Kabut, Proses Terbentuknya Dan Jenis Serta Manfaatnya

Pernahkah kalian di pagi hari yang dingin, kalian keluar rumah dan pandangan mata kalian terhalang oleh zat yang bentuknya putih pekat menyelimuti udara? Nah awan atau asap yang menutupi pandangan kalian itu adalah kabut. Dan gara-gara kabut ini jarak pandang kita juga bisa menjadi terbatas dan suhu udara juga akan terasa lebih dingin. Nah kira-kira bagaimana kabut bisa terbentuk?

Proses Terbentuknya Kabut

Awan yang melayang rendah di puncak bukit menyebabkan udara menjadi dingin, berkabut dan lembap. Sebab awan mengandung banyak butiran air yang sangat kecil. Awan terbentuk dalam udara yang naik.

Udara mengandung uap air yang tidak terlihat. Saat udara naik, suhunya bertambah dingin. Udara dingin tak mampu menahan begitu banyak uap, sehingga sebagian uap berubah menjadi butiran kecil atau membeku menjadi kristal es, lalu membentuk awan.

Kabut juga dapat terbentuk dari uap air yang berasal dari tanah yang lembab, tanaman-tanaman, sungai, danau dan lautan. Uap air ini berkembang dan menjadi dingin ketika naik ke udara. Udara dapat menahan uap air hanya dalam jumlah tertentu pada suhu tertentu

Partikel kabut memiliki diameter lebih kecil dari 0,001 mm. Kabut dapat terbentuk apabila udara didinginkan di bawah titik tertentu (titik embun).Syarat selanjutnya adalah udara yang sejuk tadi bercampur dengan udara yang lebih hangat.

Jika aliran udara rendah maka pendinginan terjadi dekat permukaan tanah. Oleh sebab itu kabut seringkali kita lihat di pagi hari karena pada malam hari suhu akan menurun drastis dan ketika menjelang fajar akan menghangat sehingga terbentuklah kabut.

Udara pada suhu 30o C dapat mengandung uap air sebangyak 30 gr uap air per m 3 , maka udara itu mengandung jumlah maksimum uap air yang dapat ditahannya. Volume yang sama pada suhu 20o C udara hanya dapat menahan 17 gr uap air.

Sebanyak itulah yang dapat ditahannya pada suhu tersebut. Nah, udara yang mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.

Ketika suhu udara turun dan jumlah uap air melewati jumlah maksimum uap air yang dapat ditahan udara, maka sebagian uap air tersebut mulai berubah menjadi embun. Kabut akan hilang ketika suhu udara meningkat dan kemampuan udara menahan uap air bertambah.

Kadang ada di antara kita yang menyamakan antara kabut dengan embun. Sebenarnya Kabut berbeda dengan embun. Embun merupakan titik-titik air yang jatuh dari udara terutama pada malam hari dan menjadi titik-titik air.

Embun merupakan endapan tetes air yang terdapat pada benda dekat atau di permukaan tanah yang terbentuk akibat pengembunan uap air dari udara di sekitarnya. Embun biasanya muncul di pagi hari, di sela-sela kaca jendela atau di balik daun. Dari penjelasan tersebut tampak bahwa embun dan kabut berbeda. Embun lebih mengarah ke wujud benda cair. Saat ini ada macam jenis kabut yang diketahui, yaitu :

Jenis Kabut

Kabut-kabut yang dapat menghambat pemandangan kalian ternyata memiliki beberapa jenis, dan berikut adalah jenisnya.

1. Kabut Advection

Kabut advection adalah kabut yang terbentuk dari aliran udara yang melalui suatu permukaan yang memiliki suhu yang berbeda. Salah satu contoh kabut ini adalah kabut Laut yang terjadi ketika udara yang basah dan hangat mengalir di atas suatu permukaan yang dingin. Kabut laut sering muncul di sepanjang pesisir pantai dan di tepi-tepi danau.

Salah satu jenis yang lain dari Kabut Advection disebut Kabut Uap. Kabut ini terbentuk dari aliran udara dingin yang melalui air hangat. Uap air dari hasil penguapan permukaan air secara terus menerus, bertemu dengan udara dingin. Ketika udara mencapai titik jenuh, maka kelebihan uap air secara cepat mengembun menjadi kabut yang berasal dari penguapan permukaan air. Kabut Uap sering muncul pada saat udara dingin bertiup di atas danau yang luas dan bertiup diatas danau yang hangat.

2. Kabut Radiasi (Radiation Fog)

Terjadi bila udara lembab bersinggungan dengan permukaan tanah yang lebih dingin akibat radiasi bumi pada malam hari, sehingga timbul inversi suhu di lapisan dekat permukaan tanah. ketika tanah memancarkan kembali panas ke dalam udara. Satu lapis kabut terbentuk di seluruh permukaan tanah dan secara bertahap bertambah menjadi tebal. Kabut radiasi sering muncul di lembah-lembah yang dalam

Kedalaman inverse tergantung pada besarnya turbuensi. Pada keadaan angin tenang (calm) percampuran turbulensi praktis sama dengan nol, dan pendinginan yang sangat kuat dibawah lapisan inversi yang sangat dangkal atau hanya beberapa cm di atas permukaan tanah, mungkin hanya menghasilkan embun (dew) atau bukan embun beku (frost). Kondisi udara pada malam hari yang sangat menguntungkan untuk terbentuknya kabut:

3. Kabut Uap (Steam Fog)

Terjadi karena adanya penguapan yang kuat dari permukaan air panas yang bercampur kedalam udara yang lebih dingin dan akan mengakibatkan terjadinya kondensasi yang lebih cepat terhadap uap air tersebut. Selanjutnya uap jenuh tersebut akan mengisi udara dibawah lapisan inversi sebagai uap.

Karena proses ini mengakibatkan pemanasan yang kuat serta penambahan uap kondensasi dari bawah, maka inversi yang kuat harus terbentuk beberapa jauh diatas permukaan. Untuk mencegah patikel-partikel kabut agar tidak menghambur kedalam udara yang lebih kering lagi kaut ini seperti bentuk awan-awan cumulus saja dengan basis di air, dan sering terdapat ruangan yang cerah dibawahnya.Kecepatan angina sedang (8-12 knot) agar perbedaan suhu dapat di pertahaankan dan percampuran turbulensi tidak cukup kuat mengangkat kabut.

4. Kabut Lereng ( Upslope Fog)

kabut ini terbentuk karna adanya pendinginan secara adiatik yang disebabkan karna udara lembab yang naik dengan kecepatan lamban di sepanjang lereng pegunungan.dalam pergerakannya menuju puncak lereng, udara tersebut mengalami kondensasi sehingga terbentuklah kabut, Namun jika udara bergerak naik dengan cepat akan menimbulkan kondensasi pada lapisan yang berada di atasnya, sehingga akan membentuk awan stratus.

5. Kabut Sawah

Kabut sawah adalah kabut yang terjadi pada malam ataupun pada pagi hari ketika cuaca sedang terang dan udara dingin melalui sungai, selokan atau sawah. Oleh karena air yang bersuhu lebih panas akan terjadi penguapan saat suhu udara akan naik dan memuat air bertambah banyak sehingga terjadi penguapan. Akan tetapi,setelah sampai daratan agak tinggi,udara tersebut mendingin dan mengalami kondensasi membentuk kabut

Manfaat Kabut

Ada sejumlah manfaat kabut, diantaranya sebagai berikut:

  • Melembabkan kulit
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman
  • Menjaga kelembaban udara
  • Menyejukkan udara

Kabut sangat berbahaya bagi pengguna alat transportasi meskipun sudah dilengkapi berbagai alat navigasi, Namun masih banyak terjadi kecelakaan yang sangat merugikan, seperti pembatalan penerbangan di bandara, pendaratan yang memerlukan waktu berjam-jam, kapal tenggelam menabrak batu karang ataupun kapal lainnya begitu juga di darat.

Oleh sebab itu kita harus lebih berhati-hati dalam berkendara demi keselamatan diri sendiri dan orang lain. Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Proses Terbentuknya Kabut Beserta Jenisnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya