Aneh, Wanita Ini Hobi Menikah Dan Bunuh Suaminya Sendiri

Adanya suatu pernikahan tak pernah lepas dari rasa keinginan untuk membangun sebuah keluarga bahagia dan hidup bersama dengan pasangan yang dicintai. Pernikahan merupakan gerbang pertama dimana seseorang akan memulai kehidupan baru, kehidupan berkeluarga bersama pasangan yang paling disayangi. Melalui pernikahan pula lah jalan untuk menghasilkan keturunan yang baik dan berguna bagi keluarga. Saking nikmatnya dan juga bahagianya raga dan batin membuat banyak orang mengatakan jika pernikahan merupakan ibadah paling menyenangkan. Menikah dan memiliki keluarga yang harmonis merupakan impian banyak orang. Terutama anak-anak muda yang baru menjalin hubungan dengan teman dekatnya.

Meski tidak bisa dipungkiri jika dalam berhubungan dengan orang pasti terdapat rintangan dan sedikit cek cok dengan orang terdekat. Namun bagaimana jika ada seorang istri yang memperlakukan suaminya dengan cara yang buruk bahkan tak segan membunuhnya? Beberapa wanita berikut ini menikmati membunuh pasangan yang sudah menikah dan bahkan anggota keluarganya. Dengan menggunakan racun, mereka menjadi wanita berbahaya. Menggodanya dengan pesonanya sesudah itu dia membunuh pasangannya. Mari simak ulasan wanita yang suka menikah dan bunuh pasangannya sendiri:

1. Vera Renczi

Vera Renczi merupakan salah satu wanita yang namanya termasuk dalam daftar istri paling sadis di dunia yang telah berhasil membunuh suaminya dan menyimpan jasad suaminya di gudang bawah tanah pada tahun 1920 an. Vera Renczi yang pada dasarnya merupakan seorang bangsawan kaya raya yang terlahir di Bucharest, Romania ini bisa membuat banyak pria tergila – gila padanya. Bahkan sejak dirinya berhasil membunuh suaminya itu, dia menikah lagi dengan Joseph Rencz, seorang pria petualang yang juga berakhir di peti mati gudang bawah tanah.

Vera Renczi yang sebelumnya telah berhasil melahirkan seorang putra dari suami pertamanya itupun harus mempertanggung jawabkan perbuatan brutalnya oleh pihak hukum setelah putranya itu mengetahui semua rahasia kejamnya setelah membunuh 2 suami dan. 32 kekasih.

Pada saat itu, putranya sendiri tidak sengaja melihatnya melakukan pembunuhan. Ia membunuh suami-suaminya bukan karena menginginkan harta, tapi karena ia merasa paranoid dan tidak percaya pada pria lantaran rasa cemburu yang tinggi.

Renczi dikabarkan telah menyimpan mayat suaminya di peti mati di gudang agar mereka tetap dekat dengannya selamanya. Dengan 35 peti berisi mayat yang ditemukan di gudangnya, ia tidak bisa mengelak lagi dan akhirnya dihukum penjara seumur hidup.

2. Lydia Sherman

Pada pertengahan 1860-an, keluarga Lydia Sherman mengalami kesulitan ekonomi karena suaminya tidak bekerja dan enam anak-anak butuh perawatan. Dia berpikir bahwa perceraian hanya akan membuang banyak uang dan waktu. Sementara racun adalah barang yang lebih murah dan lebih mudah digunakan.

Dia kemudian melayani bubur dicampur dengan arsenik untuk suaminya dan cokelat juga mengandung arsenik untuk 6 anak. Setelah mereka semua mati, Lydia mengklaim uang asuransi kematian keluarganya dan siap untuk memulai hidup baru. Lydia menikah dengan seorang petani tua yang kaya tetapi juga berakhir dengan membunuh orang itu setahun kemudian. Lagi Lydia menikah dan juga meracuni suami ketiganya. Dari 1864 sampai 1871, ia telah meracuni 10 orang sampai mati. Karena ketika wanita tidak mendapatkan hukuman mati, ia menerima hukuman penjara seumur hidup.

3. Marie Besnard

Suami pertama Marie meninggal karena radang selaput dada pada tahun 1927. Setahun kemudian ia menikah Leon Besnard yang memiliki orang tua yang kaya dengan warisan. Marie kemudian bertanya mertua untuk tinggal bersama dia dan suami barunya.Tapi tidak lama, ayah Leon meninggal karena makan jamur beracun dan tidak butuh waktu lama, ibunya juga meninggal karena pneumonia. Dengan orang tua yang telah meninggal, maka harta mereka diwarisi oleh adik Leon. Tapi ternyata akhirnya ia juga meninggal karena bunuh diri. Kecurigaan makin bertambah ketika Leon tiba-tiba meninggal karena uremia.

Polisi mendapatkan laporan kematian yang janggal ini. Otopsi menemukan dosis besar arsenik dalam tubuh Leon. Mayat-mayat itu kemudian digali dan ditemukan racun terkait dalam tubuh mereka semua. Sejak 1927-1949, Marie telah meracuni 11 orang, termasuk kedua orang tua dan dua sepupu sendiri untuk memiliki warisan dari mereka.

4. Signora Giulia Tofana

Signora Giulia Tofana ini merupakan salah satu wanita yang tega membunuh suaminya. Signora yang awalnya tampil sebagai penjual kosmetik, sekaligus dikabarkan telah menjual racun Aqua Tofana, sebuah cat wajah yang mengandung arsenik. Ia akan menyarankan pelanggan untuk mengoleskan kosmetik tersebut di wajah, leher dan belahan dada sebelum para wanita tersebut bertemu suaminya. Tapi para wanita tersebut dilarang menelan serbuk tersebut. Trik ini dipercaya bisa membuat wanita tersebut tidak lama kemudian menjadi janda yang kaya raya.

Namun salah satu rahasia dari trik yang diberikan Signora itu juga di dalamnya berupa kejahatan yang sadis. Racun yang dijual Signora itu bisa membuat para suami mati keracunan saat mencumbu istrinya. Dan pada akhirnya, aksi Tofana ini berhasil diselidiki kepolisian. Dia berhasil ditangkap setelah menewaskan 600 suami. Tofana mendapatkan hukuman sadis dengan diadili, disiksa dan dicekik hingga tewas di dalam penjara.

5. Julia Fazekas dan Susannah Olah

Julia Fazekas dan Susannah Olah ini juga merupakan wanita yang telah melakukan perbuatan sadis tehadap banyak pria. Secara teknis, dua wanita ini tidak menikah beberapa kali dan membunuhi suami-suaminya serta anak-anaknya. Kisah sadisnya ini bermula pada masa Perang Dunia Pertama, Julia Fazekas tiba di sebuah desa kecil di Hungaria untuk bekerja sebagai bidan. Fazekas bertindak sebagai yang membantu aborsi para wanita yang telah melakukan hubungan terlarang. Pekerjaan ini dilakukannya saat jauh dari suaminya. Namun ketika para pria kembali ke desanya, Julia Fazekas bersama Susannah Olah mulai menjalankan bisnis menguntungkan dengan manyuplai arsenik untuk para wanita yang ingin lepas dari pernikahannya. Terhitung mulai tahun 1914 hingga 1929, mereka bertanggung jawab atas kematian setidaknya 300 orang tapi hanya mendapatkan tuduhan atas kematian 100 orang.

Bagaimana mengerikan jika sampai seseorang membunuh hanya demi kekayaan seperti yang dilakukan perempuan. Bagaimana pun bijaksana mereka menyembunyikan kejahatan mereka, namun pada akhirnya kejahatan mereka tetap terbongkar juga.