Aneh Tapi Nyata, Tradisi Tampil Cantik di Berbagai Negara

Kecantikan seorang wanita biasanya dinilai dari kulit putih bersih, bentuk badan yang ideal dan juga gigi yang putih dan rapi. Namun ternyata kecantikan sendiri memang tidak dapat diartikan sama dan universal. Cantik ternyata dapat diartikan dengan ciri dan bentuk yang berbeda tergantung dari mana wanita tersebut berasal dan menjalani kehidupan.

Di beberapa negara di dunia, kecantikan seorang wanita ditentukan dari tradisi turun temurun yang meski menyakitkan namun harus tetap dijalani. Biasanya suku-suku tersebut memiliki tradisi unik yang akan mereka terapkan pada setiap wanita dalam sukunya dengan tujuan sebagai penambah kesan cantik dan juga sebagai bentuk alat proteksi bagi si wanita

Di beberapa belahan dunia masih banyak terdapat suku-suku tertentu yang memiliki tradisi unik dalam memaknai arti cantik bagi para wanita di sukunya. Namun tradisi suku berikut ini sunguh lah ekstrim mereka memodifikasi bagian tubuh mereka agar terlihat cantik. Nah, kamu mau tahu suku apa aja itu? Simak beberapa suku yang memodifikasi tubuh paling ekstrim di dunia berikut ini.

1. Suku Apatani

Suku Apatani tinggal di lembah Ziro di negara bagian Arunachal Pradesh di India Timur. Wanita apatani terkenal sangat cantik dan dianggap yang paling cantik di antara suku Arunachal. Saking cantiknya, mereka harus membuat diri mereka terlihat tidak menarik untuk perlindungan diri dari suku lain yang ingin memperebutkan mereka. Dari sinilah mereka kemudian memakai Yaping Hillo atau penutup hidung dari colokan kayu besar yang dipasang di hidung mereka. Aksesoris berwarna hitam ini dipakai oleh sebagian besar wanita tua suku tersebut, namun menginjak pertengahan abad ke 20 kebiasaan ini sudah mulai terkikis.

2. Suku Bagobo

Gigi runcing identik dengan drakula, vampire atau hewan buas. Namun bagi wanita suku Bagobo memiliki gigi runcing tidak menjadikan mereka seram dan menakutkan, malah justru semakin menambah kecantikan mereka. Bagi suku di Mindanao, Filipina, memiliki gigi tajam adalah suatu keharusan untuk menjadi yang paling cantik. Untuk mendapatkan gigi ini pun mereka harus rela kesakitan saat meruncingkan ujung gigi yang dipahat dengan kayu atau bambu. Prosesnya tidak hanya mengerikan dan menyakitkan, tapi juga sangat lama agar bisa tajam sempurna. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian, bersakit-sakit dahulu, menjadi cantik kemudian.

3. Suku Kayan

Bagi suku kayan penduduk asli di Burma, Myanmar. Wanita pemilik leher jenjang mengartikan lambang keseksian. Semakin panjang lehernya, semakin bertambah seksi dan semakin menggairahkan. Untuk itu demi mendapatkan perhatian lebih dari pria-pria suku kayan. Para orang tua akan memaksa anak perempuan mereka sejak masih kecil untuk menggunakan cincin besar yang terbuat dari logam besi/kuningan.

Modifikasi tubuh ini akan memaksa tulang rusuk serta tulang leher menjadi bertambah panjang. Dan cincin besi ini tidak pernah dilepas seumur hidup termasuk saat mandi sekalipun. Mereka hanya akan melepasnya saat pergantian cincin leher yang berukuran lebih besar. Tak hanya sebagai simbol cantik dan keseksian saja, konon tradisi aneh ini juga bertujuan untuk melindungi wanita suku kayan dari gigitan harimau, pencegahan dari penculikan suku-suku lainnya serta menunjukkan status sosial dan derajat perempuan dalam suku mereka.

4. Suku Mursi

Menjadi cantik versi suku Mursi di Ethiopia ini terbilang sangat aneh. Bagaimana tidak, mereka menilai kecantikan seorang wanita dari seberapa lebar ukuran mulutnya. Semakin lebar mulut seorang wanita maka semakin cantiklah dia. Tradisi meregangkan bibir ini disebut ‘labret’ atau ‘lip plate’, dimana wanita di suku ini mulai memperbesar ukuran mulutnya pada usia 13 hingga 16 tahun. Caranya pasti sangat sakit, karena bagian bawah mulut diiris sepanjang 1 sampai 2 cm lalu dimasukkan piringan bulat ke dalam irisan luka tersebut. Setelah 2 atau 3 minggu, piringan tersebut diganti dengan ukuran yang lebih besar hingga mencapai diameter 10 sampai 15 cm bahkan ada yang hingga 25 cm.

meski sangat menyakitkan, tradisi ini harus tetap dilakukan karena bagi wanita yang menolak tradisi tersebut akan mendapatkan sanksi sosial. Piring di mulut para wanita suku Mursi ini menandakan bahwa mereka memiliki daya tahan tubuh yang kuat, kedewasaan dan kecantikan. Wah, bagaimana mereka berciuman dengan pasangannya ?

5. Suku Dayak

Menurut suku dayak menjadi cantik adalah dengan memiliki telinga panjang yang menjuntai hingga ke leher. Tradisi menindik telinga bagi para wanita suku ini dilakukan dengan cara menggunakan anting logam atau emas yang jumlahnya terus menerus di tambah hingga membuat telinganya memanjang. Penambahan anting ini dilakukan tiap satu tahun sekali, untuk mengetahui berapa usia wanita suku dayak, cukup dengan menghitung berapa banyak anting yang menghiasi telinganya.

Memiliki telinga panjang bagi mereka selain menujukan identitas dan usia, juga sebagai lambang bahwa mereka adalah keturunan bangsawan serta untuk membedakan dengan wanita yang dijadikan budak karena kalah perang atau tidak mampu membayar utang dan kecantikan. sosial mereka akan semakin terangkat seiring banyaknya emas dan panjangnya telinga mereka.

6. Suku Pedalaman Amazon

Perempuan amazon menilai bahwa arti kecantikan sesungguhnya adalah memiliki kreativitas untuk melukis di tubuh sendiri dengan mengukir tatto permanen dari darah hewan di bagian kulit wajah dan seluruh tubuh mereka. Hal ini menggambarkan bahwa perempuan amazon tidak bergantung pada peranan laki-laki dan mereka pun sudah terbiasa berburu untuk mencari makan sendiri.

Fungsi lain dari tatto yang berpadu dengan pakaian minim mereka akan membantu kamuflase penyamaran saat berburu hewan. Dan kabar baiknya, para pria-pria amazon menganggap seorang wanita bertato memiliki kharisma sensualitas berbeda dibandingkan dengan wanita yang tidak mempunyai tato sama sekali.

Sekianlah artikel tentang memodifikasi tubuh paling ekstrim di dunia, semoga artikel menambah wawasan anda. Terima kasih ^^