Pengertian Fatamorgana Dan Penyebabnya

Ketika matahari bersinar terik, mungkin kalian pernah melihat genangan air di tengah jalan. Tapi, ketika saat genangan air itu didekati tiba-tiba mendadak saja hilang. Bisa jadi, apa yang kalian lihat itu sebenarnya hanyalah Fatamorgana alias bayangan. Jadi, bukan air betulan. Fatamorgana adalah suatu fenomena atau gejala optik yang terjadi karena pembiasaan cahaya melalui kepadatan udara yang berbeda sehingga membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah olah ada.

Penjelasan lain tentang Fatamorgana merupakan sebuah fenomena di mana optik yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas seperti padang pasir atau padang es. Ini sebenarnya adalah pantulan daripada langit yang dipantulkan udara panas. Udara panas ini berfungsi sebagai cermin dan untuk lebih lengkapnya, tahapan – tahapan bagaimana proses terjadinya peristiwa fenomena fatamorgana tersebut, akan dijelaskan dibawah ini.

Apa Itu Fatamorgana?

Fatamorgana adalah sebutan kepada yang bersifat khayal yang tidak mungkin dapat dipercayai. Fatamorgana sudah menjadi bagian dari cerita-cerita petualangan di padang pasir, yaitu dimana seseorang yang tersesat, kelelahan, kelaparan dan kehausan melihat di kejauhan ada genangan air, akan tetapi setelah didekati genangan air itu menghilang.

Pada cerita di atas  dikesankan bahwa penglihatan orang itu sebagai penglihatan khayal atau halusinasi orang yang kelelahan. Sebenarnya fatamorgana sendiri merupakan sebuah fenomena alam yang berupa pembiasan cahaya melalui kepadatan yang berbeda. Hal ini akan menciptakan ilusi sehingga membuat sesuatu yang sebenarnya tidak ada seolah- oleh menjadi ada. Nama fatamorgana sendiri diambil dari nama saudari Raja Arthur, yakni Feye le Morgana, yakni seorang peri yang bisa berubah- ubah rupanya.

Fatamorgana biasanya berupa genangan air di tengah padang pasir atau dipermukaan jalan beraspal yang terkena panas terik matahari. Ketika sinar matahari mengenainya, maka terjadi perubahan suhu pada permukaan aspal sehingga kerapatan udaranya menjadi renggang. Dengan adanya perubahan kerapatan udara maka terjadi perbedaan indeks bias antara udara dipermukaan aspal dengan udara disekitarnya.

Syarat Terjadinya Fatamorgana:

  •  Adanya Perbedaan Indeks Bias Udara.

Indeks bias merupakan suatu kemampuan medium membiaskan arah rambat cahaya. Pada proses terbentuknya fatamorgana, terdapat perbedaan kerapatan udara pada medium udara dengan suhu yang panas dan medium udara dengan suhu yang dingin sehingga membuat indeks bias kedua medium tersebut juga berbeda. Indeks bias pada medium udara dengan suhu yang dingin akan lebih besar dari pada indeks bias medium udara dengan suhu yang panas.

  • Adanya Pembiasan Cahaya

Pembiasan cahaya dapat terjadi karena adanya perbedaan indeks bias. Ketika partikel udara merenggang karena suhu yang sangat panas, cahaya matahari yang datang akan dibiaskan karena terdapat perbedaan indeks bias pada udara dengan suhu yang panas dan dengan suhu udara yang dingin. Syarat-syarat agar dapat terjadi pembiasan cahaya adalah adanya cahaya datang yang melalui dua medium yang memiliki perbedaan kerapatan optik dan cahaya yang datang tidak tegak lurus terhadap bidang batas (sudut datang lebih kecil dari 90°).

  • Adanya Pemantulan Cahaya secara Sempurna

Cahaya akan dipantulkan secara sempurna jika cahaya melewati medium yang berbeda dan sudut datang menghasilkan sudut bias 900 dan nilainya lebih besar dari sudut kritis yang dihitung dengan hukum Snellius.

Jenis Fatamorgana Ditinjau Dari Posisi Bayangannya Yaitu:

1. Fatamorgana Inferior

Fatamorgana inferior merupakan jenis fatamorgana yang paling umum terjadi dan dapat dilihat oleh semua orang. Saat terjadi fatamorgana inferior, sebuah objek terlihat seperti sebuah genangan air di bawah objek yang sebenarnya dalam keadaan terbalik, hal ini dapat terjadi karena ketika tanah atau aspal yang sangat panas, panas akan keluar dari dalam tanah dan memanaskan udara yang berada tepat di atasnya.

Ketika udara menjadi panas, maka indeks bias udara akan lebih kecil dari indeks bias udara dingin. Menurut Giancoli dalam website “Udara panas lebih tipis dari udara sejuk, sehingga indeks bias sedikit lebih rendah di udara yang panas”. Ketika cahaya melewati udara dingin dan masuk ke dalam udara yang panas, maka cahaya akan dibelokkan. Fatamorgana terlihat seperti sebuah benda yang tercermin dalam air karena cahaya objek yang bergerak ke tanah dibelokkan dan menciptakan citra ganda.

2. Fatamorgana Superior

Fatamorgana superior dapat terjadi karena adanya perbedaan suhu antara suatu permukaan medium dengan medium yang ada disekitarnya, yaitu suhu pada permukaan suatu medium tersebut lebih dingin dibandingkan dengan suhu pada medium yang ada di sekitarnya. Karena perbedaan suhu tersebut, maka medium yang suhunya lebih dingin akan dihambat oleh medium yang suhunya lebih panas yang berada disekitarnya sehingga terbentuklah bayangan fatamorgana superior yang terjadi tepat berada diatas objek aslinya. Fatamorgana superior ini umumnya terjadi di kutub dan di laut atau di samudera, termasuk didalamnya adalah samudera di dunia.

3. Fatamorgana Lateral

Fatamorgana lateral adalah peristiwa ilusi optik yang terjadi pada sumbu vertikal, dimana bayangan akan terbentuk berada di samping objek aslinya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Lync bahwa, “ketika permukaan dinding disinari matahari, akan terlihat seperti sebuah cermin di permukaan bagian luar dinding tersebut”.

Fatamorgana lateral terjadi pada bidang vertikal dimana dinding lebih panas dari udara hanya beberapa sentimeter saja, sehingga medium udara dipermukaan dinding lebih renggang dibandingkan medium udara di sekitarnya. Hal tersebut sesuai dengan hukum snellius II yang menyatakan bahwa jika sinar datang dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat akan dibiaskan menjauhi garis normal.

Penyebab Terjadinya Fatamorgana

Peristiwa fatamorgana disebut juga (Mirage) atau sebuah ilusi atau kekeliruan dalam penglihatan yang terkadang terlihat pada suatu wilayah gurun pasir atau di jalan aspal yang rata maupun trotoar. Fatamorgana akan menampakkan pemandangan seperti genangan air atau suatu cermin. Sementara itu, benda-benda yang letaknya jauh misalnya pohon akan terlihat terbalik. Sementara itu, penyebab terjadinya fatamorgana dapat dijelaskan dalam ilmu fisika sebagai berikut.

Pertama, diawali dengan perbedaan kerapatan antara udara dingin dan udara panas. Kemudian, udara dingin memiliki kerapatan yang lebih berat dan pekat sedangkan udara panas memiliki kerapatan yang lebih rendah. Setelah itu, ketika fatamorgana terjadi, keadaan lapisan udara yang panas dan yang berada lebih dekat dengan tanah akan terperangkap oleh lapisan udara yang kebih dingin diatasnya.

Sehingga, cahaya mengalami pembiasan ke arah garis horizontal pada pandangan lalu berjalan ke atas karena pengaruh internal total. Setelah itu, pemantulan internal total atau total internal factor merupakan proses pemantulan cahaya pada permukaan batas antara satu medium dengan yang lain yang memiliki indeks bias lebih kecil. Sehingga, cahaya akan berjalan di dalam medium yang memiliki bias tinggi seperti kaca, plastik dan air ke medium yang memiliki indeks bias lebih rendah misalnya udara. Akibatnya, hal ini menimbulkan gambar yang bersifat semu dan terbalik dan membentuk fatamorgana.

Misteri Fatamorgana

Fatamorgana (Mirage) biasa dianggap sebagai ilusi optik akibat perbedaan kepadatan udara. Cahaya sebuah obyek dibengkokkan karena melalui dua lapisan udara dengan suhu dan kepadatan berbeda. Akibatnya, orang tertipu melihat bayangan sebagai obyek. Bayangan yang dihasilkan bisa buram, terbalik atau bergelombang.

Di masa lalu, keberadaan fatamorgana kerap dikaitkan dengan dunia magis. Beberapa penampakan fatamorgana sekompleks bayangan istana dalam mitos sempat dicatat berbagai jurnal. Antara lain pada 27 September 1846. Dua orang mengaku melihat bayangan kota Edinburgh di langit Liverpool selama 40 menit. Padahal Edinburgh berada sekitar 325 kilometer utara Liverpool. Peristiwa serupa juga dialami seorang ahli geologi Inggris. Ia menulis melihat bayangan Toronto di langit Danau Ontario.

Daya tarik fatamorgana memang luar biasa. Tak hanya bayangan yang dihasilkan begitu indah dan nyata. Namun juga sulit untuk masuk ke dalam logika. Bahkan pemandangan matahari terbenam yang begitu indah, tak lepas dari fenomena fatamorgana. Menjelang terbenam, matahari terdistorsi hingga terbagi dua. Saat itu seluruh atau sebagian piringan matahari berada di bawah cakrawala. Namun sinar matahari yang terrefraksi oleh atmosfir membuat matahari terlihat di atas cakrawala.

Fatamorgana memang masih menyimpan banyak misteri. Bahkan para ahli pun masih belum bisa menjelaskan secara lebih terperinci. Terutama bagaimana bisa suatu pemandangan kota bisa terproyeksi dengan jelas di atas langit kota lain. Namun bisa jadi misteri ini malah membuat fatamorgana menjadi lebih menarik.

Dampak Fatamorgana

Fatamorgana memberikan beberapa dampak bagi ruang publik kehidupan seperti berikut ini.

  • Fatamorgana akan membuat kita salah menafsirkan letak tata kota jika kita mengambil gambar tentang letak suatu kota dan sebagainya.
  • Ketika suhu udara di sekitar kita sangat panas di siang hari, mata kita akan mudah lelah karena pembiasan cahaya yang berbeda-beda di lapisan udara. Karena adanya pembiasan cahaya ini, maka kita akan melihat seperti ada genangan air yang merupakan fenomena ilusi optik.

Fenomena fatamorgana sering membuat orang terpedaya. Sehingga timbul ilusi atau penampakan yang sebenarnya tidak ada. Inilah yang seringkali menyebabkan munculnya cerita-cerita misterius tentang penampakan sesuatu hal. Sesuatu yang bisa di lihat hanya dari jauh saja. Karena begitu di dekati pasti akan lenyap. Semoga artikel ini menambah wawasan Anda. Terima kasih atas kunjungan dan nantikan artikel terbarunya 🙂