaruhi oleh lereng. Semakin curam dan panjang suatu lereng, maka erosi akan semakin tinggi. Hal ini terjadi karena kecepatan aliran permukaan semakin meningkat, yang selanjutnya meningkatkan daya angkutnya terhadap partikel tanah yang telah hancur.

8. Vegetasi

Vegetasi, dapat menyebabkan terjadinya erosi. Misalnya, penebangan pohon yang tidak terkendali bisa menyebabkan terjadinya penggundulan hutan di daerah aliran sungai (DAS). Fungsi hutan’ adalah menghalangi air hujan agar tidak jatuh langsung ke tanah, menghambat aliran permukaan dan mempermudah resapan air ke dalam tanah. Oleh karena itu, di wilayah-wilayah yang sudah gundul (tanpa hutan), air hujan langsung mengalir di permukaan tanah dan mengangkut material-material tanah yang dilaluinya.

Proses Terjadinya Erosi Terdiri Atas 3 Tahapan, Yaitu :

1. Tahap Pengelupasan ( Detachment )

Detachment yaitu proses interaksi yang terjadi antara objek dalam bentuk padatan seperti tanah, dan lainnya dan penyebabnya atau subyeknya adalah angin, air, gelombang laut atau subyek lainnya yang berbentuk selain padatan. Interaksi antara subyek dan obyek ini menyebabkan pecah atau hancurnya objek menjadi partikel yang lebih kecil dan terlepas.

2. Tahap Pengangkutan ( Transportation )

Setelah agregat tanah dipecahkan oleh butir-butir air hujan menjadi butir-butir tanah primer kemudian dipindahkan atau diangkut ke tempat yang lebih rendah oleh aliran permukaan. Besarnya aliran permukaan adalah besarnya volume air melalui penampang tertentu dalam satuan waktu tertentu.

Jumlah dan kecepatan aliran permukaan tergantung pada kemiringan dan panjang lereng. Ketika aliran permukaan melalui suatu lereng yang mempunyai kemiringan yang besar dan panjang maka kecepatan aliran semakin besar. Kecepatan maksimum terjadi pada pertengahan lereng kemudian mengalami penurunan kecepatan di daerah kaki lereng yang landai dan datar.Kecepatan aliran mempunyai hubungan dengan besarnya atau partikel-partikel tanah yang terangkut ke temapt yang lebih rendah.

Dengan kondisi lereng yang sama, daerah erosi minimum merupakan daerah yang menunjukkan erosi minimum karena aliran permukaan belum banyak dan deras. Semakin cepat aliran permukaan maka semakin besar tenaga untuk melakukan pengrusakan muka tanah, sehingga daerah yang ada kecepatan aliran permukaan terjadi erosi sebanding. Pada daerah aliran permukaan dengan kecepatan aliran menurun, erosi yang terjadi menurun pula.

3. Tahap Pengendapan ( Sedimentation )

Proses sedimentasi berlangsung ketika energi aliran di permukaan mulai menurun dan tidak mampu lagi untuk mengangkut partikel tanah yang terlepas. Proses sedimentasi tersebut terjadi sementara yang berada di lereng yang bergelombang seperti bagian lereng yang cekung dan dapat menampung endapan partikel yang hanyut oleh aliran air.

Ketika hujan turun lagi maka endapan sementara tadi akan terangkut kembali menuju dataran yang lebih rendah. Proses pengendapan terakhir ini terjadi di kaki bukit yang relatif datar, daerah sungai dan waduk. Jika pengendapan terjadi di daerah sungai, maka partikel tanah dan unsur hara yang terlarut dalam aliran permukaan akan mengalir dan akan menyebabkan pendangkalan. ( baca : Akibat Erosi Sungai )

Besar atau kecilnya terjadi erosi bergantung pada kuantitas suplai material yang terlepas dan juga kapasitas media pengangkutnya. Apabila media pengangkutnya memiliki kapasitas yang lebih besar dari suplai material yang terlepas maka proses erosi akan dibatasi oleh pelepasan (detachment limited). Begitu juga sebaliknya apabila kuantitas suplai materi melebihi kapasitas maka proses erosi akan dibatasi oleh kapasitas (capacity limited).

Proses erosi yang terjadi karena air hujan ini merupakan gabungan dari 2 sub proses yaitu proses pertama adalah proses penghancuran struktur tanah menjadi butiran primer oleh energi tumbuk butiran hujan yang jatuh menimpa tanah dan perendaman oleh air tergenang serta proses pemindahan butir tanah oleh percikan air hujan dan proses yang kedua adalah penghancuran struktur tanah yang diikuti oleh pengangkutan butiran tanah oleh air yang mengalir di permukaan tanah. Berdasarkan kecepatannya dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

  • Erosi Tanah

Adalah proses pengikisan atau hancurnya batuan atau tanah terjadi lebih cepat dibandingkan dengan proses terbentuknya. Banyak mengakibatkan kerusakan lahan karena erosi tanah ini kebanyakan tidak hanya disebabkan alam saja, melainkan juga campur tangan manusia yang mengelola lahan tanpa peduli kelestarian alam.

  • Erosi Geologi

Adalah proses pengikisan atau hancurnya batuan atau tanah seimbang dengan proses terbentuknya. Kebanyakan erosi ini tidak menimbulkan rusaknya lahan dan lingkungan.

Dampak dari erosi adalah menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas, yang akan menyebabkan menurunnnya kemampuan lahan (degradasi lahan). Akibat lain dari erosi adalah menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air (infiltrasi). Penurunan kemampuan lahan meresapkan air ke dalam lapisan tanah akan meningkatkan limpahan air permukaan yang akan mengakibatkan banjir di sungai.

Tempat yang sering terjadinya erosi akan membuat lahan kritis. Lahan kritis adalah lahan yang mengalami kerusakan sehingga kehilangan fungsi hidrologi untuk mengatur persediaan air dan fungsi ekonomi untuk menjadi tempat produksi.

Kehilangan Kesuburan Tanah (Daerah yang terkikis) Tanah yang terkikis akan kehilangan lapisannya sehingga yang tersisa umumnya kurang subur dan memerlukan tindakan pemupukan. Berkurangnya debit air pada sungai, danau dan waduk, Akibat pengendapan hasil erosi yang tertumpuk pada suatu tempat, biasanya pada sungai, danau dan waduk. Maka erosi dalam jangka waktu panjang akan mengurangi debit air pada daerah ini karena hasil pengendapan semakin tebal.

Dampak Positif

A. Menambah Kesuburan Tanah (Daerah tempat hasil erosi terhenti)

Tanah yang terkikis biasanya merupakan tanah subur. Jadi apabila partikel hasil erosi jatuh di tempat yang kurang subur, maka proses pengendapan tersebut dapat membantu kesuburan tanah, karena partikel hasil erosi mengandung unsur hara yang penting bagi tanah.

B. Timbulnya Inisiatif Dan Kesadaran

Adanya resiko erosi akan membuat kita sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan. Oleh karena itu muncul aktivitas seperti konservasi terhadap lahan kritis, penanaman pohon, dll.

Cara Mengatasi Dan Mencegah Terjadinya Erosi Tanah

Dampak yang bisa dirasakan akibat terjadinya erosi bisa menyebabkan kerugian material maupun non material yang cukup besar. Untuk itu, perlu adanya tindakan-tindakan untuk melindungi tanah dari terjadinya erosi, terutama di daerah perbukitan dan memiliki lereng-lereng yang curam. Dengan upaya tersebut diharapkan akan mampu meningkatkan kemampuan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh subur, melindungi sumber-sumber air, serta dapat mencegah terjadinya tanah longsor. Adapun cara untuk mencegah terjadinya erosi tanah adalah :

  • Mengatur sistem drainase yang baik guna mengatur sirkulasi air. Cara ini akan sangat membantu memaksimalkan tingkat kesuburan tanah, adapun langlah-langkah yang bisa diambil antara lain adalah :
  • Membuat pembatas alami dari batas air yang paling tinggi hingga ke bawah yang bertujuan untuk memperlambat aliran air.
  • Membuat cabang-cabang saluran air untuk membagi jalur alirannya
  • Membuat dinding batu atau tanggul yang membujur pada kemiringan lahan akan membantu mencegah terhanyutnya tanah ke tempat yang lebih rendah. Selain itu juga dapat menciptakan habitat yang subur bagi tanaman
  • Menerapkan sistem contur farming, yaitu menanan tanaman sesuai dengan garis kontur tanah. Cara ini akan membantu akar tanaman dalam menahan air.
  • Melakukan kegiatan tanam menanam berdasarkan sistem teras demi teras. Ini akan membantu menahan pengaruh gravitasi tanah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya erosi. Sistem ini sering disebut sebagai terasering

Demikian pembahasan pada artikel ini tentang pengertian erosi, penyebab erosi dan proses terjadinya erosi, semoga artikel ini bermanfaat dalam menambah ilmu pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam seperti erosi ini dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.