Memahami Gurkha, Pasukan Perang Paling Mematikan Di Dunia

Kehadiran Gurkha dalam sebuah pertempuran biasanya mengundang perhatian dan aura tersendiri karena keberanian dan keahlian prajurit Gurkha di medan tempur sudah sejak dulu dikenal. Pasukan Gurkha diakui mempunyai efek penggentar yang tinggi dan mampu menciutkan nyali bagi musuh-musuhnya. Kehadirannya mampu menjatuhkan moral musuh. Apalagi dengan senjata andalan mereka, Khukri yang selalu terselip di pinggang mereka. Namun disisi lain Gurkha dikenal pula sebagai tentara yang ramah, periang dan suka bercanda. Jika bertemu anak-anak saat sedang bertugas, mereka tak segan-segan menyapa ataupun memberi sekedar permen atau makanan kecil lainnya.

Nah, untuk mengetahui lebih dalam tentang pasukan paling mematikan ini. Simak ulasannya berikut ini.

Asal Suku Gurkha

Di negara Nepal terdapat dua suku yang dikenal masyarakat luas yakni suku Sherpa yang terkenal sebagai suku pemandu di Himalaya atau suku pendaki, sedangkan satu lagi suku Gurkha yang terkenal dengan kemampuan berperangnya yang alamiah, agresif di medan pertempuran, tidak takut mati, loyalitas yang tinggi, tahan dalam berbagai medan, fisik yang kuat dan pekerja keras. Sehingga Gurkha begitu disegani oleh kawan dan ditakuti oleh lawan.

Keahliannya yang di miliki suku gurkha ini membuat negara-negara di dunia ketakutan. Dan Secara fisik, pasukan Gurkha itu tidak jauh beda dari kita orang Indonesia. Postur badan yang kecil dan tidak terlalu tinggi. karna postor badan yang kecil menjadi sebuah keuntungan tersendiri ba mereka. Ya, kecepatan dan taktisnya mereka sangat unggul kalau dibandingkan orang-orang barat. Fisik mungkin kecil, tapi mereka terlatih tanpa sadar. Tinggal di Nepal yang arealnya bergunung-gunung dan sangat ekstrem, memaksa mereka untuk beradaptasi. Hal tersebut akhirnya terbawa menjadi kebiasaan dan pada akhirnya malah memberikan keuntungan tersendiri.

Inggris Merekrut Pasukan Gurkha

Kerajaan Inggris merekrut personel Gurkha untuk pasukan infanteri. Alasan bakat alami seperti daya tahan fisik yang sangat tangguh dan kuat berjalan dalam berbagai medan, merupakan pertimbangan utama. Kemampuan alami itu mereka peroleh berkat kebiasaan membawa beban berat naik-turun pegunungan Himalaya. Orang-orang Gurkha dikenal sebagai porter para pendaki gunung yang paling tangguh, jauh sebelum tentara Inggris mengenal mereka.

Gurkha, prajurit asli Nepal yang memiliki track record yang tidak hanya sebagai, prajurit berani mati. Akan tetapi juga piawai dalam memenangkan pertempuran dengan skil individu prajuritnya dalam berperang. Tentara Jerman pernah merasakan keganasan pasukan ini, ketika berhadapan, prajurit Gurkha meletakan senjata apinya dan berlarian dengan berbekal Kukri, senjata khas nya kemudian menggorok leher para tentara Jerman, yang berada dalam tank. Bahkan tentara Argentina, ketika berhadapan dengan Inggris dalam perang Malvinas, kabur meninggalkan posnya hanya mendengar pengumuman bahwa Inggris akan menyertakan pasukan Gurkha-nya.

Awalnya Pasukan Gurkha Sebagai Tentara Bayaran

Sebagai tentara bayaran (Mercenaries), Gurkha bisa dibilang sangat profesional. Tak hanya memberikan servis terbaik, mereka juga sangat-sangat loyal terhadap negara-negara yang memakai jasanya. Pasukan Gurkha sangat rela untuk mati dalam setiap peperangan yang pada hakikatnya bukanlah perjuangan mereka sendiri. Soal loyalitas itu, Kerajaan Inggris benar-benar sangat mengakuinya.

Makanya, dalam peperangan apa pun, Britania takkan pernah lupa untuk merekrut mereka. Bahkan saking cintanya Inggris kepada pasukan Gurkha, pasukan ini pada akhirnya direkrut secara resmi menjadi bagian dari militer Inggris dan dalam jajaran British Army yang digaji layaknya tentara Inggris sendiri atau legiun asing pada umumnya. Mereka mempunyai unit sendiri dengan nama Brigade of Gurkha sebagai salah satu bagian dari jajaran top angkatan bersenjata Inggris

Dibentuk sejak tahun 1815, Pasukan Gurkha telah terlibat dalam berbagai medan pertempuran bersama Inggris. Ketika berkecamuk PD I sebanyak 100.000 prajurit Gurkha masuk dalam Brigade of Gurkha. Mereka ikut campur tangan di medan perang Perancis, Mesopotamia, Persia, Mesir, Gallipoli, Palestina dan Salonika. Mereka mendapatkan 2 penghargaan bergengsi Victoria Crosses.

Pada PD II sebanyak 112.000 tentara Gurkha bersama Pasukan aliansi Commonwealth bahu membahu dalam perang di Suriah, Afrika Utara, Italia dan Yunani sampai Malaysia dan Singapura mereka mendapat 10 Victoria Crosses. Seiring dengan pengalaman tempurnya yang mengunung, Gurkha menjelma menjadi kekuatan yang mengerikan, bahkan melebihi pasukan elit sekalipun.

Ciri Khas Pasukan Gurkha

Tak ada atribut persenjataan yang lebih identik dengan pasukan Gurkha selain Kukri. Senjata ini bentuknya adalah seperti pisau biasa. Namun ia memiliki bentuk yang melengkung ke depan. Pisau ini biasanya punya blade atau bagian tajam di kedua sisi, namun ada pula yang hanya di bagian yang melengkung saja. Kukri sejatinya hanyalah pisau biasa.

Namun ia bisa menjadi sangat mematikan lantaran pemakainya adalah pasukan Gurkha. Biasanya pisau ini digunakan seperti prinsip sniper. Ya, satu tebasan untuk satu nyawa. Pisau ini konon juga sering diceritakan memiliki semacam klenik. Jadi, sebelum dipakai biasanya pasukan Gurkha akan menyayat tubuhnya sendiri, kemudian darah yang keluar dioleskan ke pisau kecil ini.

Pasukan Yang Religius

Bagi seorang Gurkha yang tinggal di kaki Gunung Himalaya, pergi dari kampung halamannya nyaris tidak mungkin. Pertama dari segi alam memang sulit dan kedua butuh biaya besar untuk melakukannya. Karena itulah menjadi tentara adalah pilihan terbaik bagi mereka. Karena hidup di ketinggian dan udara sangat dingin, mereka diakui membawa kelebihan alami yang dahsyat. Nafas dan kemampuan fisiknya berada di atas rata-rata orang kebanyakan.

Kultur Nepal dan agama yang mereka anut adalah Hindu campur Budha, ternyata sangat berpengaruh dalam pasukan Gurkha. Misalnya, pasukan Gurkha selalu mengadakan upacara religius setiap akan bertugas. Untuk upacara religius mereka bisa meminta perlindungan kepada dewanya. Sebagai contoh, ketika Raja Nepal Birendra terbunuh oleh konflik keluarga sendiri.

Seluruh pasukan Gurkha di Inggris mengadakan upacara untuk menunjukkan rasa duka dan cinta mereka kepada keluarga Raja dengan cara menaruh bunga di senjata masing-masing. Bunga-bunga itu lalu dikumpulkan melalui ritual tertentu. Sesuai keyakinan yang dianut, Gurkha pantang makan daging binatang, kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa. Itu pun harus melalui ritual tertentu. oleh karenanya saat berada di hutan, mereka lebih suka makan buah dan daun-daunan daripada makan daging binatang.

Itulah ulasan betapa seramnya pasukan Gurkha. Emang Kecil sih orangnya, tapi lihat dari kemampuannya benar-benar bikin terkejut. Bahkan Indonesia pernah kalah dengan mereka.