Teka-Teki Silang, Sejarah Dan Manfaatnya Buat Kesehatan

Teka teki silang bisa dikatakan sebagai salah satu permainan paling populer di Dunia. Permainan yang satu ini telah meraih sukses besar dalam mengisi ruangan di berbagai media massa di seluruh Dunia. Di masa lalu, media cetak merasa kurang lengkap jika belum menyajikan karangan teka teki silang untuk diisi oleh para pembacanya.

Sebagian media menjadikan teka teki silang sebagai alat pengikat supaya pembaca terus berlangganan. Mereka menyajikan sejumlah hadiah untuk pembaca yang bisa mengisinya dengan benar. Ada pula media yang hanya menjadikan teka teki silang sebagai hiburan bagi pembaca. Mereka tidak menyediakan hadiah dan tidak pula meminta pembaca untuk mengirimkan jawabannya.

Mengisi kuis TTS bagi sebagian orang sangat mengasyikkan. Kita dapat melakukannya hampir di setiap tempat karena mengisi kuis TTS tidak membuat orang lain terganggu. Selain menguji dan melatih penguasaan kosa kata, mengisi TTS juga dapat memberikan berbagai manfaat lainnya. Teka-teki, apapun bentuknya pasti mempunyai manfaat untuk semua kelompok umur. Untuk anak-anak, TTS juga mempunyai manfaat yang sama dengan untuk kita orang dewasa.

Kita sering menganggap bahwa TTS hanya untuk orang dewasa, namun pada saat ini banyak lembaga pendidikan yang menggunakan TTS dan teka-teki sebagai alat pendidikan. Nah, tahukah Anda bahwa selain untuk sekadar mengisi waktu luang, manfaat TTS juga bisa mempertajam ingatan? Bagaimana bisa? Cari tahu di sini.

Siapakah Penemu Teka Teki Silang?

Permainan yang satu ini ditemukan oleh seorang jurnalis kelahiran Liverpool Inggris, 22 Juni 1871. Jurnalis ini bernama Arthur Wynne. Di waktu kanak-kanak dia dibawa pindah oleh orang tuanya ke Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS).  Di kota itu Arthur melewati masa- masa dewasa dan Arthur juga sangat hobi bermain biola. Dia kemudian bergabung dengan Pittsburgh Symphony Orchestra. Selain itu, dia juga tertarik dengan dunia jurnalistik. Arthur kemudian bekerja di koran lokal Pittsburgh Press.

Dari Pittsburgh, dia lantas pindah ke Cedar Grove, New Jersey dan mulai bekerja di koran New York World yang berbasis di News York City. Di koran inilah awal mulanya ditemukan teka teki silang. Mulanya, dia diminta oleh redakturnya untuk membuat game yang bisa menghibur pembaca di akhir pekan. Dengan mengadopsi permainan kuno bernama Pompeii, jika diterjemahkan ke delam bahasa Inggris menjadi Magic Square, akhirnya Arthur berhasil menemukan teka teki silang. Untuk pertama kalinya, teka teki silang buatan Arthur ini dipublikasikan oleh koran New York World edisi Ahad, 21 Desember 1913. Teka teki ini dimuat di halaman entertaintmen koran tersebut.

Teka teka pertama di dunia itu berbentuk kristal berlian. Semuanya jawabannya ditulis mendatar. Saat itu Arthur belum membuat variasi meninggi dan mendatar untuk jawaban teka teki silangnya. Semuanya ada 31 pertanyaan. Di edisi selajutnya, dia kemudian membuat beberapa inovasi terbaru antara lain berupa jawaban meninggi, serta ruang-ruang kosong di tengah teka teki silang.

Dari Amerika, teka teki silang kemudian juga menginspirasi media massa di Inggris. Majalah Pearson menjadi majalah yang pertama kali menerbitkan teka teki silang di Inggris pada edisi Februari 1922. Kemudian pada edisi 1 Februari 1930 New York Times menerbitkan juga teka teki silang. Dari sinilah kemudian teka teki silang menjadi sangat berkembang. Dengan bahasa masing-masing media massa di banyak negara di dunia menampilkan teka teki silang untuk para pembacanya. Di Indonesia baru sekitar tahun 70-an TTS mulai banyak dikenal. Pada tahun 1970-an di Jakarta terbit “Asah Otak”, sebuah majalah TTS dan berbagai teka-teki lainnya. Penerbitan ini ternyata sukses sehingga banyak terbitan serupa yang segera mengikutinya.

Bermain TTS Dapat Mempertajam Ingatan Jangka Pendek

Mengisi TTS di pojok kolom koran akhir minggu atau di buklet khusus yang dijual di warung rokok memang terlihat seperti aktivitas sepele untuk mengisi waktu luang. Namun ternyata, manfaat TTS penting bagi otak. Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa teka-teki silang alias TTS bermanfaat untuk merangsang kerja otak. Tidak hanya untuk kaum muda, tetapi juga untuk mereka yang sudah masuk kategori lanjut usia.

Pertanyaan dan kotak-kotak kolom TTS yang menjebak melatih otak untuk terus berpikir, menganalisis, melatih kecerdasan emosional, hingga menguji daya ingat karena semua pertanyaan yang ada menuntut Anda untuk mengingat nama, tempat, peristiwa, kata-kata asing dan hal-hal lain yang kadang bahkan tidak pernah terpikirkan atau terlupakan. Pada akhirnya TTS bisa kembali menyegarkan otak sehingga dapat bekerja lebih optimal.

Menurut penelitian, orang yang sering bermain teka-teki silang akan memiliki ketajaman otak di kemudian hari. Penelitian ini melibatkan 17.000 orang berusia 50 tahun. Penelitian ini dilakukan oleh University of Exeter Medical School dan Kings College London. Para partisipan penelitian ini diberikan pertanyaan seberapa sering mereka memainkan teka-teki silang. Penelitian ini menggunakan sistem uji kognitif dan menemukan bahwa partisipan yang lebih sering bermain teka-teki silang memiliki perhatian, penalaran dan ingatan yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak.

Penelitian ini juga menemukan bahwa “usia” otak dari seseorang yang sering bermain TTS lebih muda 10 tahun dari usia biologis mereka. Ketajaman fungsi otak ini khususnya dilaporkan pada kecepatan penalaran tata bahasa dan akurasi ingatan jangka pendek. Profesor Keith Wesnes dari University of Exeter mengatakan bahwa keterampilan fokus, penalaran dan ingatan bisa sangat dipengaruhi oleh permainan kata-kata seperti TTS.

Tidak hanya itu, sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di JAMA Neurology, kegiatan merangsang otak seperti bermain TTS ampuh untuh mencegah pikun. Penelitian ini melibatkan 2.000 orang lanjut usia dengan usia rata-rata 70 tahun. Selama masa penelitian, para partisipan mengajukan beberapa pertanyaan terkait keterlibatan lansia dalam kegiatan merangsang kognitif seperti bermain permainan asah otak seperti catur dan teka-teki silang, terlibat dalam kegiatan sosial, hingga membuat kerajinan tangan.

Hasil pengamatan menunjukkan lansia yang aktif bermain komputer mengalami penurunan kerusakan kognitif atau daya guna otak hingga 30 persen. Sementara itu, mereka yang aktif melakukan kegiatan sosial hingga membuat kerajinan tangan mengalami penurunan kerusakan daya guna otak sebesar 22 hingga 28 persen. Peneliti menyimpulkan, lansia yang rutin melakukan kegiatan merangsang mental dan mengasah otak dapat mengurangi risiko mengalami kerusakan kognitif atau gangguan alzheimer yang mungkin terjadi empat tahun kemudian.

Agar otak selalu terasah, Anda harus mengisi TTS secara rutin. Anda bisa membuat target dengan mengisi TTS setidaknya beberapa hari dalam sepekan atau setiap kali Anda punya waktu luang. Tidak perlu setiap hari. Jika Anda ingin lebih tertantang, cobalah TTS dalam bahasa asing, misalnya bahasa Inggris. Dengan demikian, koleksi kosakata bahasa Inggris Anda akan bertambah dengan sendirinya.

Dampak Buruk Bermain TTS

Banyak orang yang mengisi waktu senggangnya dengan bermain puzzle atau mengisi teka-teki silang. Dibalik manfaatnya sebagai pengasah otak teka-teki silang justru berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

Efek buruk dalam memainkan teka teki silang yaitu bahwa memaksakan otak berpikir terlalu keras. Kondisi ini sangat tidak baik untuk kesehatan otak, terutama bagi orang dewasa. Selama ini, orang berpikir bahwa melakukan kegiatan seperti melakukan teka-teki silang, membaca dan mendengarkan radio dapat menunda penurunan daya ingat. Tapi penelitian baru menunjukkan, makin sering otak dipacu bekerja keras justru mempercepat terjadinya penurunan daya ingat (demensia).

Robert Wilson, penulis studi dari Rush University Medical Centre mengungkap bahwa orang dengan stimulasi daya pikir tinggi memiliki kondisi otak lebih buruk dibandingkan mereka yang tak terlalu terobsesi mengasah otak. mereka yang memiliki kegemaran melakukan aktivitas asah otak secara berlebihan mungkin akan mengalami penurunan ingatan lebih atau demensia lebih cepat. Penelitian ini dilakukan terhadap 1.157 orang berusia 65 ke atas selama 12 tahun. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Neurology di Amerika.

So guys, sekarang gimana? Sudah taukan sejarah ditemukannya teka teki silang dan manfaatnya, semoga artikel ini menambah wawasan anda ya.