Kenapa Tombol Keyboard QWERTY Bukan ABCDEF?

Keyboard atau papan ketik merupakan salah satu bagian terpenting yang ada pada komputer maupun mesin ketik. Tanpa keyboard, kita tidak dapat mengetik. Keyboard sendiri adalah suatu alat input komputer yang memiliki berbagai macam tombol-tombol yang memiliki fungsi atau perintah. Ketika melihat keyboard komputer maupun di smartphone, pernahkah terlintas di benak kamu satu pertanyaan yaitu, mengapa keyboard tidak tersusun dengan urutan ABCDEF seperti susuan abjad pada umumnya tetapi malah QWERTY. Emang aneh sih, tapi pasti ada alasannya, kan? Simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Keyboard

Keyboard adalah alat input dan merupakan salah satu perangkat keras komputer yang memiliki macam-macam tombol yang memiliki fungsi yang berbeda tergantung pada penekanannya yang dapat menghasilkan proses sesuai dengan kemauan kita. Meskipun bukan satu-satunya perangkat input pada komputer, peran keyboard sangatlah penting karena sebagian perintah yang berupa teks dan komando lain yang dimasukkan ke dalam sistem komputer melalui keyboard.

Bentuk dan susunan keyboard pada komputer sebenarnya hampir sama dengan keyboard pada suatu mesin ketik, hanya saja ada beberapa fitur lain yang ditambahkan. Dengan kata lain, keyboard digunakan sebagai alat untuk menyampaikan data atau perintah dari seseorang ke dalam komputer yang selanjutnya data tersebut akan diubah menjadi bahasa pemrograman yang dimengerti oleh CPU dan kemudian akan diproses secara seksama.

Sejarah Keyboard

Penemu Keyboard yaitu Christopher Latham Sholes. Dia adalah seorang jenius yang lahir pada tanggal 14 Februari 1819 dan wafat pada tanggal 17 Februari 1890. Christopher Latham Sholes adalah penemu mesin ketik sekaligus juga penemu keyboard QWERTY pertama di dunia. Christopher Latham Sholes lahir di daerah Mooresburg, Pennsyvania, Amerika Serikat. Pada tahun 1867, Christopher Latham Sholes, berhasil menciptakan sebuah mesin ketik dan berhasil  mengembangkannya menjadi mesin ketik atau keyboard QWERTY pada tahun 1873.

Lantas, mengapa keyboard QWERTY digunakan saat ini tidak menggunakan berdasarkan huruf abjad

Pada awalnya, Sholes menggunakan mesin ketik dua baris dengan urutan abjad seperti pada umumnya, yaitu sebagai berikut.

– 3 5 7 9 N O P Q R S T U V W X Y Z
2 4 6 8 . A B C D E F G H I J K L M

Namun ternyata susunan tersebut menimbulkan banyak masalah ketika digunakan untuk mengetik berbagai kata dalam bahasa Inggris, apalagi dengan kecepatan tinggi. Masalah terbesar adalah seringnya batang-batang pencetak huruf saling tersangkut dan membuat mesin ketik menjadi macet. Hal ini tentu saja membuat pekerjaan mengetik menjadi terganggu dan terhambat. Sang penemu mesin ketik, Sholes tentu harus mengubah susunan huruf di mesinnya.

Memikirkan solusi masalah ini, Christopher Latham Sholes selaku pembuat mesin ketik tersebut lalu mengacak-acak susunan hurufnya, sehingga susah digunakan untuk mengetik. Tujuannya hanya satu, yaitu agar tidak terjadi kesalahan mekanis seperti yang telah terjadi sebelumnya. Secara kebetulan, susunan acak yang dimaksudkan agar kita susah mengetik itu adalah susunan QWERTY seperti sekarang ini.  Ia juga mengganti pola keyboard yang tadinya dua baris menjadi empat baris, yaitu dengan susunan sebagai berikut.

Akhirnya, susunan keyboard yang tadinya acak-acakan itulah yang dijadikan alat input. Akhirnya susunan pada mesin ketik inilah yang diturunkan pada keyboard sebagai input komputer dan pada tahun 1973 diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization).

Susunan keyboard lainnya selain QWERTY sebenarnya masih ada lagi yaitu DVORAK. Desain alternatif ini menggunakan nama dari penemu desainnya sendiri yaitu August Dvorak pada tahun 1936. Susuan dari keyboard tersebut bahkan diklaim jauh lebih efektif dibandingkan QWERTY. Hanya saja susunan dari keyboard tersebut sudah terlambat, sehingga popularitasnya tenggelam, karena semua pengguna sudah lebih nyaman dengan susunan keyboard QWERTY.

Perbedaan QWERTY dan DVORAK:

Satu-satunya pengakuan adalah datang dari ANSI (American National Standard Institute) yang menyetujui susunan keyboard DVORAK sebagai versi alternatif di sekitar Tahun 1970. Susunan keyboard lainnya yang masih perkembangan dari susunan QWERTY adalah QWERTZ yang dipakai di negara seperti Hungaria, Jerman, Swiss, dll. Dan AZERTY oleh negara Prancis dan Belgia.

QWERTY sebenarnya punya banyak kelemahan seperti membuat tangan kiri Anda overload terutama ketika menulis dalam bahasa Inggris (hal serupa dirasakan ketika menulis dalam bahasa Indonesia). QWERTY juga membuat jari  kelingking Anda overload. Penelitian menunjukkan bahwa distribusi huruf tidak merata sehingga jari Anda harus menyeberang dari baris ke baris. Bila dihitung jari tukang ketik tipikal akan berjalan lebih dari 20 mil per hari dibandingkan dengan DVORAK yang hanya 1 mil.

Dalam dunia ilmiah, fenomena ini dijelaskan sebagai konsep Path Dependency dan Network Externality. Intinya, inovasi tidak menghasilkan outcome yang out of the blue, tetapi merupakan perkembangan yang bisa diprediksi dari yang sudah-sudah. Selain itu, value dari inovasi tersebut akan makin tinggi bila digunakan oleh makin banyak orang. Pada tahap tertentu, inovasi tersebut akan menjadi standar yang digunakan oleh umum. Dengan demikian, Christopher Latham Sholes kemudian dikenal sebagai penemu keyboard dan dijadikan sebagai salah satu tokoh dengan penemuan terpenting didunia.

Sekarang Anda sudah tahu alasan kenapa keyboard komputer atau keypad gadget Anda hurufnya tersusun QWERTY bukan ABCDEF. Meski demikian, kita yang hidup di masa kini harus bersyukur karena kalau keyboard dengan susunan QWERTY tidak ditemukan, entah kita akan menggunakan keyboard jenis apa sekarang. Bisa saja keyboard yang digunakan akan lebih sulit penggunaannya dibandingkan dengan keyboard QWERTY yang sudah ada sekarang. Menggunakan keyboard QWERTY saja bagi sebagian orang cukup sulit, apalagi jika susunannya diubah lagi.