Wow, Ternyata Naik Roller Coaster Dapat Mengeluarkan Batu Ginjal

Batu ginjal adalah mineral dan asam garam yang kecil dan keras yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal dapat menyebabkan banyak gangguan pada bagian saluran kemih dari ginjal hingga kandung kemih. Ini bisa menyebabkan rasa sakit intens dan berakibat pada infeksi saluran kemih jika terus berlangsung untuk jangka waktu yang lama. Tergantung pada ukuran batu ginjal, penyakit ini bisa diobati di bawah saran dan petunjuk dokter.

Selain menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, batu ginjal juga dikenal luas cukup sulit untuk disembuhkan. Bagaimana tidak, batu yang sangat keras ini menyumbat kandung kemih sehingga kita bisa merasakan sakit luar biasa saat ingin buang air kecil.

Dalam banyak kasus, penderita batu ginjal bahkan bisa mengalami demam parah dan lelah yang luar biasa. Beruntung, baru-baru ini dua orang dokter dari Amerika Serikat menemukan cara mudah untuk mengatasi batu ginjal, yakni dengan cara naik roller coaster. Bagaimana bisa?

Benarkah Roller Coaster Bisa Mengobati Batu Ginjal?

David Wartinger dan kawannya, Marc Mitchell adalah pakar kesehatan dari University of Michigan, Amerika Serikat yang menemukan fakta ini dengan cara yang sebenarnya unik. Mereka mendapati adanya fakta aneh dimana 10 tahun lalu ada seorang pasien yang melaporkan bahwa tiga butir batu ginjal keluar dari tubuhnya setelah naik roller coaster. Setelah mencari banyak data dari pasien batu ginjal lainnya, diketahui bahwa pasien tersebut ternyata tidak mengalaminya seorang diri. Ada banyak pasien lain yang melaporkan batu ginjalnya keluar setelah menaiki roller coaster atau aktivitas ekstrim lainnya layaknya bungge jumping.

Wartinger dan Mitchell pun akhirnya melakukan penelitian lebih mendalam tentang kaitan batu ginjal dengan roller coaster ini. Wartinger dan Mitchell membuat model ginjal 3D yang diisi dengan urin asli dan tiga batu ginjal dengan ukuran berbeda yaitu kecil (4,5 mm kubik), sedang (13,5 mm kubik) dan besar (64,6 mm kubik). Ia juga menempatkan ketiga batu ginjal tersebut di bagian-bagian berbeda pada ginjal buatan. Model ginjal tersebut kemudian diletakkan di roller coaster yang dioperasikan hingga 20 kali.

Satu hal yang menjadi perhatian para peneliti dalam studi ini, ternyata pengaturan tempat duduk mempengaruhi kecepatan luruh atau rontoknya batu ginjal. Ginjal yang diletakkan di tempat duduk paling belakang roller coaster mengalami proses peluruhan batu ginjal lebih cepat dibandingkan dengan yang diletakkan di bagian depan, tanpa mempedulikan ukuran dan letaknya dalam ginjal.

“Duduk di tempat duduk belakang mempercepat peluruhan karena bagian belakang roller coasters bergerak lebih cepat di turunan dan belokan. Ia menduga, getaran dan guncangan membuat batu ginjal bergerak dengan mudah dari tempatnya menuju saluran kemih dengan tingkat keberhasilan pengeluaran batu ginjal sekitar 70 persen. Peneliti juga menemukan bahwa kedua penelitian tersebut menunjukkan tingkat keberhasilan pengeluaran batu ginjal 100 persen jika batu-batu ginjal itu terletak di ruang atas ginjal.

Keseluruhannya kami menggunakan 174 batu ginjal dari berbagai bentuk, ukuran dan berat untuk melihat apakah masing-masing model batu ginjal dikeluarkan pada perjalanan roller coaster yang sama dan pada dua roller coaster lainnya. Big Thunder Mountain adalah satu-satunya roller coaster yang mengeluarkan batu ginjal.

Kami sudah mencoba di roller coaster Space Mountain dan Aerosmith Rock ‘n’ Roller, namun pengeluaran batu ginjal di kedua roller coaster ini gagal. Bahwa roller coaster Space Mountain dan Aerosmith Rock ‘n’ Roller terlalu cepat dan terlalu berbahaya sehingga gaya gravitasi memutar batu ginjal ke dalam ginjal sehingga tidak mengeluarkan batu ginjal. “Roller coaster yang ideal adalah yang bergerak secara kasar dan cepat dengan beberapa kelokan yang berliku-liku dan putaran tetapi tidak ada gerakan naik turun atau terbalik.

David Wartinger menjelaskan bahwa prosedur penghancuran batu di saluran kemih dengan menggunakan gelombang kejut ultrasonik, yang memecahkan batu ginjal yang terlalu besar supaya dapat keluar adalah terapi yang sering dilakukan untuk menangani batu ginjal yang terlalu besar. Prosedur litotripsi biasanya digunakan dalam kasus di mana batu ginjal lebih besar dari 5 milimeter.

Masalahnya Litotripsi meninggalkan sisa-sisa batu ginjal di ginjal yang dapat menghasilkan batu yang lain. Cara terbaik untuk mengeluarkan sisa-sisa batu ginjal adalah dengan naik roller coaster setelah perawatan jika masih ada sisa-sisa batu ginjal yang masih kecil di dalam ginjal,” kata David Wartinger.

Peneliti mengingatkan bahwa pengaruh roller coaster mungkin akan berbeda pada tiap-tiap orang. Perbedaan ini muncul karena struktur bagian dalam ginjal tiap orang berbeda-beda.

Apakah Benar Efektif?

Namun hasil penelitian ini belum tentu bisa diaplikasikan pada manusia. Pertama, penelitian ini menggunakan model 3D dari satu pasien. Jadi belum tentu bisa efektif pada ginjal yang sesungguhnya dan belum tentu efektif untuk ginjal berbagai pasien lainnya. Kedua, penelitian ini digunakan pada 3 jenis roller coaster. Belum tentu hasilnya bisa dirasakan bila Anda naik roller coaster di Indonesia, misalnya.

Masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dari terapi yang cukup nyeleneh ini. Bila memang terbukti efektif, maka di masa depan, menaiki roller coaster akan menjadi salah satu pengobatan teraneh untuk batu ginjal. Dokter mungkin akan segera meresepkan perjalanan ke Dufan untuk mengobati Anda dari penyakit ini. Penelitian ini mencatat bahwa batu ginjal yang lebih besar dari 6 mm memiliki sekira 1 persen kesempatan keluar secara spontan tanpa adanya intervensi. Karena itu, batu ginjal yang ukuran lebih besar mungkin tidak mendapatkan manfaat dari pengobatan unik ini.

Meski menaiki roller coaster ini bermanfaat, tak ada salahnya untuk memeriksakan kesehatan Anda terlebih dahulu mengingat permainan ini tidak disarankan untuk Anda yang memiliki penyakit jantung.